
"Kau membicarakanku?" Liah terperanjak kaget saat seseorang laki-laki tinggi sedang bermain bola basket berada didepannya.
"Cih, percaya sekali anda!" Elang mengerutkan dahi saat mendengar nada bicara Liah yang beda dari biasanya, sangat ketus.
"Lo marah?" Pertanyaan tersebut terlontar dari bibirnya begitu saja membuat beberapa murid yang ada disana tercengang.
Seseorang Deandra Elang Sadewa sedikit kesal karena mendengar nada ketus gadis? Oh, no itu mungkin jin tomang yang lagi singgah diraga Elang.
"....."
"Eh cewek rese!" Panggil Elang sekali lagi namun hanya dilirik Liah dkk.
Tanpa menjawab Liah dkk beranjak pergi dari sana setelah tersenyum kepada Leo, Alan dan Valley membuat siswa lain iri. Sebelum Liah benar-benar pergi, ia sempat memberikan tatapan tajam miliknya untuk Elang seakan mengatakan 'Gue bakal cari bukti!"
Elang hanya bergidik bahu lalu melanjutkan latihan basketnya yang tertunda.
___________________
Liah menggunakan baju serba hitam seperti menampakan 'aku lah malaikat maut mu!' pada seseorang penghianat yang ada dimarkas utama Black Swan dan Black Lion.
Begitu juga Amel, Alshad dan Leo yang menggunakan warna baju serupa. Mereka berempat naik mobil hitam dengan stiker bagian samping bertuliskan B2LS (Black Lion Swan). Melihat mobil pribadi tersebut, para pengendara langsung menepi memberikan jalan, karena kalau mobil khusus tersebut melintas, artinya ada misi khusus yang akan diselesaikan satu keluarga tersebut.
"Mama, apa nanti Mama akan menyuruh Liah yang membunuh?" Tanya Liah dengan menunduk.
"He'em malam ini kita party Red Bloode, Liah!" Ujar Amel tersenyum devils nya.
"Astaga.. mungkin hanya aku disini yang tidak akan membunuh orang, kalian bertiga memang sangat sadis!" Gerutu Alshad mengundang tawa dari ketiganya.
"Kalian tau.. dulu waktu Papa mu tergila-gila dengan Mama. Mama mengajak Papa di markas utama untuk membunuh seseorang, dan Papa mu sangat takut melihatnya bahkan tidak berani melihat mayat orangnya!" Ucap Amel terkekeh kecil membuat Alshad kesal.
__ADS_1
"Bernarkah itu Papa?" Tanya Leo penasaran sedangkan Liah yang mengangguk angguk.
"Mana ada, Mama mu saja yang kelewat sadis saat membunuh orang!" Elak Alshad membuat tawa Amel makin pecah.
"Hahaha bahkan lo gak mau ikut waktu gue mau kemarkas lagi.. cuma waktu tempur aja ngebacking dari belakang!" Ucap Amel setengah mengejek.
"Itu buat penjagaan ya!" Bela Alshad lagi.
"Papa cemen sih, lihat Liah, Mama sama bang Leo, kita jarang pake backing. Ya nggak bang, Ma?" Ucap Liah mengedipkan sebelah mata.
"Iya dong, kita kan pemberani!" Jelas Leo dan Amel bersamaan membuat Alshad terpojokan.
"Kalian memang hobby membuly Papa!" Gerutu Alshad membuat Amel gemas.
"Uh.. suami ku sayang.. nggak kok nggak dibully suayang deh sama kamu!" Ucap Amel menangkup pipi Alshad membuat Alshad luluh, namun.
"Kalian memang setan kecil Papa. Dari dulu segede upil, sekarang segede beras, sama aja.. gak pernah kasih kesempatan buat berduaan!" Kesal Alshad membuat Liah dan Leo tak terima.
"Oh, jadi gitu.. okeh fine.. bang nanti, emm.. Donio kita lepas dikamar utama kali ya.." Ucap Liah sambil mengetuk ngetukan jarinya didagu membuat Alshad menelan salivanya susah payah.
NB: Donio adalah serigala besar dan ganas yang hanya menurut pada Liah dan Leo saja. Bahkan saat melihat Amel dan Alshad kuku kuku Donio langsung menajam, apalagi kalau melihat Alshad.
"Iya yah, apalagi Donio belum pernah makan daging manusia." Celetuk Leo membuat Alshad panik karena Liah maupun Leo tidak pernah main main dengan ucapan maupun ancaman yang terlontar dibibir mereka.
"Eh jangan lah, anak anak Papa kan kesayangan Papa masa ngebiarin Papa diterkam Donio!" Rengek Alshad membuat kedua bocah tersebut terkekeh.
"Dih, Papa cemen!" Kesal Liah.
_____________________
__ADS_1
Mobil pribadi B2LS melesat menuju jalanan sepi akan penduduk, bahkan satu rumah pun tak ada disana, karena ditengah hutan. Hanya ada satu mansion besar yaitu Markas utama Black Swan, sedangkan Black Lion berada didalam bangunan bekas pabrik tepung yang disulap sedemikian rupa menjadi bangunan bersih namun menyeramkan dari dalam maupun luar.
"Mama nanti Liah sama Leo yang diMarkas BL aja ya!" Pinta Leo yang mengerti kondisi Liah saat membunuh orang.
"Hmm baiklah, kali ini lihat dan pelajari. Ingat, kalau kalian menghadapi musuh, jangan pake hati ingat?" Perintah Amel diangguki Liah dan Leo.
"Kalau Mama tau gue ngelepas target, pasti Mama kecewa" Batin Liah sedih.
"Kalau gue sih gak berperasaan, tapi adek gue dalam masalah.. karena selalu menggunakan hati!" Batin Leo berteriak.
"Yaudah kalian boleh main sesuka kalian, Papa mau ikut Mama biar terbiasa menghadapi darah wkwkw!" Canda Alshad membuat kedua anak nya tersenyum.
"Oky Papa!" Sahut Liah dan Leo.
Setelah kepergian Alshad, Liah mengajak Leo untuk kekolam belakang yang berisi ikan piranha besar dan buaya yang berbeda kolam. Liah menghembuskan nafas pendek sebelum menatap kembarannya.
"Bang, jangan bilang ke Mama ya.. kalau gue pernah ngelepas leader Snow White." Gumam Liah pelan.
"Tenang aja, dan sesuai perintah Mama. Lo lain kali jangan pake hati saat menyerang!" Ucap Leo diangguki Liah.
Mereka duduk bersantai sambil memperhatikan kolam didepannya. Bukan kolam sih, khusus ikan piranha itu adalah aquarium besar. Tak lama beberapa mafioso mengangkat mayat seseorang yang tak lagi berbentuk tanpa kepala diceburkan diaquarium untuk makanan ikan piranha membuat Liah mual.
"Hoekkm.. bang.. Hoeekkk..!" Entah mengapa Liah selalu mual saat melihat mayat manusia tak berkepala dan mengeluarkan darah dari lehernya membuat Leo bingung.
"Keluarin aja gak apa apa!" Ucap Leo memijit tengkuk Liah.
"Maaf apa perlu kami bantu?" Tanya salah satu mafioso.
"Nggak kok, emm.. tolong panggilin Mama aja." Pinta Leo diangguki mafioso nya.
__ADS_1