
"Garing tau nggak!" Ucap mereka berbarengan lalu tertawa melihat Ellshad yang gagal merayu.
Disaat mereka tertawa lepas datanglah seseorang yang membuat hati Alshad kesal, siapa lagi kalau bukan toge bumbu kacang si Reyhan. Cecunguk yang akan menjadi saingannya untuk mendapatkan Amel.
"Amel gue boleh duduk disini?" Tanya Rey.
"Boleh aja terserah kalau mau gabung." Ucap Amel lalu meneguk milkshake nya.
"Lo kalau minum kek anak kecil deh hahaa!" Ucap Rey lalu mengusap bibir Amel dengan jarinya, Amel hanya diam mematung.
Damn apa yang nih curut lakuin!! Batin Alshad.
"Ehmmm." Deheman Alshad membuat dua sejoli itu tersadar.
"Emm thank you!" Balas Amel tersenyum.
Alshad yang melihat senyum Amel pun geram, biasanya Amel akan selalu memasang wajah galaknya disemua orang. Namun, senyum itu seperti tidak ada paksaan. Hal ini lah yang membuat Alshad tak mengerti akan sifat Amel yang sulit ditebak.
"Apaan sih lo caper banget." Ujar Alshad kesal hingga mukanya memerah.
"Lo kenapa Al, mukanya kok muka lo merah lo sakit?" Ucap Amel menempelkan punggung tangannya didahi Alshad.
Yang lain hanya bisa diam saling bertatap mata melihat ketiga sejoli yang merebutkan satu cewek. Mereka tersenyum karena Alshad, Amel, dan Reyhan terjebak cinta segitiga yang rumit. Dimana mereka juga termasuk most wanted.
"Iya gue sakit, Sakit hati!" Ucap Alshad pelan.
__ADS_1
"Eh??"
"Ciee.. pengakuan uhuyy..."
"Emang gitu kenyataannya." Ucap Alshad enteng lalu menarik lengan Amel.
"Mau kemana?" Tanya Rey.
"Bukan urusan lo!" Ucap Alshad menekan kata katanya.
"Kok lo yang sewot!" Ucap Rey nyolot mendorong Alshad.
"lo"
"lo"
"Lo apa apaan sih Rey? Jangan harap lo bisa lukain orang orang yang ada didekat gue, lo aja baru kenal sama gue!" Ucap Amel meninggikan suaranya.
"Karena gue suka lo Mel!" Ucap Rey sedikit berteriak.
"Tapi lo ngga berhak ngalakuin hal kaya tadi." Ucap Amel emosi.
"Serah lo, tapi asal lo tau gue akan buat cara apapun agar lo bisa jatuh cinta sama gue. Dan gue minta maaf!" Ucap Rey, melihat Rey merasa bersalah, Amel pun tak bisa menahannya.
"Hmm gue maafin tapi jangan lakuin hal kek tadi!" Ucap Amel melembut lalu pergi bersama Alshad dan sahabat sahabatnya.
__ADS_1
Alshad mengajak Amel taman belakang sekolah yang sepi untuk semua sahabat sahabatnya. Setelah sampai ia menatap Amel lekat, digenggamnya kedua tangan Amel, lalu mengambil nafas menghembuskan nya.
"Mel gue ingin lo tau perasaan gue selama ini ke lo, Gue suka sama lo. Entah sejak kapan perasaan ini hadir dengan sendirinya, contoh nya seperti tadi lo deket sama cowok lain hati gue sakit. Gue menerima lo apa adanya dengan status lo seperti yang kemaren. Setiap saat gue pasti mengingat lo. Gue sayang sama lo Mel, Lo mau kan jadi pacar gue?" Ucap Alshad menatap Amel penuh harap.
"Al, gue belum tau perasaan gue sesungguhnya, disisi lain gue juga masih sayang sama Ronald. Gue belum bisa terima lo, tapi kalau lo bisa ngebuat gue jatuh cinta sama lo mungkin lain jawaban!" Ucap Amel tersenyum manis.
"Berarti lo ngasih gue kesempatan buat ngedeketin lo?" Ucap Alshad berbinar dan Amel mengangguk.
Dengan segera Alshad memeluk Amel dengan erat hingga semua sahabat nya terharu. Amel hanya diam, rasa sakit hatinya perlahan lahan mulai ke ngikis dan tergantikan dengan orang yang masuk keruang cinta nya lagi. Secepat itukah mencari pengganti? Amel menggelengkan kepala, tentu saja benteng yang ia buat tidak cukup kuat menerima respon Alshad yang mirip dengan Ronald.
"Haduh.. terhura gue!!" Ucap Nayshilla mendramatisir. Ellshad yang mengetahuinya pun tersenyum.
"Lo mau? Kalau mau langsung KUA sama gue juga ngga apaa apa!" Ucap Ellshad menarik turunkan alisnya membuat Nayshilla blusshing. Hal serupa juga terjadi seperti Aurel dan Gerald.
Namun beda dengan Aldo dan Aqilla. Mereka berdua sedang asyik makan coklat berdua duduk di kursi taman.
"Enak?" Tanya Aldo tersenyum tipis. Sedangkan Aqilla mengangguk dan membalas senyuman ya.
•
•
•
••
__ADS_1
•••
Hai kakak kakak tolong bantu vote nya dong, author lagi ikut kontes nih, mohon dukungan like and vote nya ya ditunggu thank you😉😉