Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~KELUARNYA EGO YANG KESEKIAN KALI.


__ADS_3

Pagi-pagi Liah berangkat sendiri ke sekolah karena Leo sudah berangkat lebih dulu. Dia berjalan sepanjang koridor kelas dengan pelan. Dia juga merasa heran saat orang-orang yang berpapasan dengan nya menatap sinis kearah Liah.


"Tumben, biasanya pada teriak gak jelas!" Gumam Liah kemudian melanjutkan jalannya menuju kelas.


Namun, saat melewati lapangan Liah dihadang oleh 3 cewek yang berpenampilan macam chili chilian yang menatap nya sinis.


"Hmm.. primadona SSHS ternyata seorang wanita penggoda!" Ucap gadis didepan Liah.


"Siapa yang lo maksud," Ucap Liah bingung.


"Ya lo lah, cewek yang menggoda tunangan gue!" Ucap nya lagi.


"Maksud lo?" Liah makin tak paham dengan pembicaraan gadis didepannya.


"Gak usah munafik lo, pura-pura gak tau. Lo kan yang godain Elang tadi malam di taman!" Liah melihat name tag Sasha.


"Eh maksud lo apaan sih, gue gak paham suer dah!" Kesal Liah.


"Girls tunjukan!" Perintah Sasha diangguki keduanya.


Salah satu teman Shasha bernama Alicia membuka ponselnya, disana ada video dimana Liah menarik tubuh Elang hingga jatuh dan menindih tubuhnya. Liah membelalakan mata, bagaimana bisa ada Video tersebut sedangkan di taman tak ada seorang pun.


"Uh.. gak usah kaget lah, sekali jal*ng tetap ja*ang!!" Teriak Visca.


"Asal lo tau, ada alasannya kenapa gue narik tubuh Elang sampe jatuh di tubuh gue!" Ucap Liah emosi.


"Masih ngelak lagi gengs!!" Ucap Sasha makin memanas manasi.


"Huuuuu!! dasar penggoda!!"


"Gue nggak nyangka,"


"Ternyata cuma cover doang si Liah baik!"


"Huuuuu!!!"


Grusak grusuk cibiran mulai terdengar dipendengaran Liah, dia menahan sekuat tenaga ego yang akan muncul. Tubuhnya bergetar menahan sisi egonya. Matanya mulai sedikit memburam pertanda perubahannya akan segera datang. Tangannya mengepal berusaha melawan.


_________________________________

__ADS_1


Disisi lain, Leo sedang duduk menahan emosi di ruangan OSIS bersama Elang dan yang lain. Dia tak sengaja melihat berita Liah dengan Elang yang ada diforum sekolah. Tangan Leo mengepal hendak menghabisi Elang.


"Bukan gue, gue ataupun Liah gak bakal ngelakuin hal serendah itu!" Jelas Elang yang ke 25 kali namun dianggap angin lewat oleh Leo.


"Kalau lo laki, lo harusnya bisa ngehapus fitnahan yang menyebar di fans lo!" Umpat Leo tak habis pikir.


"Iya sabar, gue disini juga mikir!" Bentak Elang.


"Heh, pecundang!" Umpat Leo, sedangkan Elang dia memilih diam.


Suasana menjadi hening sejenak sebelum ada beberapa sahabatnya masuk dengan tergesa-gesa dengan wajah panik dan khawathir.


"Leo leo leo.. mam'pus Liah mulai kepancing emosi woy!!" Ucap Celsea tersendat sendat.


"Biarin lah!" Ucap Elang acuh.


Semua menoleh, menatap tajam kearah Elang. Seakan tau, Elang menjawab tatapan mereka semua.


"Biarin biar dihajar sama Liah. Biar kapok!" Santai Elang membuat Leo dkk membelalakan mata.


"Lo gila? Lo ngebiarin Liah dalam keadaan emosi bisa aja satu sekolahan dibunuh sama Liah dalam hitungan jam!" Bentak Viani.


"Lo belum tau siapa Liah, jadi jangan sok tau!" Bentak Neona.


"Udahlah, ngomong sama dia lebih baik kita ke Liah atau habis!" Lerai Leo.


