Iam Queen Mafia Girl

Iam Queen Mafia Girl
Season 3~DARAH KETURUNAN MAFIA.


__ADS_3

Malam ini si anak setan tidak mengganggu Alshad dan Amel, Alshad pun merasa senang karena pengganggu kecilnya mungkin sudah tidur, kini giliran dia untuk bermanja manjaan dengan Amel. Bagaimana tidak kesal, baru saja Alshad memeluk Amel saja kedua bocah tersebut berteriak histeris membuatnya kalang kabut.


"Sayang, kita buatin Liah dan Leo adik ya? Tapi jangan yang mirip mereka yang kalem dikit aja!" Ucap Alshad memelas pada Amel.


"Hahahaha kalau mereka lebih posesif gimana!" Goda Amel.


"Yah gimana lagi hahaha!" Ucap Alshad lalu tertawa.


Alshad memeluk tubuh Amel, belum melakukan apapun saja pintu kamar mereka digedor gedor beserta teriakan cempreng milik Liah dan Leo membuat Alshad mengacak rambut frustasi.


Dorr!! Dor!! Dorr!!! Dor!!


"PAPA !! MAMA!! MASIH BANGUN TIDAK!!" Teriak cempreng Liah.


"MAMA TEMANI KAMI TIDUR!!" Kini giliran Leo yang berteriak.


"Dasar anak setan! Ganggu aja!" Ucap Kesal Alshad lalu beranjak membukakan pintu.


Kalau gini terus bisa sampe gede gue nggak dapet jatah! ~Batin Alshad kesal.


Jangan lupa Amel bisa membaca suara hati seseorang, mendengar batinan Alshad membuat Amel terkekeh kecil.


"Gitu gitu dia anakmu!" Ucap Amel terkekeh.

__ADS_1


Ceklek!


"MAMA!!" Teriak Liah dan Leo memeluk Amel.


"Heii harusnya aku yang dipeluk seperti itu!" Ucap kesal Alshad.


"Nggak mau, Papa jahat karena selalu mau makan Mama!" Ucap Leo dan Liah membuat Alshad dan Amel tercengang.


"Maksud kalian?" Tanya Bingung Amel.


"Kemarin Kak Leo sama Liah lagi mau ambil minum didapur terus liat Papa gigit bibir Mama!" Ucap Liah membuat Amel membelalakan mata.


"Sayang udah belajar?" Ucap Alshad mengalihkan pembicaraan.


Leo dan Liah melangkahkan kaki senang karena berhasil membuat Mama dan Papa nya tidak berduaan, mereka duduk dikursi belajar mereka lalu membuka buku mapel yang akan dipelajari.


"Belajar menulis aja ya sayang, sebentar Mama bikinin kalian susu!" Ucap Amel diangguki Leo dan Liah.


"Papa, Liah ingin buaya!" Kata Liah membuat Alshad kaget.


"Apa? Buaya? Mereka berbahaya Nak!" Ucap Alshad kaget.


"Tidak Papa, dia cantik, lucu, pemberani dan kuat!" Ucap Liah.

__ADS_1


"Lucu?? Hah? Lucu dari mana!" Ucap Alshad.


"Ah, Papa nggak asik. Nggak mau beliin Liah buaya!" Ucap Liah kesal lalu membaca buku.


"Kalau Leo pingin punya ikan piranha Papa, dia imut juga memiliki gigi yang tajam!" Ucap Leo lagi lagi membuat Alshad membelalakan mata.


"Astaga kalian ini kenapa sih? Kok malah pingin hewan ganas seperti itu. Dari mana lucunya coba. Mendingan Kucing atau Kelinci!" Ucap Alshad membujuk kedua anaknya.


"Nggak mau, kalau Papa ngelak lagi. Liah nambah harimau putih satu!" Ucap Liah tajam begitu juga Leo.


Alshad melihat tatapan tajam milik anak perempuannya, dia melihat ada sisi ego yang terpendam disana. Jika ego itu muncul dia bisa membunuh lawan tanpa menyentuh, begitu juga Leo. Darah keturunan Mafia milik Amel menurun sempurna dikeduanya.


Astaga bahkan mereka lebih berbahaya dari Mamanya! ~Batin Alshad.


"Hai, susunya datang!" Ucap Amel membuat tatapan tajam itu hilang digantikan senyuman manis khas anak anak.


"Mama!! Mama Liah pingin buaya sama harimau putih!" Ucap Liah memohon.


"Leo juga Mama pingin ikan piranha!" Ucap Leo.


"Hari Minggu Mama ajak kalian ke rumah Granma disana ada Harimau Putih punya Mama!" Ucap Amel membuat mereka senang.


"Asikkkk!!"

__ADS_1


__ADS_2