
Elang baru sampai rumah pukul 18.00 WIB karena dia habis nongkrong sama teman-teman nya terlebih dahulu. Dia masuk tanpa salam dan berteriak seperti biasanya, sangat beda dari sikapnya yang ada di sekolah.
"MAMA ANAKMU YANG SUMPER DUPER GANTENG PULANG!!" Teriak Elang bahagia sambil melemparkan bokongnya ke sofa.
"AELLA TONG, JANGAN TERIAK!!" Balas Shella Farasya.
"Lah tuh Mama juga teriak dah!" Cibir Elang kesal membuat mamanya terkekeh.
"Tong, mau bantu mama kagak?" Ucap Shella memelas.
"Apa sih yang gak buat mama kuh tersayang!" Ucap Elang manja.
"Emm tolong beliin pembalut!" Mata Elang membuka sempurna, bisa-bisanya mamanya menyuruh membelikan pembalut sedangkan dia laki laki.
Oh My God..
"WHAT!??" Teriak Elang.
"Mama yang benar aja, kan Elang laki Ma!" Protes Elang.
"Yaudah kalau nggak mau, gampang aja.. tuh Mama bubarin!" Ucap Shella kode keras.
"Ma.. jangan deh jangan dibubarin suer dah.. iya.. Elang mau!" Ucap Elang pasrah.
"Yaudah ini uang nya sisanya boleh kamu ambil!" Ucap Shella memberikan uang 50 Ribu.
__ADS_1
"Lagian kenapa nggak minta tolong Papa?" Gerutu Elang.
"Papa mu lagi datang bulan!" Balas Shella enteng membuat Elang membulatkan mata.
Elang menerima uang itu dengan muka masam, ia pergi kekamar untuk berganti baju. Beberapa saat kemudian ia turun menggunakan hoodie dan sepatu putih. Dia juga memakai kaca mata hitam agar sedikit merubah penampilannya.
"Punya mama satu kok gini amat!" Gerutu Elang pelan.
Elang kali ini memakai mobil, dia tidak mau kalau sampai ada yang melihat nya menenteng barang keramat bagi laki-laki.
Elang Pov.
Gue turun dari mobil dengan kezel kesel lalu masuk ke Mall buat beli barang punya mama, uluh.. Huh kalau bukan mama sendiri udah gue jual kiloan ama kang cilok depan rumah!
Tanpa sengaja gue melihat ada toge lagi beli makanan ringan, gue lupa namanya padahal temen sekelas bahkan sebangku. Gue berniat mau minta tolong tapi rasa gengsi gue lebih tinggi. Ya kali minta tolong padahal tadi pagi gue bentak bentak terus gue tinggalin waktu jatoh.
"Nggak aja deh!"
Author Pov.
Liah yang sedang mengambil soda pun tak sengaja melihat kearah barang-barang wanita, dia melihat sekelebat bayangan si es berjalan. Karena penasaran Liah mengikuti orang tersebut sambil mengendap endap persis kek orang mau nyolong kolor tetangga yang ada dijemuran!
"Eh, Es batu mau apa disini?" Gumam Liah.
Samar samar Liah mendengar gerutuan Elang yang terpaksa membelikan pembalut untuk Mamanya. Liah tertawa kecil lalu berniat menjahili Elang.
__ADS_1
"Wkwkwk.. kasihan amat es batu!" Ucap Liah pelan lalu.mendekati Elang.
Tukk...
"Sumpah gue cuma disuruh!" Elang terperanjak kaget saat seseorang menepuk punggungnya. Terlihat gadis cantik dengan cengiran polosnya.
"Ngapain lo? Mau mesum ya??" Tuduh Liah membuat Elang mendengus kesal.
"Gue disuruh Mama!" Jawab datar Elang.
"Oh, mau gue bantu gak?" Tawar Liah tersenyum jahil.
Iya in nggak ya.. kalau enggak, gue juga yang repot! Batin Elang berfikir.
"Waktu berfikir habis, okeh selamat berjuang.. gue mau pulang.. Bye.. bye.. sayang. Muach!" Ucap Liah terkekeh lalu melenggang pergi.
"Tunggu.." Liah melihat tangan nya yang dicekal Elang membuat Liah diam diam tersenyum tipis.
"Tolong bantuin gue!" Ucap Elang pelan dan terpaksa.
"Apa gue gak denger??" Ulang Liah sedikit keras.
"Tolong bantuin gue!" Ulang Elang dengan suara agak tinggi membuat orang orang yang ada disana menatap Elang tajam.
"Hahaha oke-oke!"
__ADS_1
Sialan nih anak bikin gue malu aja! Awas lu! kalau bukan karena Mama gue ma ogah!