Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Bertanggung Jawab


__ADS_3

"Terima kasih dokter, berkat dokter suami saya bisa lepas dari masa kritis nya." Ucap istri pasien.


"Jangan berterima kasih kepada saya, ibu ucapkan terima kasih ibu kepada sang pencipta, karena hanya dia lah yang bisa menyembuhkan nya, sedangkan saya hanya sebagai perantara saja." Ucap dokter Arif.


Dokter Linda menatap kagum kepada dokter Arif, dokter Linda dari semenjak dirinya di tugaskan di rumah sakit tersebut dan mengenal dokter Arif dirinya sudah jatuh hati kepada dokter Arif, berbagai cara sudah dokter Linda lakukan tapi dokter Arif selalu datar dan dingin.


"Mari bu saya tinggal, kalau ada apa-apa ibu panggil suster saja." Ucap dokter Arif lalu keluar dari ruangan di ikuti dokter Linda dari belakang.


"Alhamdulilah ya dok, akhir nya bapak itu bisa melewati masa kritis nya, andai saja tadi dokter terlambat datang, entah apa yang akan terjadi." Ucap dokter Linda sambil berjalan di samping dokter Arif.


"Farah." Gumam dokter Arif yang tiba-tiba mengingat Farah yang masih ada di dalam mobil nya, lalu berjalan setengah berlari ke parkiran.


"Dokter, mau kemana." Teriak dokter Linda memanggil-manggil dokter Arif.


Dokter Arif mengabaikan panggilan dari dokter Linda dan memilih untuk menemui Farah.


"Dokter, kenapa anda tdak mau melirik saya walau hanya sebentar, aku ini sangat menyukai dokter." Gumam dokter Linda lalu masuk ke ruangan nya.


Dokter Arif langsung menuju mobil nya, dan membuka pintu dengan gerakan cepat.


Farah yang memang jenuh menunggu dokter Arif keluar dari rumah sakit tertidur sambil menahan rasa sakit di kaki dan tangan nya.


"Maafkan sa_ya." Ucap dokter Arif pelan karena melihat Farah yang sedang tertidur.


Dengan perlahan dokter Arif menggendong Farah dan membawa nya masuk ke dalam rumah sakit.


Setelah membaringkan Farah di ruangan nya, dokter Arif mengobati luka yang ada pada tangan dan kaki Farah.

__ADS_1


Farah yang merasakan perih terbangun, dan betapa kaget nya Farah ketika melihat dirinya sudah berada di dalam ruangan.


"Masih ingat dengan saya? Untung saja saya tidak mati di dalam mobil anda dokter, dan jika itu sampai terjadi, roh saya akan terus mengikuti anda kemana pun anda pergi." Ucap Farah sambil meringis karena luka nya yang perih.


"Tapi kamu masih hidup kan." Ucap dokter Arif dengan wajah datar nya.


"Ya kan kalau seandainya, ini ruangan pak dokter ya? Wah enak ya sejuk, kalau gitu karena yang menyebab kan saya terluka itu dokter sendiri, jadi saya boleh dong melanjutkan tidur saya di sini." Ucap Farah sambil memejamkan kedua mata nya.


"Ini bukan hotel, kalau kamu mau tidur enak pergi saja ke hotel, ini ranjang pasien."


"Kan saya juga pasien anda dokter, apa anda lupa ya dok kalau tadi saya yang di tabrak oleh dokter, kalau dokter tidak bertanggung jawab, maka saya akan melanjutkan kasus ini ke pengadilan."


"Dasar wanita, bisa nya cuma mengancam saja." Gumam dokter Arif yang masih bisa di dengar oleh Farah.


"Saya bukan mengancam, saya tidak suka saja sama orang yang tidak bertanggung jawab." Ucap Farah bersamaan dengan pintu ruangan dokter Arif terbuka.


Dokter Arif dan Farah kaget dan menatap Asya yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Asya, jangan asal bicara kamu, kalau terdengar oleh orang lain ini bakal jadi bahan omongan semua orang yang ada di rumah sakit ini."


"Aku ngga asal bicara kak, aku mendengar nya sendiri barusan, kalau kakak harus bertanggung jawab sama Farah, dan bukti nya juga sudah aku lihat, kenapa kalian ada di satu ruangan berdua? Berarti sudah terjadi sesuatu kan?" Asya menatap dokter Arif dan Farah secara bergantian.


"Sya, kamu salah paham, aku minta kakak kamu tanggung jawab karena tadi pagi kakak kamu sudah nabrak aku, lihat luka-luka ini." Ucap Farah sambil memperlihatkan semua luka yang ada di tangan dan kaki nya Farah.


"Apa! Jadi kakak nabrak Farah?" Teriak Asya kaget.


Dokter Arif hanya diam sambil menyiapkan obat penghilang rasa nyeri untuk Farah.

__ADS_1


"Ya, dan parah nya kakak kamu ini meninggalkan aku di dalam mobil sendirian sampai barusan."


"Kok bisa." Asya menatap bingung kepada kakak nya.


"Kakak ada pasien yang lagi kritis jadi kakak lupa kalau ada dia di mobil." Ucap dokter Arif.


"Oh begitu cerita nya, ya sudah kalau gitu aku pulang duluan ya." Aysa sengaja pergi meninggalkan mereka, biar mereka semakin dekat.


"Ya sudah sekalian antarkan dia pulang, dia malah mau tidur di sini, memang nya ini hotel apa."


"Nah kamu dengar kan Sya, dia itu seorang dokter yang tidak bertanggung jawab, masa aku pasien nya malah di telantar kan begitu saja, udah gitu dia sendiri lagi pelaku nya." Farah kesal dengan ucapan dokter Arif.


"Kakak, apa yang sering papah dan mamah bilang, kita itu harus bertanggung jawab sama apa yang sudah kita lakukan, apa kakak sudah lupa dengan nasihat orang tua kita? Apa kakak tega melihat perempuan yang seumuran aku di telantarkan? Ngga kan? Jadi belajar lah bertanggung jawab, see you kakak." Asya langsung pergi setelah mengingatkan nya.


Dokter Arif hanya diam, dia ngga bisa berkutik kalau Asya sudah berbicara seperti itu, karena apa yang diucapkan Asya memang benar ada nya.


"Mampus kamu pak dokter tampan, bagaimana pun juga aku akan membuat kamu jadi budak cinta ku, aku akan membuat kamu mengejar-ngejar aku dan jatuh di dalam pelukan ku, jangan sebut nama ku kalau aku tidak bisa menakluk kan hati kamu." Gumam bathin Farah sambil menatap dokter Arif.


Dokter Arif bangun dari duduk nya dia mau memeriksa pasien rawat inap terlebih dahulu sebelum dirinya pulang.


"Ini minum obat nya biar rasa nyeri nya berkurang." Dokter Arif menyimpan obat dan sebotol minuman di samping Farah, setelah itu dirinya pergi.


"Aku tidak akan meminum nya kalau bukan dari tangan kamu pak dokter, atau kalau boleh dari mulut kamu saja langsung, aku jamin luka aku bakal langsung kering." Gumam Farah lalu kembali merebahkan tubuh nya.


Karena ruangan yang dingin dan sejuk membuat kedua mata Farah kembali ngantuk.


"Dokter tampan mana sih, kok lama banget, ya sudah mending aku tidur saja lah, siapa tahu pas bangun aku ada di dalam kamar nya dokter tampan."

__ADS_1


Farah terus tersenyum membayangkan dirinya berada di dalam kamar dokter Arif sambil memeluk nya hingga dirinya tertidur.


__ADS_2