
Hari ini hari yang ditunggu tunggu siswa siswi kelas 10 maupun kelas 11. Ya, hari ini akan diadakan perkemahan sebelum ujian akhir berlangsung, dan hari ini juga bertepatan dengan berdirinya Black Lion organisasi mafia baru yang diketuai oleh Amel, Aurel,Aqilla,Nayshilla dan Yumna, semua terdiri dari perempuan.
Organisasi ini mampu mensejajarkan tingkat dengan cepat, sekarang saja Black Lion berada diurutan ke tiga setelah Thunder. Mereka juga merahasiakan jati dirinya. Okeh skip saja kembali ke perkemahan, saat ini Amel bersama abangnya yang enggan melepas adiknya jauh.
"Udah lah bang cuma tiga hari doang!" Ucap Amel kesal.
"Tapi abang khawatir dan punya firasat buruk dek!" Ucap Lindra.
"Amel ngga akan kenapa napa kok. Yaudah Amel masuk ke bis dulu ya." Ucap Amel mengecup pipi kakaknya lalu masuk.
Lindra menemui Alshad sebentar, dia membicarakan hal serius kali ini. Ia tak mau kalau adik satu satunya kenapa napa.
"Jagain adek gue!" Ucap Lindra dingin.
"Gue pasti jaga adek lo kok tenang ajaa!" Balas Alshad.
"Gue pegang kata kata lo!" Ucap Lindra sinis lalu pergi.
"Gila, Lindra gitu amat ya?" Ucap Gerald.
"Biasa, dia kan ketos udah biasa kek gitu!" Balas Ellshad.
______________________________
Didalam Bus, Aqilla dan Aurel sedang debat karena tempat duduk. Amel yang ada disana menutup kuping karena kesal, sahabatnya itu tak henti hentinya berdebat karena tempat duduk. Padahal, tempat duduknya akan diatur sesuai absen dan dengan kelas sebelas.
"Stop diem gue yang duduk sama Aqilla! Ribut aja dari tadi!" Balas Amel emosi.
"Iya iya ngga asik lo!" Tukas Aurel pergi.
Amel duduk dengan Aqilla, Amel menoleh dan mendapati wajah Aqilla dengan seriusnya membuat Amel mengerutkan dahi. Tumben tumbenan Aqilla berfikir sangat serius? biasanya akan ia anggap sebagai candaan semua masalah yang ada.
"Kenapa lo?" Tanya Amel.
"Gue rasa mereka tak akan tinggal diam. Lo bawa topeng?" Ucap Aqilla pelan.
"Sans gue udah bawa, untung lo cepat tanggap!" Ucap Amel bangga.
"Ya iya lah gue kan pinter!" Ucap Aqilla bangga,
__ADS_1
Memang Aqilla dan Yumna termasuk cepat tanggap dalam urusan bela diri dan yang paling lemot adalah Nayshilla karena Nayshilla sendiri baru kali ini masuk kedunia yang kejam ini serta, dia juga tak pernah memegang pistol dan teman temannya. Nayshilla juga sangat lemot saat menghindari serangan waktu berlatih bela diri, beberapa kali tangan dan kakinya terkirlir membuat teman teman yang lain menggelengkan kepala.
"Anak anak apa semua sudah masuk?" Ucap Bu Winda.
"Sudah Bu!!"
"Oke, akan ibu absen tapi sebelum itu kelas 10 duduk sendiri sendiri!" Ucap Bu Winda.
"Lah kok?? Ini pasti nanti dicampur sama kelas 11 wanjer!" Umpat Nayshilla datar.
"Wkwkkww kasian yang nanti digoda kak Gerald wkwkwk!" Goda Aurel sedangkan Nayshilla mengerucutkan bibirnya.
"Tu bibir monyong minta dicium?" Tanya Aurel dengan watadosnya.
Nayshilla membelalakan matanya, dengan segera ia menonyor kepala Aurel yang Nayshilla kira otak Aurel sedikit gesrek karena terlalu lama berdekatan dengan Gerald si playboy kaleng kaleng kelas kakap cap badak.
