
Saat ini Katrina dan Leo saling memberikan tatapan tajam satu sama lain. Liah dan Elang menggelengkan kepala melihat kelakuan Kakak kembarnya dan juga sepupu Elang. Amel, Alshad, Shella dan Andra pun tak mau memaksakan kisah cinta kedua anaknya. Mereka para orang tua ingin anaknya saling suka sama lain tanpa ada unsur pemaksaan.
"Lo gak bisa apa gak ganggu gue sehari aja?" Kesal Katrina menatap tajam Leo.
"Yah lo juga, jadi cewek gak feminim banget. Coba deh kalem dikit, gak kek gajah belajar beranak tau gak!" Balas Leo yang sengaja ingin membuat Katrina emosi.
"Udah bang kode kodenya, gaskeun aja wkwkwk." Canda Liah kemudian merangkul lengan Elang mesra.
"Lo gak mau nangis lagi? besok kan hari raya qurban?" Goda Elang menaik turunkan alinya membuat pipi Liah memerah.
"VALLEY SIALANN!!" Teriak Liah kesal.
Semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak, Elang memandangi leher liah yang masih menempel kalung pemberiannya waktu kecil itu. Dia tersenyum, ternyata Liah adalah gadis setia. Walau beberapa tahun ia berpisah, namun dia tetap menunggu pada akhirnya sebentar lagi akan menuju ke pelaminan bersamanya.
"Udah, kita pulang. Masalah RS nanti biar Mama yang urus." Ucap Amel mengecup dahi anaknya.
"Terima kasih Mama." Lirih Liah sambil tersenyum.
"Leo kamu antar Katrina pulang. Dan Elang antarkan Liah pulang!"
Mata Katrina membulat sempurna saat mendengar ucapan pamannya yang menyuruhnya pulang dengan dedemit gerandong. Dia melirih Leo yang tak berekspresi apapun. Dia pun protes kepada Andra.
__ADS_1
"Loh loh, Katrina kan bawa mobil Om." Cegah Katrina.
"Loh, gapapa dong. Mami kamu aja ngebolehin, gak baik anak prawan pulang malam malam sendiri. Kalau ada begal gimana?" Katrina mendelik kemudian menghembuskan nafas panjang sebelum menengok Mami nya.
Clara mengalihkan pandangannya tak ingin melihat wajah putrinya yang memelas, Papinya juga demikian, sehingga mau tak mau Katrina harus ikut dengan Leo yang bikin darahnya naik 180.
Katrina dengan muka dongkol langsung keluar dari sana setelah mencium tangan para orang tua. Leo tersenyum puas saat ia berhasil mengerjai si nenek sihir. Katrina menggerutu dalam hati, mengapa Leo tampan tapi minus kelakuannya yang gak memuaskan di mata Katrina.
"Lo kenapa sih gak nolak waktu Om Andra nyuruh nganterin gue. Kan ada nyokap, bokap gue!" Kesal Katrina membuat Leo menoleh tipis.
"Harusnya lo bersyukur karena diantarin gue yang ganteng nya gak ada yang ngalahin." Ujar Leo dengan sombong nya.
Leo tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Katrina yang menurutnya lucu dan imut, yah walau minus kek gajah beranak sih dimata Leo. Leo menghentikann tawa nya saat mendengar suara tawa kecil adiknya dan Elang yang ternyata menguping pembicaraan mereka.
Leo mengubah wajahnya menjadi datar kembali dan langsung menuju mobilnya, disana sudah ada Katrina yang kesal karena menunggu nya.
"Apa lo lihat-lihat, ntar naksir lagi. Cepetan anterin gue pulang. Udah mau pagi ini." Kesal Katrina yang melihat Leo hanya menatapnya.
"Gak bakal naksir sama lo gue!" Ketus Leo memakai sabuk pengamannya.
"Dasar kakap cap play boy!" Ketus Katrina membuat Leo menggeleng kan kepala.
__ADS_1
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Ku kasih Extra Part nih, Novelku bagi yang suka jangan dihapus dari favorite dulu ya😉, kalau mau kasih info S3 yang entah kapan di rilis hihihihi.. yang setia nunggu terima kasih😊
__ADS_1