
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana hari yang paling disayangi oleh Amel tanpa pergi ke sekolah dan membuat onar. Gadis ini masih sibuk bergelud dengan mimpi nya hingga suara dering ponselnya membuat Amel kesal sendiri.
Cicak cicak di dinding! (Nada dering hp Amel)
"Ck. Ganggu orang tidur aja, sape sih?" Kesal Amel meraba-raba ranjang nya dan menemukan ponselnya.
"Hallo, apa ada kabar baik?" Ucap Amel bangun tidur.
"Hallo Queen kami sudah mendapatkan infonya dan ternyata memang Real unsur kesengajaan." Ucap Galang.
"Goodboy tangkap dia gue otw markas." Ucap Amel dingin lalu mematikan ponsel.
TUT
"Hmm mandi dulu sarapan lalu berangkat, waktunya bersenang senang!" Ucap Amel lalu pergi kekamar mandi.
_________________________________
Amel menuruni satu persatu tangga dengan rompi kebesarannya, dan ia tak lupa memakai liontin biru miliknya dengan wajah masih mengantuk. Saat ia ingin melangkahkan kaki ke anak tangga terakhir, dia..
Brukk!!
"Wanjerr!! Ku kira tadi udah sampe Bangke." Ucap Amel datar membuat semua orang dimeja makan tertawa melihatnya.
"Hahaha kok bisa jatuh sih?" Tanya Lindra tertawa keras.
"Wkwkwkw, aduh mangkannya kalau jalan matanya dibuka jan merem. Ada yang sakit ngga?" Tanya Marisa mendekati Anaknya begitu juga Ryan yang menahan tawa.
"Wkwkwk, gapapa kok mom cuma oleng aja tadi." Ucap Amel cengengesan.
"Wkwkw CCS banget lo dek." Ucap Lindra masih tertawa.
"CCS apaan tuh?" Tanya Amel mengerutkan dahi.
__ADS_1
"Cantik Cantik Sengklek wkwkwkw." Ucap Lindra.
"Parah lo, adek nya jatoh kagak ditolongin malah diketawain, sakit ogeb." Umpat Amel lalu berjalan kearah meja makan.
"Yaella ngambek senyum dong mak Dugong." Ucap Lindra menoel pipi adeknya.
"Bang!!" Teriak Amel kesal karena dari tadi diganggu oleh abangnya.
Saat Lindra ingin menjahili adiknya kembali, ia menatap sang mommy mengacungkan centong sayur kearahnya, nyalinya menciut seketika.
"Hehehe nggak kok mom, makan yang banyak dek." Ucap Lindra tersenyum kikuk.
Sang Daddy hanya bisa menahan tawa atas kelakuan anak anaknya di pagi hari itu. Hatinya menghangat melihat keluarga nya yang harmonis tanpa ada acara bertikaian yang bisa memecah belah keluarga nya. Suara bel berbunyi membuat mereka diam seketika.
ting tong ting..( Suara bel rumah)
"Bibi tolong bukain pintu dong!" Ujar Marisa pada ART nya.
"Siap nyah!" Teriak Bi Iyem.
___________________________
"Oh aden, cari non Amel ya?" Ucap Bi Iyem.
"Iya bi tadi disuruh tante Marisa." Ucap Pemuda itu siapa lagi kalau bukan si pocong pengangguran alias Alshad.
"Oh masuk den!" Ucap Bi Iyem, Alshad hanya mengangguk dan tersenyum.
Bi Iyem pun mendekat ke arah atasannya yang sudah selesai makan, Bi Iyem tersenyum manis sebelum berbisik kepada marisa namun masih terdengar oleh Amel.
"Nyah ada non Alshad diruang tamu katanya disuruh nyonya." Ucap Bi Iyem.
"Iya bi makasih ya." Ucap Marisa lalu menatap anaknya yang mulut nya menganga minta penjelasan.
__ADS_1
"Nah sayang kamu kan akan pergi kemarkas kamu bareng Alshad ya soalnya Mommy ngga tega." Ucap Marisa memelas.
"Yaella Mommy, kan nggak si Alshad juga kali!" Ucap Amel menggerutu kesal.
"Ngga apa apa sayang, lagian Alshad juga udah tau kamu leader mafia terbesar pertama dan dia tak mempersalahkan itu." Ucap Marisa.
"Hmm" Amel hanya berdehem malas.
___________________________
Marisa dengan wajah tanpa dosanya datang menghampiri Alshad yang ada diruang tamu. Dia menyapa Alshad ramah tak seperti Amel yang kesal dan sedang memasang wajah datar miliknya.
"Pagi Alshad?" Ucap Marisa.
"Pagi tante," Ucap Alshad ramah.
"Yaudah mom, Amel berangkat. See you mom." Ucap Amel mengecup pipi Marisa lalu berangkat.
Amel digandeng Alshad menuju mobilnya yang ada di halaman rumahnya Amel. Dan Amel tak begitu mempersalahkan nya karena dia sudah kesal, mau menolak pun Alshad tidak akan melepaskan tangannya dengan mudah. Mengetahui Amel tidak menolak, Alshad pun makin mempererat pegangannya.
"Ekhmm.. sampai kapan lo mau gandeng tangan gue?" Ucap Amel datar seketika Alshad melepasnya.
"Sorry ngga sengaja!" Ucap Alshad cepat hanya dibalas deheman oleh Amel.
"Yakin nih mel ke markas lo? Nanti gue tunggu dimana?" Tanya Alshad saat sudah memulai menyetir.
"Hmm. Nanti lo dibelakang gue aja ngga akan yang ada nyakitin lo." Ucap Amel datar.
"Kok lo makin datar sih Mel, gue kangen kecerewetan lo dulu." Ucap Alshad.
"Maaf." Ucap Amel singkat ada rasa bersalah dihatinya.
"Ngga apa apa gue tau kok." Ucap Alshad lalu melajukan mobilnya ke Markas Amel.
__ADS_1
Alshad sudah tau dimana keberadaan markas Black Swan tersendiri karena Alshad yang notabenya dia King Rancing dan ia sudah tau seluk beluk keadaan sekitar. Dan dia tak begitu mempersalahkan keadaan Amel karena dia juga sama bar bar nya dengan Amel.