Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
KECELAKAAN SEASON 2~REVISI


__ADS_3

"Den ini kemana dulu?" Tanya sopir Ronald.


"Oh dijalan XXX nanti ada mansion putih itu alamatnya." Ucap Ronald sambil tersenyum.


"Oh baik den." Ucap Supir


Tak lama kemudian mobil Ronald sampai dimansion milik Amel. Ia pun turun dari mobil menggendong Amel untuk masuk ke mansion. Beberapa orang uang ada disana terkejut karena melihat Amel yang ada digendongan Ronald. Marisa dengan panik dia bertanya kepada Ronald.


"Loh loh Amel kenapa?" Tanya Marisa terkejut saat ada didepan rumah.


"Hehehe ini cuma ketiduran kok tante." Ucap Ronald cengengesan.


"Eh kirain yaudah tolong kamu bawa masuk ya." Ucap Marisa tersenyum lega.


"Siap tante!" Ucap Ronald lalu masuk, menaruh Amel di kamar nya dengan hati hati.


"Maaf mungkin ini untuk terakhir kalinya." Ucap Ronald lirih lalu mencium kening Amel.


Ronald keluar dari kamar Amel, dia berjalan menuruni tangga, kemudian mendekati Marisa yang ada di ruang keluarga. Sebelum itu, dia menghela nafas panjang sebentar sebelum berbicara dengan Marisa.


"Tante saya pamit mau pulang, saya sama mau pamit mungkin ini terakhir kalinya." Ucap Ronald pelan.


"Kamu memang mau kemana? kasian Amel, dia tuh jadi dingin karena kamu tinggal dulu." Ucap Marisa.


"Ngga tau tante perasaan saya ngga enak." Ucap Ronald lalu berpamitan.


"Hati hati dijalan nak!" Ucap Marisa diangguki Ronald.


____________________________

__ADS_1


"AKHHHHHH!!!" Teriak Amel kencang membuat seisi rumah menuju kamarnya.


"Kamu kenapa dek??" Tanya Lindra ngosngosan karena berlari diikuti Marisa dibelakangnya.


"Iya sayang kamu kenapa?" Tanya Marisa.


"Amel mimpi nikah sama Ronald Mom, bang. Tapi Amel ngga bahagia sama sekali, cuma Ronald yang senyum!" Ucap Amel menjelaskan.


Perasaan ku kok ngga enak ya.


"Udah sayang kan itu cuma mimpi jadi jangan dipikirin." Ucap Mommy.


"Iya de-


Let it go... let it go... (Nada dering hp Amel)


Ronald♥ Calling.


"Selamat siang, kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan tabrak lari sekarang berada dirumah sakit XWD Mandiri. Tolong hubungi keluarganya."


tut


Amel memutuskan nya sepihak ponselnya jatuh ke atas ranjang, serta bulir bening bernama air mata, jatuh deras ke pipi mulusnya. Perasaan seperti ini yang paling dibenci Amel. Dia tak suka keadaan yang membuatnya kembali ketitik keterpurukannya seperti saat ini.


"Kamu kenapa dek siapa yang telpon?" Tanya Lindra khawatir.


"Hiks ... Hiks... Ro.. Ronald bang dia kecelakaan tabrak lari." Ucap Amel terbata ia langsung berdiri mengambil ponsel dan berlari kebawah..


"Loh loh loh bang kejar adek bang, nanti dia nekat." Ucap Marisa khawatir.

__ADS_1


Lindra pun segera berlari mengambil kunci mobil. Dia kalang kabut mengejar Amel yang mendapat gelar Queen Rancing itu dijalan seperti ini dan keadaan seperti ini. Dia sudah mirip pembalap lagi kerasukan setan kereta.


"Aduh dek.. kamu jangan nekat!!" Ucap Lindra memukul stir mobil.


_______________________________


"Ruangan Ronaldo Bara Andita korban tabrak lari!" Ucap Amel cepat dan dingin membuat resepsionis ketakutan.


"Ruangan UGD 2 mbak." Ucap Resepsionis cepat.


Amel berlari mencari ruangan tersebut seperti orang gila, beberapa kali dia salah masuk ruangan karena gugup. Setelah ketemu, ia berdiri melihat dari kaca orang yang dia sayang bertaruh nyawa dan dipasangi alat alat medis dengan suaranya yang serasa mengiris perlahan hati Amel yang terasa tersayat.


"Ronald.. kamu harus kuat hiks.. kamu masih ingat janji kamu hiks..." Ucap Amel lirih masih menangis.


Dokter keluar setelah menangani Ronald dengan wajah lesu, Amel sudah berfikiran negatif setelah melihat wajah lesu Amel. Amel mendekat serta memegang kedua tangan dokter tersebut dan mencengkramnya kuat makin membuat dokter tersebut takut.


"Dok bagaimana keadaan pasien?" Ucap Amel menahan tangis.


"Maaf kami sudah memberikan penanganan yang terbaik, kondisi pasien makin memburuk hanya doa yang diperlukan, saya permisi." Ucap dokter lalu pergi.


Rasanya ada yang melemparkan bom atom kedalam hati Amel, jangan lupakan ribuan jarum yang ikut menusuk hati, membuat nya sulit untuk bernafas. Dada nya terasa sesak, untuk sekian kali, lagi dan lagi, ia kembali merasakan pedihnya hidup ditinggal kekasih. Ia masuk dengan langkah gontai.


"Ronald tolong sadar, katanya kamu sayang aku.." Ucap Amel lirih.


Krieeeett.


Pintu terbuka memberlihatkan mommy, Daddy, bang Lindra, Mama dan Papa nya Ronald yang sudah penuh air mata. Amel tak berani menatap mata kedua orang tua Ronald yang makin membuat Amel terasa bersalah.


"Hikss... Ronald... bangun nak... hiks.. kamu kenapa..." Isak Mama nya Ronald.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan dokter nak?" Tanya Papa Ronald sambil menenangkan Istrinya namun Amel makin menangis dan menggeleng membuat semua orang makin histeris.


Andaikan gue gak ngebiarin lo pulang, mungkin kejadian ini gak bakal terjadi Nald, hiks.. gue benci air mata!


__ADS_2