
"Gue gak nyangka sama lo Lang!" Sinis Celsea kemudian pergi dari sana.
"Kita kecewa sama lo!" Ucap Neona dan Viani secara bersamaan kemudian menyusul Liah dan Celsea.
Elang hanya menggedikan bahu acuh kemudian berjalan menuju tempat seorang gadis yang tersenyum kearahnya.
"Udah?" Tanya nya dengan senyum merekah.
"Udah, kita pulang or jalan jalan?" Tanya Elang sambil merangkul bahu gadis tersebut.
Dari kejauhan, hati Liah sangat hancur melihat tunangannya merangkul mesra gadis lain. Liah tak sanggup untuk menjadi pura pura kuat kembali. Dia paling tak suka dengan namanya penghianatan, sungguh bukan dia.
"Gue mau pulang." Singkat Liah kemudian berjalan menuju parkiran.
"Liah, gue antar!" Ucap Neona.
"Gak perlu, thanks!" Singkat Liah kemudian tersenyum.
Apa apaan dia ini? Seperti ini masih bisa tersenyum ~Neona.
Semakin lo tersenyum, semakin dalam pula luka tersebut ~Celsea.
Fake Smille, semoga ada hikmah dibalik semua ini Liah ~Viani.
Liah mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan, baru kali ini juga dia seperti gadis broken home. Gadis yang liar, saat ini Leo tak tau masalah adiknya, karena dia berbeda kampus dengan Liah. Liah mengejar mobil Elang yang berjalan mendekati lokasi hotel bintang 5 ditengah kota tersebut.
__ADS_1
"Gak, gak, gakk, bilang ke gue kalau semua ini mimpi!!" Ucap Liah dengan deraian air mata.
"Elang.." Lirih Liah memukul stirnya.
Mobil Liah berhenti dibelakang mobil Elang dengan jarak 5 meter, tangannya bergetar melihat Elang merangkul tubuh gadis dengan mata kepalanya sendiri. Elang masuk kesana dengan senyuman yang tak pernah luntur. Hati Liah sakit, sangat sakit. Mungkin rasanya seperti ditusuk ratusan jarum racun hingga membuatnya sulit bernafas.
Sudah hampir 15 menit, Liah telah selesai menangis. Dia menarik nafas panjang sebelum berjalan masuk kedalam hotel. Dia berhenti di depan resepsionis yang memandang nya heran. Pantas saja karena penampilan Liah agak tidak baik, mata merah dan sembab, rambut sedikit berantakan, hidung dan pipinya memerah seperti orang flu. Liah tak menatap sang resepsionis, dia hanya menyebutkan nama Elang singkat.
"Deandra Elang Sadewa!" Singkat Liah datar menahan tangis.
"Maaf, kami menjaga privasi setiap pengunjung disini..
Bughh..
Kata-kata sang resepsionis terhenti saat uang setumpuk dalam amplop ada dimeja nya. Liah tak mau ambil pusing saat ini, hati nya benar benar berkecamuk. Dengan uang yang lebih, semua beres bagi Liah. Tak ada hambatan, karena hal seperti ini hanya diselesaikan dengan mudah.
Tanpa sepatah kata apa pun, Liah menyambar kunci kemudian berlari menuju lift kemudian keluar ke lantai 3 untuk mencari kamar yang dimaksud. Beberapa kali ia salah mengetuk pintu saking emosinya. Ia berhenti saat menemukan nomor kamar yang sesuai. Dia membuka pintu menggunakan kunci cadangan.
Brakk!!
Pintu ditendang keras membuat gadis yang sedang tertidur disofa terbangun. Mata Liah memerah dan berkaca-kaca saat melihat ada bercak darah ada disprei ranjang hotel.
"Katrina ada apa?"
Mata Liah terhenti melihat Elang baru saja keluar kamar mandi dengan bertelanjang dada. Dan hanya melilitkan handuk di tubuh bagian bawahnya.
__ADS_1
Liah menahan tangis sebisa mungkin saat melihat Elang dengan penampilan seperti itu. Pikiran negatif sudah memenuhi pikirannya saat ini.
Plakk..
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Muehehehew maap gantung, maap juga author belum balas komentar kalian. Jujur author ngakak parah baca komentar kalian yang lagi kesel badai.. wiwiwiiww.. maap ye wkwkwk.. udah dekat sama ending nya nih.. siapkan hati Siap kan pikiran eaa😆😆.
__ADS_1
Beberapa episode lagi.. akan terjawab semua rasa kesal dan penasaran kalian. Author minta maaf ya, kalau ada yang baper nangis dan sebagainya.. Terima kasih atas apresiasinya😊😊