
Dengan muka kesal sekaligus malu, Elang turun dari mobil menenteng tas kresek berisi pembalut untuk Mama nya. Saat membuka pintu, betapa terkejutnya Elang saat melihat ada Mama nya yang bersendekap dada menunggu nya dibalik pintu.
"BUJU GILLE.. MANG TOMANG MAKAN GULE!" Teriak Elang spontan hingga mendapatkan jeweran maut ditelinga kanan dari Shella.
"ADUH MAMA!! KUPINGKU!!!" Teriak Elang histeris, sedangkan Andre menggelengkan kepala melihat tingkah anak dan istrinya.
"Teriak terus tong, gue dari tadi nunggu lo gak pulang-pulang, gue telpon gak diangkat, gue...," Elang hanya meringis merasakan sakit ditelinga nya sedangkan Mama nya asik mengomel sampai mulutnya berbusa.
"Tadi suara siapa?" Pertanyaan tersebut yang hanya dapat didengar Elang.
"Lepasin dulu dong, sakit ini Mama!" Rengek Elang dan akhirnya dilepaskan oleh Shella.
"Jadi?" Tanya Shella lagi.
"Apanya yang jadi sih Ma?" Ucap Elang kesal sambil mengusap telinganya yang memerah.
"Lo minta mati ya?" Hardik Shella melipat baju lengannya membuat Elang menelan susah payah salivanya.
"Eh.. emm.. emm... emm.. anu.. emm..!" Shella makin geram saat Elang berusaha mengalihkan pembicaraan dengan wajah tanpa dosa nya sambil menatap tembok yang ada kodomonya eh ralat cicak.
"Amm.. emm.. amm.. emm. Lagi bengek lu?" Hardik Shella membuat Elang makin keringat dingin dan kesal.
"Ck, iya.. tadi itu temen Elang!" Ucap Elang akhirnya tapi tak membuat Shella percaya begitu saja.
"Oh temen." Ucap Shella mengangguk-angguk.
__ADS_1
"Bukan temen sih, lebih tepat nya musuh!" Gumam Elang pelan membuat Shella kaget.
"Eh?"
"Apaan sih Ma, ini pesenan Mama! Lain kali Elang gak mau ya beli ginian lagi!" Gerutu Elang menyerahkan kantong keresek besar pembalut membuat Shella cengar cengir.
"Sebenernya sih gue mau minta tolong lo beliin beha juga tong.. beha gue kolornya pada kendor semua!" Nyinyir Shella membuat Elang kelagapan.
Mamp*s cari gara-gara lagi gue! *Batin Elang khawatir.
"Eh.. emm.. Mama, Elang lagi ada panggilan alam. Suruh Papa aja yang beli ya... Bye Mama!!" Sarkas Elang cepat sambil lari ke kamarnya membuat Andre menyemburkan kopi dan Shella yang mendengus kesal.
"Eh? main ngibrit aja tuh anak!" Ucap Shella geleng-geleng kepala lalu memasang wajah memelas ke Andre.
Byurrrrrtt... Kopi yang diminum Andre disemburkan sempurna karena melihat wajah Shella.
"Aduh Mama.. Papa hari ini ada meeting dadakan! Dadah Mama!" Ucap Andre cepat langsung ngibrit masuk ke ruang kerjanya.
"Cih, anak sama bapak nya sama aja!" Kesal Shella lalu pergi kedapur.
Didalam kamar Elang mengusap dadanya beberapa kali berupaya bersabar karena melihat kelakuan Mama nya yang makin hari makin absurd bagi Elang dan Andre. Baru saja kemarin, Shella meminta Andre untuk menjaring kecebong didepan rumah mpok Romlah yang galaknya tujuh turunan. Ncabut rumput nya satu aje mungkin sendal jepit merk swallow melayang dikepala lo!
"Kayak nya besok gue panggil dokter spesialis darah, kayaknya darah gue akhir akhir ini tinggi gara-gara ulah Mama!" Elang menggelengkan kepala sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
Elang bangun lalu berdiri di balkon menikmati hembusan angin malam yang sangat lembut menerpa wajah tampannya sambil memejamkan mata.
__ADS_1
"Gue bakal buat lo narik kata-kata lo!"
Kata-kata tersebut selalu tergiang diotak cemerlang milik Elang yang akhir akhir ini membuat Elang kesal. Gadis imut, cantik dan rese yang baru saja ditemukan Elang di sekolah.
"Apaan sih, gue juga gak bakalan suka sama tuh cewek!" Gumam Elang setelah menghembuskan nafas panjang.
"Siapa tong?" Elang terperanjak kaget hingga hampir terjungkal kebelakang karena ulah Mamanya yang sekarang nyengir gak jelas.
"Siapa apanya sih Ma. Mama kepo aja sih!" Ketus Elang.
"Lah si bocah! Gini-gini gue paham banget ya cerita cinta Remaja!" Ketus Shella menonyor kepala anaknya.
"Mama jangan ditonyor mulu kenapa sih, otak pas pasan ditonyor sekali lagi ilang udah rumus rumus nya!" Gerutu Elang.
"Rumus apa coba?" Ucap Shella berkacak pinggang.
"Rumus jadi Play boy kaleng-kaleng.. Wleee!!" Ucap Elang menjulurkan lidahnya, mencolek dagu Mamanya kemudian lari sambil terkekeh.
"DEANDRA ELANG SADEWAA!!" Teriak Shella 7 oktaf membuat penjuru rumah heboh, bahkan kucing yang lagi bertelor sampe lupa cara bernafas.
Bruakkk...
"ADUH PAPA!!" Teriak Elang memegangi jenongnya yang segede bakpau china.
"Kok Papa sih?" Kesal Andra menonyor kepala Elang membuat Elang langsung melakukan drama kesurupan demit ancol yang baru dibongkar.
__ADS_1
"Hahaha mamp*s kena karma!" Ledek Shella melihat Elang terbentur pintu yang semula tertutup menjadi terbuka karena dibuka Andra.