
Setelah puas menertawai kakaknya, Amel pergi ke kamar nya dilihatnya buku yang awal sampulnya berwarna hitam bercampur emas, mata nya berkaca kaca hatinya menginginkan Amel untuk membacanya namun bertolak belakang dengan pikirannya yang enggan mengingat masa lalu. Ia pun memutuskan untuk mandi 15 menit kemudian Amel selesai dengan rutinitas mandinya, ia memakai jubah putih mengambil jilbab warna hitam dibalutnya ke kepala nya memoles sedikit bedak dan liptint di bibirnya. Setelah itu ia turun dari kamarnya melihat diruang keluarga ada sang mommy, Daddy dan Bang Lindra yang telah berganti baju.
"Mom, Dad, Bang, Amel mau ke makam Ronald dulu ya?" Ucap Amel tersenyum melihat keluarganya terdiam.
"Sayang kamu cantik banget kalau pake hijab." Ucap Ryan mewakili Marisa yang mengangguk.
"Iya dek 3 tingkat lebih cantik dari biasanya!" Ucap Lindra.
"Hahaha bisa aja, kan mau ke makam!" Balas Amel tersenyum.
"Yaudah mau mommy temani?" Tanya Marisa.
"Ngga mom, Amel butuh privasi!" Ucap Amel tersenyum dan semuanya mengangguk.
Amel melangkahkan kakinya ke garasi, ia memilih menggunakan mobil yang tak terlalu mencolok, dipanaskan sejenak mesinnya lalu ia tancap gas ke makam. Tapi sebelum itu Amel mampir ke toko bunga, ia membeli bunga untuk berziarah juga sebuket bunga mawar putih. Sampailah dia dimakan, tempat yang seram mungkin dan juga sepi.
__ADS_1
"Sendirian kesini serem juga yak!" Gumam Amel pada diri sendiri.
Setelah berucap demikian serasa punggung Amel ada yang menepuknya pelan, Amel pun merasa terkejut.
"YaAllah hamba mu ini masih ingin hidup ya Allah, tuan pocong eh nona kunthi jangan sakitin Amel ya!!" Ucap Amel sambil menutup kedua matanya menggunakan tangan namun bukannya pergi malah semakin kencang tepukannya.
"Aaa.. neng kunti jangan, jauh jauh sama Amel, jual gado gado sono jangan disini!!" Ucap Amel lagi. Mana ada neng kunti jualan gado gado mamank.
"Hahaha mana ada neng kunti jual gado gado!" Ucap seseorang membuat Amel menatapnya kesal.
"Aduduh duh Mell sakit jangan ditarik telinga gue nanti molor!" Ucap seseorang itu siapa lagi kalau bukan Alshad.
"Aduh.. lagian lo di makam teriak teriak nanti kalau nih penghuninya bangun gimana??" Ucap Alshad akhirnya Amel melepas jewerannya sambil bergidik ngeri.
"Lo ngapain disini?" Ucap Amel kesal.
__ADS_1
"Tadi ditelpon tante Marisa lo ada di makam jadi kesini deh!" Ucap Alshad sedangkan Amel hanya mengangguk.
"Yaudah lo tunggu dimobil gue butuh privasi!" Ucap Amel ketus sedangkan Alshad hanya diam dan berbalik ia menyadari bahwa Amel butuh waktu bersama Ronald.
Amel berjalan setelah kepergian Alshad, ia mencari nisan yang beratas nama kan Ronaldo Bara Andita. Ia pun menemukan nya lalu duduk dan mulai lah pembicaraannya dengan kekasih yang beberapa waktu ini kembali mengisi ruang waktu ruang hati milik Amel yang sunyi.
"Nald, gue kangen sama lo, lo kenapa sih tinggalin gue? Apa lo udah ngga sayang sama gue?" Ucap Amel dengan mata berkaca kaca.
"Hahaha, lo gak adil tau nggak. Lo disono enak enakan sama bidadari, lah gue yang nelen getah nya." Ujar Amel tertawa hambar.
"Maaf.. Maaf.. Maaf.. untuk semuanya yang telah gue lakuin sama lo, jujur kehilangan lo dulu buat gue jadi orang pendiam dan dingin, setelah lo hadir kembali kenapa lo bawa luka lagi. Lo bawa perasaan lo pergi bersama lo, gue pingin ikut sama lo!" Ucap Amel meneteskan air matanya.
"Maafin gue akhir akhir ini gue deket sama cowok lain, tapi asal lo tau Nald, nama lo akan tetap berada ditempat yang paling terindah dihati gue. Gue minta maaf ya semoga lo ngga marah, gue kesini bawa mawar kesukaan lo loh." Ucap Amel sambil menangis dalam diam.
Setelah sedikit bercerita, Amel membaca do'a untuk Ronald lalu menaburkan bunga, dan menaruh sebuket bunga mawar putih tadi dipinggir nisannya, Dipeluknya nisan Ronald lalu menciumnya dengan kasih sayang.
__ADS_1
"Gue pamit ya Nald, jaga diri baik baik!" Ucap Amel meninggalkan makam disertai jatuhnya air mata di makam Ronald.
Kuy lah guys berikan Like, komen dan yang terpenting adalah Vote nya. Author ngga minta banyak kok seikhlas nya saja hehehe.. thank you all๐น๐น