
Pagi pagi sekali Amel bangun dan langsung berwudhu dengan air yang ia bawa kemarin, jam sepagi itu teman teman yang lain belum bangun juga, Amel melaksanakan kegiatan sholat shubuh nya setelah selesai Amel memakai jaket lalu keluar dari tenda untuk menikmati udara pagi.
"Seger banget udara disini!" Ucap Amel menghembuskan udara.
Amel berjalan terus hingga menemukan sebuah kayu yang tua, Amel duduk sambil menghangatkan badannya karena cuaca disini sangatlah dingin.
Ceklek.
Suara dahan pohon membuat Amel terkejut sementara, ternyata itu guru pembimbing outdoor learning nya. Amel tersenyum kemudian mengecup punggung tangan guru tersebut sambil tersenyum manis.
"Pagi bu!" Ucap Amel ramah.
"Selamat pagi juga, kamu pagi pagi kok udah disini?" Tanya Bu Winda.
"Iya bu tadi habis sholat terus jalan jalan aja nikmatin udara, kan jarang ngerasain udara kek gini dikota!" Ucap Amel tersenyum ramah.
"Hmm bagus kira kira nanti malam kita bisa adain acara nggak ya?" Ucap Bu Winda.
"Acara? Memang kenapa bu?" Ucap Amel lalu meneguk minumannya.
"Ya secara kan kemarin ada kelompok orang jahat, untungnya ada 5 cewek pemberani nyelametin kita." Ucap Bu Winda membuat Amel batuk batuk.
Uhukkk.. uhukkk...
"Ehh kok bisa sampai batuk batuk sih?" Ucap Bu Winda.
"Uhukk.. Ngga apa apa kok Bu." Ucap Amel ngeles.
"Yaudah ibu tinggal dulu ya!" Ucap Bu Winda diangguki Amel.
Amel kembali menikmati udara disana sungguh sejuk apalagi disini tepatnya belum tercemar banyak tumbuhan dan hewan hidup bebas dialamnya. Disaat Amel asik menikmati udara tiba tiba seseorang menarik bahu Amel dan memeluk nya dari belakang.
"Ehh??" Pekik Amel lalu menengok kebelakang.
"Alshad!! Jahil banget sih!" Ucap Amel kesal.
__ADS_1
"Lagian lo disini sendirian kalau kesurupan gimana?" Ucap Alshad.
"Yaela ngga akan kesurupan juga lepasin dulu ini gue ngga bisa gerak!" Bantah Amel.
"Iya iya bawel!" Ucap Alshad lalu melepas tangannya.
"Kalau bang Lindra tau Mampos kau." Ucap Amel tajam membuat Alshad menelan salivanya dengan susah payah.
Alshad ada niatan untuk menggoda Amel, Alshad pun menangkup wajah Amel dia ingin mencium pipi Amel.
"ANAK ANAK KITA SEKARANG KUMPUL!" Teriakan Kak Rully membuat semua bangun cepat cepat.
Wkwkwkw kasian hahaha untung ada kak Rully makasih kakak.
Anjer baru aja mau berduaan sama Amel ada aja yang ganggu.
"Shad lepas dipanggil kak Rully tuh!" Ucap Amel kesal.
"Cium dulu dong!" Goda Alshad memonyongkan bibirnya.
"Kok sepuluh sih kelamaan itu!" Bantah Alshad.
"Mau ngga? kalau ngga yaudah!" Ucap Amel pura pura ngambek.
"Iya iya gue hitung 10." Ucap Alshad lalu menutup mata.
Wkwkwk tunggu aja kalau sampe gue nyium lo hahaha.
"Oke gue hitung ya.. "
1
2
3
__ADS_1
4
5
6
7
8
9
10
"Mel cepetan!"
"Mel lo masih disini kan??"
"Katanya mau nyium gue?"
Karena tak ada sahutan Alshad membuka matanya ia membelalakan matanya karena terkejut.
Cup.
"DINO LO NGAPAIN DISINI MAIN NYOSOR AJA!" Ucap Alshad jijik sambil mengusap ngusap bibirnya.
"Katanya tadi kamu minta dicium say, jadi ya aku cium lah, kamu kok gitu sih say mau lagi ya?" Ucap Dino dengan manjanya.
"Yeekkk jijik gue, lo itu laki bngst pergi sono!" Ucap Alshad jijik.
Anjer gue dikerjain Amel bukannya nyosor yang bening bening malah dapet banci apes banget bat!!
Dibalik pohon seorang cewek tertawa terpingkal pingkan sambil mengabadikan video seorang kakak kelas dicium sejenisnya dengan manjanya.
"Hahaa Alshad Gay hahaha." Ucap Amel tertawa memegangi perut sesekali menghapus air matanya yang menetes.
__ADS_1