Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
PEMBUNUHAN RAISA SEKELUARGA SEASON 2~REVISI


__ADS_3

Bella terus berlari hingga sampai di markas RG,B semua mafioso tertunduk saat melihat Bella masuk.


"Huh.. huh.. huh.." Nafas Bella terdengar karena kelelahan berlari, ia masuk kemarkasnya.


"Selamat datang Nona." Ucap Mafioso menunduk.


"Hmm.." Balas Bella singkat.


Bella masuk lalu menuju ruangan khusus pemimpin ruangan Papa dan Mamanya juga ruangannya disamping ruang utama, Bella masuk dengan wajah ditekuk.


"Mama!! Kenapa Mama nggak bantuin aku??" Ucap Bella manja.


"Maaf sayang, tapi Mama sama Papa bangga sama kamu bisa bunuh anaknya Frisslly!" Ucap Raisa menyeringai.


"Hmm tidak seperti Mama mu yang hanya bisa menyuruh!" Ucap Deka Papanya Bella.


"Tau tuh!! Kita sekarang Party!!" Ucap Bella senang.


Diluar Markas, para mafioso dari BS dan BL sudah ada ditempatnya. Tak lama mobil para ratu mereka datang meluncurkan peluru ditangannya masing masing.


Dorr..Dorr... Dorr..

__ADS_1


Yumna sebagai snniper handal telah menghabisi penjaga dari jarak jauh, Marisa hanya menggunakan kode tangan memerintah anak buahnya maju untuk memberikan jalan.


Sesuai permintaan, anggota BS dan BL maju, kini Marisa, Ryan, Alshad, Yumna, Aqilla, Aurel dan Nayshilla melompat dari mobil langsung berlari masuk. Mafioso RG,B yang tak siap banyak yang mati.


Sringg... Sring... Dor.. Dor.. Dorr.. Kraakkss... Srieeaass..


Yumna, Aqilla, Aurel dan Nayshilla menjaga dari belakang karena mereka semua snniper.


Sedangkan Alshad, Marisa dan Ryan langsung mendobrak paksa pintu utama.


brakk..


Mereka bertiga datang berjejer membuat Raisa, Bella dan Deka terkejut.


"Bisa karena aku malaikat maut mu!" Ucap Marisa dingin.


"Heh ap- " Belum selesai Deka bicara, Ryan telah memberi bogeman untuk Deka.


"Alshad, kamu ngapain disini? Kita akan balikan kan?" Ucap Bella merayu Alshad.


"Dasar Penghianat!!" Ucap Alshad menembak lengan Bella.

__ADS_1


Dorr...


"Aahhh..."


Tanpa sepatah kata apapun lagi Marisa menyerang Raisa dengan bruntal, Ryan dengan Deka juga Alshad dengan Bella. Alshad tak peduli dengan keadaan ia menancapkan pisau lipat ke jantung Bella seketika Bella mati ditangan Alshad, juga Marisa yang menyerang Raisa tanpa ampun ia menyayat, dan menusuk nusukan pisau ke jantung Raisa beberapa kali walau sudah mati. Begitu juga dengan Ryan yang melakukan hal serupa dengan Marisa dan Alshad.


"Hiks... Nak maafkan Mommy!! Mommy udah bunuh penyakit dikeluarga kita, semoga kamu bahagia." Ucap Marisa lirih lalu menangis tanpa mengusap darah yang muncrat di mukanya.


Mereka bertiga menangis dalam diam cukup lama, hingga akhirnya berusaha mengatur nafas lalu beranjak keluar mansion.


"Kak Zeka tolong bakar mansion ini!" Ucap Marisa dengan mata membengkak.


"Hmm kamu jangan terlalu larut, aku turun berduka!" Ucap Zeka lalu pergi.


Ryan menuntun Marisa kembali ke mobil, melepas jubahnya yang terkena darah, mengusap lembut rambut Marisa lalu pergi meninggalkan tempat.


Aqilla dkk mendekat kearah Alshad, menepuk pelan bahunya.


"Jangan terlalu larut, kami juga kehilangan sahabat sekaligus Leader kami!" Ucap Yumna meneteskan air mata lalu pergi.


"Kami pergi dulu." Ucap Aurel pelan menahan tangis begitu juga Aqilla dan Nayshilla yang sudah menangis sesenggukan.

__ADS_1


Alshad tanpa menjawab ia masuk ke mobil, menjalankannya kearah pantai yang pernah ia datangi bersama Amel. Sesampainya disana ia berdiri membiarkan angin laut menerpa wajahnya. Sekelebat memori datang saat Amel mencipratkan air juga pasir dulu.


Guys aku udah usahain Up walau keadaan nggak mendukung, jangan lupa like, komentar dan vote nya ya☺


__ADS_2