*


Kembali ke Liah, saat ini gadis didepan Liah sudah bermandikan darah yang keluar dari pipi nya, bahkan dibawahnya beberapa gigi sudah tercabut dari tempatnya. Dan disamping gadis tersebut ada cowok yang sok jadi pahlawannya Sasha namun ikut babak belur karena tenaga Liah tak terkendali.


"Aduh gawat Yo, udah habis nih!" Ucap Celsea menggigit jari jarinya.


Leo menatap Elang sinis, "Karena lo terlibat. Gue mau lo yang ngembalikin emosi Liah!" Ucap Leo dingin.


Tanpa banyak omong, Elang langsung membelah kerumunan. Dia berjalan mendekati Liah yang bersiap menghabisi kedua orang tersebut. Semua orang hanya diam tak mau melerai karena takut akan kemarahan Liah.


"Hei Hei sadar oke.. ini bukan dirimu. Sadar!" Ucap Elang halus dan lembut berusaha menenangkan Liah.


Liah menoleh sambil tersenyum sinis, Elang terkejut saat melihat warna pupil Liah berwarna ungu gelap bagian kanan dam ungu terang bagian kiri.

__ADS_1


"Mau jadi pahlawan juga?" Ucap Liah tersenyum smirk.


Elang hanya diam, tiba-tiba Liah menyerangnya dengan gerakan acak membuat Elang terkejut, dengan cepat dia menghindari dan menepis serangan Liah. Dia tak membalas pukulan Liah karena kalau membalas pun akan makin membuat nya emosi.


"Bugh bugh bugh.. Eghh..."


Liah terdiam, dia memegangi kepalanya yang pusing. Dia jatuh terduduk setelah ditahan bebannya oleh Elang. Dengan segera, Elang menggendong Liah menuju kelas karena di uks sedang ada Sasha dan pria itu.


"Liah Liah, bangun oi, gajah comberan bangun astoge!!" Umpat Neona sambil menciprat kan air ke muka Liah.


"Jangan bangunin, lebih baik dia pingsan atau lo ikutan koid!" Hardik Viani yang kesal dengan Neona.


"Tau ah!" Kesal Neona.


Elang memangku kepala Liah, dia membuka kelopak mata Liah dengan tangannya. Disaksikan semua sahabatnya, warna mata Liah perlahan mulai kembali berwarna seperti semula.


"Ah, syukurlah!!" Ucap semua lega.


"Tugas lo kurang satu, hapus berita itu!" Ucap Leo hanya ditatap oleh Elang sinis.


Elang tak menghiraukan ucapan Leo. Dia sibuk dengan Liah yang sedang pingsan dipangkuannya. Beberapa saat kemudian, seorang siswi datang dengan wajah menunduk takut. Dia mendekati Elang dan yang lain.


"Kalian semua dipanggil kepsek diruangan Bimbingan Konseling!" Ucapnya sambil menunduk.


Leo memijit keningnya yang sedikit pusing, "Hmm, lo boleh balik!" Singkat Leo membangunkan adik kembarnya.


Leo duduk dihadapan Elang, Leo mengambil telapak tangan Liah, Leo mengusap tangannya perlahan sambil memejamkan mata. Tak lama kemudian membuat Liah terbangun dari pingsannya.


"Ng..


" Liah udah bangun lo?" Ucap Celsea memegang tangan Liah.


"Menurut lo?" Ketus Liah membuat sahabat sahabatnya tersenyum.


"Gue habis apaan yak, rasanya lemes banget oye!" Ucap Liah memegangi kepalanya.


"Udah jangan banyak gerak, sekarang kita ke Ruang BK. Gue gendong!" Ucap Elang datar tak terbantahkan.


"Eh!! Lepasin woy! Gua bisa jalan sendiri!!" Umpat Liah terkejut saat Elang menggendong nya tiba tiba.

__ADS_1


"Gak usah bawel, diem aja!" Dingin Elang membuat Liah pasrah.


"Serah lu deh toge!" Pasrah Liah dihadiahi tatapan lembut oleh Elang.


__ADS_2