
CEKITTTTTTTTSSSTTT!!!!!
"Brukkk... "
"ASTAGA ALSHAD!!!" Teriak Kania histeris sambil memegang jidat nya yang terbentur dashboard mobil.
"Hahaha maaf Mah!" Ucap Alshad enteng.
"Ada apa sih??" Ucap Kania kesal.
"Hahaha tadi ada katak ditengah jalan jadi kasian kalau ke tabrak." Jelas Alshad membuat Kania melongo.
"Hah? Jadi cuma karena Katak kamu buat jidat Mama jadi bakso bang Somad!!" Ucap Kania histeris membuat Alshad menahan tawanya.
"Pffttt hahaha kalau bakso, Alshad mau Ma hahaha!!" Ucap Alshad kembali menjalankan mobilnya.
"Kamu itu ya!!" Ucap Kania kesal.
Alshad hanya cengar cengir lalu tersenyum kikuk melihat jidat Mamanya benjol segede Bakso Special yang isinya telor ayam. Tiba tiba..
CEKITTTTTTTSSSTTTTT..
BRUKKK..
"ALLSHAAADDDDD!!!!!" Teriak Kania membuat Alshad terkejut.
"ALLAH YA ROBI HAMBA MAU HIDUP!!" Teriak Alshad membuat Kania melotot kearahnya.
"Apa lagi kok ngerem mendadak!!" Ucap Kania emosi.
"Aduh Mama tadi didepan ada barisan semut nyebrang! Amel biasanya pesan kalau 'hati hati ntar ketabrak semut' Nah sebelum nanti kita ketabrak semut kita berhenti dulu!" Ucap Alshad membuat Kania naik darah.
Yaallah kenapa engkau tak membunuh hamba saja ~Kania.
"Dasar anak nggak waras!!" Umpat Kania menonyor kepala anaknya agak kasar.
"Aduh Mahhhh!!!" Pekik Alshad.
"Apa mau bantah??" Ucap Kania tajam membuat Alshad terdiam.
"Nggak nggak jadi." Ucap Alshad fokus dijalan.
*
Alshad dan Kania sampai diMansion megah milik keluarga Gemalafana, disana hanya ada Ryan dan Marisa. Alshad turun dengan senyuman dan Kania turun dengan kesal. Bayangkan saja bakso eh maksud author benjolan segede itu ada dua didahi Kania membuatnya kesal karena ulah anaknya. Alshad berjalan kearah pintu dan mengetuknya.
__ADS_1
tok
tok
tok
Ckelak..
"Eh Aden, Masuk den, nyonya ada didalam." Ucap Bibi diangguki Kania.
Bibi mempersilahkan Alshad dan Kania masuk, saat di dalam Alshad dan Kania melihat bahwa Marisa melamun sambil meneteskan air mata.
"Ma, kasian tante Marisa ya?" Ucap Alshad pelan.
"Iya." Jawab singkat Kania.
"Itulah sebabnya saya tak mengizinkan Marisa untuk berziarah ke makam Amel!" Suara tiba tiba dari belakang membuat Alshad dan Kania terkejut.
"Astaga!!" Pekik Keduanya bersamaan.
"Mari duduk!" Ucap Ryan tersenyum diangguki Keduanya.
"Sayang ada tamu ini!" Ucap Ryan mengelus sayang rambut istrinya.
"Eh Kania, sini duduk dulu!" Ucap Marisa diangguki Kania disusul Alshad.
"Nggak kok, cuma kangen aja." Ucap Marisa terkekeh kecil.
"Tante, Kak Lindra kemana kok sepi?" Ucap Alshad.
"Lindra diluar negeri menyelesaikan studynya dia juga gk kuat kalau disini terus." Ucap Marisa.
"Maaf Tante." Ucap Alshad merasa bersalah.
"Tak Apa!" Ucap Marisa tersenyum.
Mereka asik berbincang bincang hingga pukul 8 malam, saat sedang asik mengobrol pawang Shella dan Axello lari terbirit birit kearah Marisa dan yang lain.
"Nyonya, Tuan, huh... huh... huh.. it.. itu.. huh.. Shella dan Axel berontak lagi, sekarang mereka lepas dari kandang." Ucap pengawang itu membuat Marisa membelalakkan mata.
"Hah kok bisa?" Ucap Marisa pucat.
"Sayang tenang!" Ucap Ryan.
"Dia bisa membunuh kita dalam semalam jika tak terkendali." Ucap Marisa cemas.
__ADS_1
Itulah semenjak kehilangan Amel, Shella dan Axello juga merasakan kehilangan sesosok yang sering bermain dengan nya (Shella dan Axello). Kini tak ada hingga membuat Shella dan Axello berontak dan menjadi lebih garang, ganas. Bahkan sebulan yang lalu pawang yang lama harus masuk rumah sakit karena cakaran juga gigitan 2 harimau besar itu.
"Tante ada apa?" Tanya Alshad panik.
"Dia menjadi liar sejak kehilangan Amel." Ucap Ryan cepat.
"Bagaimana kalau Alshad yang menenangkan, dulu kan waktu pertama kali masuk Shella dan Axello tenang sama Alshad." Ucap Alshad memberi saran.
"Jangan nanti kalau ada apa apa gimana?" Ucap Marisa.
"Ya masuk rumah sakit!" Jawab Alshad enteng membuat Kania mendelikan mata.
"Nggak, percaya deh sama Alshad nggak akan terjadi sesuatu sama Alshad!" Ucap Alshad meyakinkan lalu Marisa mengangguk pelan.
Alshad berjalan didepan diikuti yang lain dibelakang, sampai di taman Alshad melihat 2 ekor harimau sedang meraung raung sambil memperhatikan sekitar, Alshad masuk perlahan.
"Hai Shella, Hai Axello apa kalian masih mengingat ku?" Ucap Alshad pelan mencoba mendekati Shella.
GGGRRR GRAUNGG!!
"AH!!"
"AlSHADD!!"
•
•
•
•
•
•
•
•
Muehehehe maap gantung lagi author mau bobo siang🤣, maap ye kalau tidak memuaskan kalian☺. Harap like👍🏻 favorite🖤komentar agar author tau kesalahannya. Juga Vote.
Author banyak banyak terima kasih buat yang udah Like, Komen, Vote dan Fav. Semoga sehat selalu..
Love you all...
__ADS_1
Devidy~