
Mereka pun memesan makan, lalu sesuai janjinya Amel menyuapi Alshad sekali kali ia menjahili Alshad juga. Saat sudah selesai Alshad dan Amel bercanda dan berbincang sedikit.
"Okeh jadi seberapa jauh kamu mengira aku masih hidup?" Tanya Amel sambil menarik turunkan alisnya.
"Okeh yang pertama adalah Rossery Angela dancer terkenal dari negara B yang menutupi identitasnya, yang kedua adalah gadis yang ada dikampus, ketiga CEO dari Angellita Group, keempat gadis yang menghipnotis kedua harimau milikmu, kelima gadis yang menjatuhkan gelang dirumah sakit!" Ucap Alshad tersenyum lalu memasangkan gelang milik Amel ke tangan Amel kembali.
"Benar, semua yang kau curigai benar hanya kurang satu, apa kau menyadarinya?" Tanya Amel tersenyum memandangi gelangnya.
"Mungkin gadis tadi malam!" Ucap Alshad, Amel yang mendengarnya langsung memeluk erat tubuh Alshad.
"Makasih, Makasih kamu udah ngejaga hati kamu selama hampir 4 tahun ini!!" Ucap Amel berkaca kaca.
"Sudah lah sayang, aku sudah berjanji akan menjaga hati kecil ini untuk tak berpaling. Dan kau berhutang cerita padaku!" Ucap Alshad sambil mengusap air mata Amel yang menetes.
"Aku akan cerita tapi saat dirumah, malam ini aku tidak pulang dan besok tolong kamu dan keluargamu dirumahku ya!" Ucap Amel diangguki Alshad.
"Tapi kenapa harus besok?" Tanya Alshad.
__ADS_1
"Sekarang sudah larut sayang." Ucapan Amel membuat Alshad terbang karena ini pertama kalinya ia memanggil Sayang.
"Kau akan tidur dimana?" Tanya Alshad.
"Disini kak, ini Caffe milikku ada satu kamar disini!" Ucap Amel tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku juga tidur disini!" Ucap Alshad.
"Hei kita belum muuhrim!" Ucap Amel ketus.
"Aku tak akan berbuat macam macam sayang, boleh ya?" Tanya Alshad merengek dan akhirnya disetujui oleh Amel.
"Kak.." Ucap Amel disela Alshad.
"Please just like this for a minute, honey!" Ucap Alshad dengan suara serak.
Oh ayolah aku hanya khawatir dia lepas kendali~Amel Violettha Fariiqueen.
__ADS_1
Amel tak mau begitu banyak bergerak, ia langsung memejamkan matanya dan terlelap dalam alam mimpi, begitu juga Alshad yang sebisa mungkin menahan diri agar tidak lepas kendali dan merusak anak orang. Mereka sama sama tidur dengan nyenyak, hingga sinar matahari pagi mulai masuk melalui fantilasi udara disana. Amel yang bangun terlebih dahulu pun melihat masih ada tangann Alshad disana, Ia menyingkirkan tangannya perlahan lalu duduk disamping Alshad.
"Terima kasih telah menjaga hati mu Kak." Ucap Amel pelan lalu mengecup pipi Alshad sekilas.
Alshad yang setengah sadar dari tidurnya pun mendengar ucapan Amel dan dia sebenarnya sudah bangun karena Amel bermain main dengan alisnya namun dia tetap memejamkan mata menikmati usapan Amel yang ia rindukan selama ini.
"Huh jam 06.30 aku sampai melewatkan waktu shubuh!" Gumam Amel penuh sesal.
"Huamm sayang kau sudah bangun?" Ucap Alshad sambil mengucek kedua matanya.
"Sudah, Kak kamu mandi dulu gih habis itu aku!" Ucap Amel.
"Nggak berdua aja sayang??" Goda Alshad.
"Minta mati ya?" Hardik Amel dengan tatapan mautnya.
"Hahaha tidak aku bercanda!" Ucap Alshad lalu pergi kekamar mandi.
__ADS_1
Diam diam Amel tersenyum memandangi Alshad dari belakang.
Dia masih sama seperti dulu, sama sama hangat ~Amel Violettha.