
"Al lo suka sama gue?" Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja dari bibir cantik Amel yang pucat.
Deg.
"Kenapa lo tanya gitu?" Tanya balik Alshad sambil menyendok bubur.
"Ngga apa apa cuma nanya doang, dah lupain aja pertanyaan gue!" Ucap Amel hendak tidur kembali namun dicegah Alshad.
"Et ngga boleh tidur sebelum makan sama minum obat!" Cegah Alshad membuat Amel kesal.
"Gue ngga suka bubur Al, Eneg tau nggak bikin mual." Jelas Amel tak membuat seorang Alshad kalah.
"Kasian mommy lo kalau tau anaknya dirumah sakit setelah diluar kota!" Ucap Alshad tersebut membuat Amel langsung menerima suapan dari Alshad.
Wkwkwkw berhasil juga. Batin Alshad senang.
"Habisin, habis ini minum obat!" Titah Alshad diangguki oleh Amel.
Alshad menyendokan bubur ayam kearah Amel dengan telaten, sesuap demi sesuap bubur pun akhirnya habis walau Alshad merasa kasian saat Amel selalu ingin mual saat mengunyah bubur nya.
"Al udah ya??" Ucap Amel lirih.
"Tinggal sesendok lagi kok, mau ya?" Ucap Alshad dengan terpaksa Amel membuka mulutnya. Namun pada suapan terakhir Amel sudah tidak bisa menahan rasa mualnya.
"All kantong plastik cepet!!" Ucap Amel lalu menutup mulutnya dengan tangan.
Alshad langsung menyambar kantong plastik disampingnya lalu diberikan kepada Amel, sia sia Amel makan pada akhirnya ia memuntahkan kembali isi perutnya membuat Alshad merasa bersalah.
__ADS_1
Hueekk...Huekkk.. Alshad membantu memijat tengkuk Amel agar rasa mualnya mereda. Setelah mual nya selesai Amel bersandar lemas disenderan ranjang, wajahnya makin pucat seketika. Suara muntahan Amel mengundang sahabatnya untuk mendekat ke Amel.
Crusss... jarum infus yang ada ditangan Aqilla, Aurel dan Nayshilla lepas. Mereka bertiga kompak mencabutnya paksa hingga darah bercucur menetes mengenai lantai, dengan segera ditepis kasar agar cowok mereka tak khawatir.
"Eh kok dicabut??" Pertanyaan ketiga cowok tersebut dibalas cengiran oleh mereka bertiga lalu berjalan kearah Amel.
"Mel maafin gue ya udah maksa lo makan bubur!" Ucap Alshad merasa bersalah.
"Ngga apa kok Al, gue nya aja yang terlalu sensi sama bubur!" Ucap Amel tersenyum.
"Lo sebegitunya nggak suka ya sama bubur?" Pertanyaan itu membuat Amel menggelengkan kepala.
"Gue bukannya nggak suka tapi gue eneg aja, gue kalau makan bubur dirumah sakit nggak enak rasanya kayak ada obatnya!" Jelas Amel.
"Yaudah kalau gitu lo mau apa jus? Nasi? Atau Apa??" Ucap Alshad.
"Nggak usah gue males aja ntar dirumah gue minum obatnya!" Ucap Amel.
"Nggak apa apa gue cuma kekenyangan aja hahaha!" Elak Amel membuat ketiga sahabatnya tersenyum lega.
"Yaudah deh Mel kita balik dulu ya udah boleh pulang juga!" Ucap Aqilla membuat Amel mendelikkan matanya.
"Heh jangan kemarkas dulu, so jangan latihan dulu!" Ucap Amel tajam.
"Ishh lo tau aja kalau kita mau kesana." Ucap Aurel.
"Jangan kalian aja baru keluar rumah sakit kok, Aldo, Ellshad sama Gerald tolong anterin mereka pulang ya!" Ucap Amel membuat ketiga sahabatnya kesal.
__ADS_1
"Siap Mell kuy sayang kita ke KUA!" Ucap Gerald membuat Aurel membelalakan matanya.
"Sumpah kakak kelas kok pikun jangan panggil gue sayang!" Ucap Aurel lalu pergi membuat Gerald terkekeh.
Setelah kepergian Ketiga sahabatnya dan sahabat Amel, Alshad bertanya 4 mata dengan Amel. Membicarakan hal serius yang dapat membahayakan rahasia Amel.
"Mel kalau soal lo Leader nya Mafia besar black swan gue udah tau, juga tentang Queen Rancing gue juga udah tau. Tapi gue belum yakin kalau lo cuma Leader satu mafia karena melibatkan ketiga sahabat lo!" Ucap Alshad lembut.
Kenapa sih ni orang mbahasnya itu mulu capek gue cari alasan mulu. Batin Amel.
"Wkwkwk lo makin pinter Al, gimana kemarin ujian gampang apa nggak?" Ucap Amel mengelak.
Alshad memegang dagu Amel mengarahkannya agar menatapnya saat bicara, Alshad pun sesosok cowok yang penyabar setelah Kakaknya, Daddy-nya, dan Ronald bagi Amel.
"Mel gue udah naruh hati sama lo, gue juga udah tau kalau ucapan lo itu bohong atau jujur. Lo nggak bisa bohongin gue." Ucap Alshad memegang dagu Amel.
"Gue sayang sama lo. Lo mau kan suatu saat jadi milik gue?" Ucap Alshad.
"Gue nggak bisa terima sekarang Al, gue nggak mau berbelit lagi dengan hal yang maksud gue pacaran karena menurut gue itu terlalu menyibukkan waktu gue. Gue cuma mau pembuktian!" Ucap Amel pelan lalu tersenyum.
"Lo mau bukti?" Tanya Alshad diangguki oleh Amel.
"Okeh tunggu saat nya gue akan kasih bukti sama lo dan orang tua lo secepatnya!" Ucap Alshad lalu tersenyum dibalas senyuman pula oleh Amel.
Sekian dulu salam Hangat Author๐๐.
Oiya mau tanya nih, Dari sekian Readers disini ada yang punya GC Whatsapp kumpulan author gitu?? Kalau ada gabung dong siapa tau bermanfaat. Jawab kolom komentar ya๐.
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen, dan vote nya๐๐
DeviDy๐ค