Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
EXTRA CHAPTER


__ADS_3

"Biasa, Aqilla sama Aldo, Nayshilla sama Ellshad, dan Aurel sama Gerald lagi dikamar, bisa bisa nya dia dimarkas mesra mesraan!" Gerutu Yumna.


"Hahahaa lo sama Zicko aja, dia kan ganteng tuh, jomblo juga wkwkwk!" Ucap Amel membuat kedua sejoli itu bersemu merah.


"Hahaha nah tuh kan pipinya jadi merah semua!" Goda Amel.


"Sayang jangan digoda mulu kasihan!" Suara Alshad terdengar dari telpon membuat Yumna dan Zicko tersenyum senang.


"Hahaha iya iya maaf, gue tutup. Bye!" Ucap Amel.


"Bye Queen!"


tut.


Amel kembali memasukan ponselnya di tas jinjing miliknya, ia menatap perutnya yang lebih besar dari sewajarnya. Ia mengusap ngusap pelan perut buncitnya.


Semoga kamu hidup nanti tidak ke dunia gelap sayang! ~Batin Amel.


"Kamu capek?" Tanya Alshad.


"Iya ini berat dan ukurannya lebih besar!" Ucap Amel tersenyum.


"Istirahat lah!" Jawab Alshad tapi tak digubris oleh Amel.


Tiba tiba Amel teringat akan perkataan Kania tentang Naura, dia juga sempat mengawasi Naura dulu yang gerak gerik nya seperti menyukai Alshad terlalu dalam.


"Kak, apa dulu hubungan kakak dengan Naura?" Tanya Amel pelan.


"Sahabat saja, kenapa emang?" Ucap Alshad.


"Nggak apa apa sih, apa dia tidak menjadi seperti yang sebelumnya?" Ucap Amel takut Naura akan nekat.

__ADS_1


"Tidak, dia bukan wanita seperti itu, dia merelakanku dan mungkin minggu depan dia akan menikah dengan CEO besar Bram Company!" Jelas Alshad membuat Amel bernafas lega.


"Syukurlah!" Balas Amel.


"Cemburu ya???" Goda Alshad menoel hidung Amel.


"Apaan sih siapa yang cemburu, orang aku cuma mikir nanti kan yang kena imbasnya anak kita!" Ucap Amel memalingkan wajah lalu memijit pundak Alshad.


"Iya aku percaya sama kamu!" Ucap Alshad tersenyum.


"He'em!" Balas Amel.


"Enak ya punya istri, kalau capek dipijitin, kalau pulang disambut, makan ada yang nyuapin, tidur ada yang nemenin. Masakannya enak lagi!" Ucap Alshad terkekeh begitu juga Amel.


"Ada ada aja!" Ucap Amel.


______________________________


"Zicko kita butuh bantuan, kirim secepatnya dimarkas utama!!" Ucap Yumna panik dan langsung mematikan telpon.


Dor!!


Dorr!!!


Kreakkk!! Bugh, Bugh!!


Sreasshh!!


Ceklek, Ceklek!!


"Aduh Mamp*s gue, pelurunya habis!" Gerutu Yumna.

__ADS_1


"Hahaha kehabisa isi nona?" Ucap musuh dari belakang Yumna.


"Eh?"


Dor!!


"Kau tidak apa apa?" Tanya Aqilla cepat.


"No, i'm fine!" Ucap Yumna beralih ke ketana.


Mereka mendapatkan bantuan dari Black Swan sebanyak 500 orang terpilih karena musuh mungkin ada 2000 orang yang datang dan baru 1000 dilenyapkan. Zicko berada disamping Yumna dan yang lain berjaga dari samping dan belakang.


"Awas hati hati mereka memiliki jarum racun!" Ucap Zicko lirih.


"Iya!" Jawab singkat Yumna.


Mereka menyelesaikannya dalam jangka waktu satu jam sedikit lambat dari biasanya karena tanpa Amel. Zicko sedikit lengah dan hampir tertusuk jarum tersebut.


"Zicko awas!!" Pekik Yunmna menghalau jarum tersebut dengan tangannya lalu menebas kepala sipenyerang.


"Awhhh!!" Ucap Yumna dan pertarungan selesai.


"Yumna!!" Pekik Zicko menggendong Yumna masuk ke mobil untuk dilarikan Dirumah sakit.


Di markas semua yang terluka dibawa diruang penyelamatan diruangan bawah tanah.


"Queen mengapa kalian menggunakan baju tidur bukan jubah?" Tanya seorang mafioso heran.


"Eh astaga aku lupa!" Ucap Aqilla, Nayshilla dan Aurel menatap tajam Aldo, Gerald dan Ellshad.


"Malam ini tidur diluar!" Jawab mereka bertiga kompak.

__ADS_1


__ADS_2