Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~MENYAKITI DIRI SENDIRI.


__ADS_3

Dengan perasaan kecewa Liah menampar wajah Elang keras membuat sedikit bibir Elang sobek dan berdarah, Katrina hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut dengan apa yang ia lihat barusan.


"Kenapa Lang kenapa?? Disaat gue udah percaya seutuhnya sama lo. Kenapa lo ngecewain gue Lang. Kenapa!! Jawab gue!!" Ucap Liah setengah berteriak dan menangis.


"Masalah buat lo ha?" Ucap Elang sinis.


"Udah Lang, jangan kasar sama cewek!" Ucap Katrina mengelus punggung Elang.


"Halah, gak usah munafik deh lo! Gue jijik sama kalian berdua!!" Ucap Liah sinis.


"Liah!! Apa apaan lo ngomong gitu sama Katrina!" Bentak Elang, mata Liah kembali berkaca-kaca saat Elang membentak nya. Ini adalah kali pertama Elang membentak Liah.


"Gue. udah. terlanjur. kecewa. sama. lo!" Ucap Liah dingin menekan kata katanya,


Dengan perasaan kecewa dan marah, Liah melepas cincin tunangannya kemudian membuang nya ke sembarang arah. Dia sudah tak tahan dengan kelakuan Elang yang semakin hari semakin dingin padanya.


"Gue mau hubungan kita berakhir!" Ucap Liah datar sambil menghapus air matanya.


"Itu kata kata yang gue tunggu dari mulut lo!" Sinis Elang.


Liah diam mematung, sesaat kemudian wajah penuh amarah terlihat diwajahnya. Dia keluar dari hotel dengan perasaan campur aduk kek gorengan bakwan. Alam seakan mengikuti rasa hati milik Liah, hujan turun membasahi tubuh Liah yang berlari menuju markas, Angin, hujan dan suasana sunyi menjadi saksi bisu perasaan Liah hari ini.


"Gue benci sama lo, gue benci Lang gue benci sama Lo hiks..."


"Kenapa hikss.. kenapa lo pergi saat gue udah jatuh terlalu dalam sama perasaan lo! Kenapa Lang.. kenapa!!!"


Suara Liah terendam oleh hujan saking derasnya, dia kemudian duduk ditengah jalanan yang sepi dengan menyatukan kedua lututnya. Dia memeluk lutut nya sendiri dan menenggelamkan wajahnya disana. Yah Liah menangis dalam diam.

__ADS_1


"Kenapa tuhan? kenapa? apa engkau menghukum hamba atas dosa dosa hamba dengan ini??"


"Tuhannn.. Liah benci sama Elangg!!"


Liah mendongakkan kepala keatas saat merasakan tubuhnya tak lagi merasakan derasnya air hujan, seorang pemuda tampan berdiri dengan menggunakan payung warna hitam. Sangat hitamm, sunyi.. seperti hati Liah saat ini. Liah hanya memandang sekilas kemudian kembali menenggelamkan wajahnya.


"Jangan salahkan tuhan, semua adalah takdir. Ingat kata gue, Garis jodoh dan kematian sudah diatur oleh tuhan saat kita lahir. Dan apa pun itu, jangan salahkan tuhan. Tuhan hanya ingin menjadikan hambanya makhluk yang kuat!"


"Tuhan juga bakal membenci lo karena lo nyakitin diri sendiri. Apa dengan nyakitin diri dan menangis, masalah lo bakal selesai??"


"Jawabannya adalah tidak,"


Liah makin menangis menjadi-jadi saat Valley menuturnya dengan kata kata lembut, Liah berdiri kemudian memeluk Valley erat. Dengan sengaja, Valley melepas payungnya hingga payung tersebut terbang.


"Hahaha.. payung nya terbang deh!" Gurau Valley mengelus rambut Liah.


"Gue sedih jika lo sedih, lo bahagia gue sedih. Itulah kita!" Ucap Valley lagi.


"Apaan sih, mana ada begitu!" Kesal Liah melepas pelukannya kemudian menatap Valley kesal.


"Hahaha.. kalau ngambek lucu, jangan sedih lagi ya?" Ucap Valley mengacungkan jari kelingkingnya.


Liah mengangkat sebelah alis, sesekali dia mengusap wajahnya yang terkena air hujan.


"Janji dulu sama gue!" Ucap Valley.


"Iya, gue janji gak bakal sedih lagi!" Ucap Liah tersenyum hangat.

__ADS_1














Maaf yah yang lagi bingung sama alur ceritanya😊, yang bingung tolong kakau baca jangan tergesa gesa. Kasih slow aja😆.


Kira² Elang kenapa Yah?? Ada yang tau kah?? Hehehe.. simak terus yah.😊

__ADS_1


Oh iya. Sama satu lagi, karena ini mendekati ending. Author mohon sebesar besarnya, tolong yang mau ngehujat jangan dulu yah.. kalau ada yang menghujat author akan tamatin walau belum sampai ending. Tapi juga jangan gak komen, harus komen dan like.. wajib hehehe, makasih😊😊


__ADS_2