"Gila lo gue masih normal, lo pindah gue disini!" Ucap Shilla.
"Bodo!" Balas Aurel lalu duduk dibelakang Nayshilla sendiri.
Semuanya nampak berebut duduk satu sama lain, sedangkan Amel dkk hanya diam menunggu semua tenang baru pindah.
"Sudah bu!"
"Oke!" Balas Bu Winda.
Bu Winda mempersilahkan kelas 11 MIPA 3 masuk dan mengambil bangku masing masing, banyak siswi yang teriak histeris ngga jelas melihat Alshad dkk masuk dengan tampang cool nya.
"Kak duduk sama gue!"
"Enak aja sama gue aja!"
"Sini Kak Gerald duduk sama aku!"
"Aku sama Kak Alshad aja deh!"
"Kak Aldo!!!"
"Kak Ellshad!!"
__ADS_1
Alshad dkk tak menghiraukan teriakan itu sama sekali. Mata mereka berempat berbinar melihat cewek mereka duduk acuh sambil melihat ke jendela. Kompak sekali. Alshad langsung duduk disebelah Amel, Gerald dengan Aurel, Ellshad dengan Nayshilla. Aldo dengan Aqilla. Amel tak menyadari kehadiran Alshad karena ia memandang kearah jendela sambil memasang Earphone. Hingga Alshad mulai dengan kejahilannya ia menarik Earphone milik Amel.
"Astaga lo kek hantu aja, dimana mana ada, ngagetin orang pula!" Ucap Amel kesal karena lamunannya dibuyarkan oleh Alshad.
"Lagian lo itu ngelamun mulu ntar ketempelan lo!" Ucap Alshad.
"Iya nih dedemitnya dipinggir gue!" Cibir Amel, Alshad yang mendengarnya hanya tertawa.
"Mana ada hantu ganteng kek gini!" Ucap Alshad sambil tertawa.
"Bodo gue mau tidur!" Ucap Amel lalu memejamkan matanya perlahan.
Tak lama mungkin 10 menit kemudian Amel sudah dalam alam mimpinya, Alshad yang melihat Amel tertidur bersandar pada pundaknya pun tersenyum, Alshad memindahkan kepala Amel dari pundaknya. Membenarkan tubuh Amel saat tidur agar dia nyaman dipangkuannya.
"Kalau tidur manis banget. Kok bisa gue suka sama lo!" Gumam Alshad mengelus rambut Amel.
Ditempat lain Aldo duduk bersama Aqilla walaupun mereka sama sama dingin tapi kalau bertemu akan sangat cerewet kek rumus matematika.
"Aq!" Panggil Aldo.
"Apa kak?" Tanya Aqilla.
"Gue mau tanya kan lo pinter bahasa inggris nih, nah pukul 9 P.M itu malam atau pagi." Tanya Aldo tersenyum memandang Aqilla.
"Oh itu Malam kak." Jawab Aqilla polos.
"Malam juga Qilla sayang!" Ucap Aldo mengelus rambut Aqilla.
Deg..
"Yaallah gue dikerjain." Ucap Aqilla kesal mencubit pinggang Aldo.
"Aduh aduh sakit sayang!" Ucap Aldo siswi lain nampak iri karena sikap Aldo pada Aqilla berbeda.
"Sayang sayang! Gombalannya ngga lucu tau!" Ucap Aqilla memalingkan wajahnya yang memerah.
"Ciee ngga lucu tapi kok Blushing wkwkkw!" Balas Aldo.
"Ah tau ah gue mau tidur aja!" Ucap Aqilla memejamkan matanya.
__ADS_1
Aldo juga melakukan hal serupa seperti Alshad dia menaruh kepala Aqilla yang tertidur dipangkuanya lalu memeluknya. Perjalanan ini mengasikan bagi kelas 11 dan kelas 10 yang memiliki pasangan atau yang lagi PDKT an mungkin. Semua nampak hening karena banyak yang sedang istirahat di bus.