
"Jaga bicara lo!" Sinis Katrina kembali menampar Leo.
"Lo belum tau kalau sebenarnya Elang itu...
"Katrina diam!!" Bentak Elang keras membuat Kartina bungkam dan menatap Leo sinis.
"Elang kenapa? Lo kalau ada masalah jangan dipendam sendiri, utarakan aja, siapa tau kita bisa bantu!" Ucap Leo yang mereda emosinya.
"Gimana lo bisa ngebantu kalau lo aja selalu pake emosi!" Hardik kesal Katrina.
"Diamlah dasar cerewett!!" Ketus Leo.
"Huftt.. gue bakal jujur, tapi gue minta tolong lo rahasia'in ini dari Liah. Gue gak mau buat dia sedih!" Ucap Elang tersenyum kecut.
"....." Leo dan Katrina menjadi mendengar baik cerita Elang.
__ADS_1
"Gue tau, umur gue udah gak lagi panjang. Gue ngelakuin ini demi Liah agar sewaktu saat gue nanti meninggal, dia gak bakal sedih dan tersenyum disaat gue tiada. Mungkin dengan berpura-pura selingkuh masalah gue selesai dan gue mati dengan damai!"
Katrina terisak saat mendengar ucapan sepupunya, gadis itu berhambur ke pelukan Elang dan terisak disana. Elang hanya tersenyum tipis dan mengelus rambut sepupu kesayangannya.
"Lo, hikss.. jangan ngomong gitu!! Lo bakal panjang umur Lang. Hikss.." Isakan Katrina terdengar menyakitkan.
"Jangan gitu, manusia yang hidup pasti tiada di dunia ini. Kematian tak mengenal umur Kat!" Ucap Elang membalas pelukan sepupunya.
"Gue udah sayang sama lo kek kakak lo sendiri dan lo mau ninggalin adik lo gitu??" Kelas Katrina membuat Elang terkekeh.
"Maafin gue, tapi gak seharusnya lo nyembunyiin ini dari Liah. Dia bakal nekat kalau suatu saat tau kebenarannya." Ucap Leo dengan suara serak.
"Gue tau Le, dan gue mohon jaga Liah saat gue tiada nanti. Gue sayang sama dia!" Lirih Elang melepas pelukannya.
Katrina menarik lengan Leo menjauh dari Elang, Katrina mengajak Leo ke lorong yang sepi. Leo sebetulnya kesal dengan Katrina yang berani memegang lengannya. Dengan tatapan tajam Katrina menatap Leo dan begitu sebaliknya.
__ADS_1
"Apa apaan lo ngajak gua kesini?" Ketus Leo.
"Lo sekarang udah tau semuanya kan? Dan asal lo tau aja, tanpa sepengetahuan adek lo atau lo sekali pun, gue sering mengikuti Elang kemanapun dia pergi, karena apa?"
"Karena gue udah tau penyakitnya dari awal, beberapa tahun dia tak merasakan penyakitnya demi ngebahagian Liah!"
"Beberapa tahun ia selalu menemani Liah disaat susah maupun sedih, walau penyakit mematikan perlahan menggerogoti tubuhnya!'
"Tak ada yang tau kecuali gue, Elang dan tuhan. Saat dia berjalan jalan dengan Liah saat itu rasa sakitnya kumat dan dia pusing. Dia meminum obat pereda nyeri. Dan lo masih nyalahin Elang gitu?" Katrina menatap dalam Leo yang sedang menunduk menyembunyikan air matanya.
"Haahh.. gue tau, lo pasti gak percaya kan? dan itu akan terbukti nanti. Andai gue tuhan, gue gak bakal bikin ujian di hubungan Elang dan Liah!" Ucap Katrina menghembuskan nafas panjang.
"Gue percaya, tapi apa gue harus merahasiakan ini dari Liah?" Ucap Leo sendu.
"Harus! bukan demi Elang. Tapi demi adek lo agar suatu saat dia tidak menjadi gila karena kehilangan Elang!" Ucap Katrina meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Dia sepupu gue yang paling gue sayang. Gue mohon hikss.. !!"