Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~MELAMPIASKAN EMOSI.


__ADS_3

Andra sendiri sangat khawatir akan kondisi Shella yang memperihatinkan, dia jarang mau makan. Rasa napsu nya hilang begitu saja saat melihat sang putra kesayangannya terbaring dirumah sakit dengan peralatan yang membuat hati sang penjenguk pasien ketar ketir.


Liah sudah pergi dari sana lantaran tak kuat melihat kondisi Elang, gadis itu pergi mencari mangsa untuk melampiaskan emosinya yang terpendam. Ego yang sebentar lagi keluar meminta darah pun membuat Liah tersiksa karena tak bisa menahannya terlalu dalam.


"Lo nyiksa gue!!" Kesal Liah dalam hati.


Liah berlari menuju hutan, dia menemukan sepasang kekasih yang sedang melakukan hubungan terlarang. Dengan senyum mengembang, bola mata Liah berganti warna ungu. Gadis itu berjalan mendekati kedua pasang manusia berbeda jenis tersebut.


"Kalian gak modal banget yah, ngelakuin beginian di hutan. Gak takut dijatuhi ulat atau belatung gitu?" Cibiran Liah membuat kedua manusia itu menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke Liah yang tersenyum manis.


"Apa mau lo ha?" Bentak sang pria.


"Cuma mau ikut main main, tapi gue pake pisau lipat hihihi!!"


"Gadis gila!" Cibir yang cewek.


"Emang, dan gue lagi ingin memuaskan napsu gue!" Sinis Liah menghadangkan pisau lipatnya ke sang pria.

__ADS_1


Sang pria mundur ketakutan saat aura Liah yang membuat atmosfer terasa dingin, sang gadis ikut takut kemudian berlari meninggalkan sang pria. Dia bersembunyi di balik pohon. Liah mencabik cabik tubuh pria tersebut dengan ganas, Tubuhnya sudah tak beraturan, pria itu mati mengenaskan dalam hitungan menit saja. Liah menatap sinis kearah pohon tempat bersembunyi gadis itu.


Mati aku kali ini!! ~Batin gadis itu.


"Heii, where are you??" Ucap Liah dengan senyum yang tak pernah luntur.


Gadis yang mendengar suara Liah pun menjadi gemeteran, keringat dingin mencucur melalui kening gadis itu. Dia mengintip kearah semula, wajahnya memucat saat melihat sang kekasih sudah tak berbentuk. Dia melihat kesana kemari dan tak menemukan keberadaan Liah. Gadis itu menghela nafas lega.


"Mencari siapa nona?"


Jlebb


Pisau lipat tersebut menancap sempurna di jantung gadis itu, Liah menatap sinis kearah gadis yang berada di dekat kematiannya.


"Harusnya harga diri seorang wanita itu tinggi, bukan melakukan Zina diluar nikah." Ucap Liah tepat sebelum gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Perlahan-lahan, perubahan warna pupil Liah kembali normal. Tubuh Liah melemas, dia jatuh terduduk diatas dedaunan kering yang terkena cipratan darah. Biasanya, aroma darah manusia yang menyengat akan mengembalikan semangat nya. Namun, gegara banyak masalah yang datang membuatnya lemas tak berdaya.

__ADS_1


Dia menyatukan kedua lututnya sebelum memeluknya sendiri dan menenggelamkan wajahnya disana. Liah kembali menangis tersedu-sedu.


"Tuhan, jika Elang bukan jodoh Liah di dunia. Jadikan Liah jodoh Elang di syurga!" Lirih Liah kembali menangis.


"Gue bodoh! Sangat bodoh. Kalau terjadi apa apa sama Elang. Gue gak bakal maafin diri gue sendiri. Hikss.. Lang, gue mohon lo sadar Lang. Gue sayang sama lo!!"


Sraskk.. Srassskkk...


Suara daun kering yang diinjak tapak kaki manusia terdengar di pendengaran tajam Liah. Gadis itu pasrah jika perbuatannya diketahui oleh polisi. Dan mungkin dia akan dihukum mati oleh polisi jika tertangkap.


"Jangan sakitin diri Liah, lo nggak sendirian!"


Liah menangkat kepala nya, dia melihat Valley yang sedang menatapnya sendu. Liah memeluk Valley erat, dia makin menangis histeris di pelukan Valley.


"Gue mohon, simpan air mata lo. Sekarang Elang butuh lo!" Lirih Valley membuat Liah menghentikan tangisnya dan menatap dalam Valley.


"Elang sadar?"

__ADS_1


__ADS_2