Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
CALON MANTU SEASON 2~REVISI


__ADS_3

Suara pagi pagi seorang cowok ganteng menggema dikamar Amel, membuat yang empunya kamar bangun karena terganggu dengan suara Lindra yang mengganggu tidur nyenyak nya sebagai sejarah orang cantik.


"WOY ADEK BANGUN, NTAR KESIANGAN!!" Teriak Lindra sambil menggoyag goyangkan tubuh adiknya.


"Iya woy, gue denger bang, jam berapa sih pagi pagi kek toa." Umpat Amel bangun.


"Hahaha baru jam 5 lebih seperempat sih." Ucap Lindra cengengesan.


"Njerr kurang ajar, gangguin orang tidur aja. Kalau gini mana bisa tidur lagi." Ucap Amel lalu pergi mandi sedangkan Lindra hanya cengengesan lalu pergi.


Untung kakak gue! Batin Amel.


25 menit kemudian Amel sudah siap dengan seragamnya, ia pun turun untuk sarapan, dengan wajah yang malas, dia berjalan dengan kusut sambil menyeret tas nya.


"Morning Mom, Dad, Bang." Ucap Amel mencium pipi keduanya.


"Morning Girl!" Balas mereka kompak.


Amel POV


Gue sarapan dengan tenang, sampai bang Lindra mulai mengganggu gue yang sedang asik dengan makanan yang gue suka sampe mood gue ancur seketika. Cuma beberapa hal yang menyangkut mood gue, yaitu Alshad Argadinata. Mendengar namanya aja pen gue gorok bolak balik tuh leher ampe putus, kalau udah gue jadiin rempeyek kepiting bakar, Mantul kagak noh?


"Dek??" Panggil Bang Lindra.


"Hmmm!!" Gue hanya berdehem.


"Lo nanti mulai jadi guru nya Alshad kan?" Ucap Lindra menahan tawa.


"Ish lo itu bang, bikin mood gue ancur seketika." Ucap gue mendramatisir.


"Hahaha lo itu bukan hanya guru pendamping tapi lo itu harus ada setiap dia kerkel." Ucap Lindra cengengesan.


"Mbahas apaan sih bang?" Ucap Dady ikut nimbrung.


"Ah males mbahasnya itu mulu. Mom Axello udah makan pa belom? Kalo belom nih bang Lindra mau Amel cincang." Ucap gue kesal lalu berangkat duluan.


"Kamu itu bang, buat adek kesel aja." Ucap Mommy.


"Hahaha maaf mom, DEK TUNGGU GUE!" Teriak Lindra.


"CEPETAN!!" teriak gue dari depan.

__ADS_1


"Ada apa sih Sayang??" Ucap Ryan pada Marisa, Marisa pun menceritakan semuanya, Ryan nampak mengangguk.


Amel POV end.


______________________________


Amel menendarai motor sportnya santai ke sekolah, banyak yang melihat kagum. Amel lupa bahwa disekolah seharusnya ia tak memakai motor. Dia juga tak memakai rok, melainkan training karena tak mau repot dengan pakaiannya.


"Cih merepotkan, tau gini gue bolos!" Ucap Amel lalu pergi.


Saat diperjalanan ia tak melihat kedepan, ia asik dengan pikirannya hingga ada yang menabraknya untuk kesekian kali lagi dan lagi makin membuat mood Amel anjlok.


Brukk!!


"Auuu.. Baungsad!" Umpat Amel meringis, ia melihat ada yang mengulurkan tangannya.


"Maaf gue bantu?" Ucap cowok itu siapa lagi kalau bukan Alshad.


"Huffftt..ngga bisa apa lo ngga nabrak gue?" Ucap Amel kesal.


"Iya mangkanya gue minta maaf Queen!" Ucap Alshad menggoda.


Tuh anak kesambet apaan kok sifatnya dingin gitu? Batin Alshad.


Sesampainya dikelas Amel meletakan tasnya di kursi, dia menelungkupkan kepalanya di meja kemudian tertidur dengan nyenyak untuk sejenak, tapi suara Nayshilla membuarkan perjalanan nya menuju mimpi indah bersama cogans oppa oppa korea yang ia dambakan.


"Kenapa Mel?" Tanya Nayshilla.


"Bdmd!" Balas singkat Amel.


"Yaella, Mell gitu aja lo singkat." Ucap Aurel sewot


"Please gue lagi males debat." Ucap Amel.


Selama jam pelajaran pun Amel kali ini memperhatikannya dengan serius tidak seperti biasanya yang sering menggoda guru kelas hingga guru itu naik darah.


________________________


Saat pulang sekolah pun Amel mendapati Alshad ada di depan kelas Amel. Amel berdoa kalau Alshad semoga lupa dengan perjanjian yang mereka buat dengan Bu Sartika, itu semua lagi lagi hanya menjadi ilustrasi Amel semata.


"Ada apa?" Ucap Amel dingin.

__ADS_1


"Hari ini gue kerkel!" Ucap Alshad, Amel hanya mengangguk.


Alshad menyuruh Amel masuk mobilnya, dan entah mengapa Amel menurutinya begitu saja. Soal motor Amel, Alshad sudah mengurusnya dengan mengirim anak buah Alshad. Alshad melajukan kerumahnya. Di rumahnya Alshad disambut oleh Wanita paruh baya yang masih cantik.


"Itu Mama gue!" Ucap Alshad sambil tersenyum, Amel mengangguk.


"Asalamualaikum Ma!" Ucap Alshad sopan.


Hahaha bisa gini juga si Alshad.


"Selamat siang tante!" Ucap gue menyalami.


"Kamu pacarnya Alshad ya?" Tanya orang itu tersenyum Amel membalas senyumannya.


"Eh, bukan tante. Saya adik kelasnya kak Alshad dan guru pembimbing nya Alshad!" Ucap Amel manis.


Haduh senyumnya manis banget, Eh? Ngga mungkin sadar Shad!! Batin Alshad.


"Yah, tante kira kamu pacarnya. Yaudah deh mari masuk teman teman Alshad ada didalam." Ucap Orang itu.


Amel digiring menuju ruang tamu, teman teman Alshad semua melongo karena Alshad tak pernah mengajak cewek kerumahnya. Mamanya Alshad dan Amel ikut gabung bersama teman teman Alshad dan berkenalan, salah satunya ada Ellshad dan Gerald.


"Loh Amel?" Ucap Ellshad.


"Iya!" Balas Amel.


"Kalian udah saling kenal?" Tanya Mamanya Alshad dan Ellshad mengangguk.


"Emm yaudah perkenalkan nama tante, Kirana. Kamu Amel kan?" Ucap tante Kirana.


"Iya tante!" Ucap Amel.


"Hahaha jangan panggil tante panggil Mama aja!" Ucap Kirana membuat Amel tersenyum kikuk.


"Iya tan eh Ma." Ucap Amel teman teman Alshad pun menahan tawa.


"Gimana Ma? Cantik kan? Pantes dong buat jadi calon mantu?" Ucap Ellshad membuat Amel batuk batuk.


"Hahaha kamu betul. Amel sekarang calon mantu mama." Ucap Kirana girang.


"Hah calon mantu??"

__ADS_1


__ADS_2