
Raya mengganti pakaian dan sedikit merias wajah nya, Raya memutuskan akan menjemput Grace dari pada diam di rumah dan di buat kesal oleh suami nya sendiri.
Raya heran dengan Steven dari semalam, Raya bingung harus memprediksikan nya bagaimana, Raya tidak mau mengambil cepat prediksi dalam dirinya, Raya tidak mau kecewa.
Steven membuka pintu kamar lalu masuk dan dirinya melihat Raya yang sudah terlihat sangat cantik hari ini.
"Mau kemana?" tanya Steven sambil menghampiri Raya.
"Mau ke sekolahan Grace, di rumah juga mau apa." jawab Raya jujur.
"Kamu bilang mau apa? Kamu temani aku suami kamu, jadi kamu tidak boleh pergi kemana-mana." Ucapan Steven semakin membuat Raya kesal.
"Suami? Kamu memang suami aku mas, tapi hati kamu masih sama mbak Selena, jadi apa aku salah kalau aku tidak menemani kamu dan memilih pergi ke sekolahan Grace? Tubuh kamu ada di samping aku tapi hati kamu berada bersama mantan kamu." Entah kenapa Raya bisa punya pikiran seperti itu, hingga membuat Steven terdiam dengan semua ucapan Raya.
Steven menarik tangan Raya sehingga kepala Raya membentur dada bidang Steven.
"Apa kamu sedang cemburu? Kamu cemburu sama Selena?" tanya Steven dengan bibir tersenyum, kalau memang Raya cemburu berarti perasaan dirinya rerbalas.
"Siapa yang cemburu." ucap Raya sambil mengalihkan pandangan nya.
"Bilang saja kalau kamu cemburu, berarti kamu sudah ada perasaan sama aku." Steven mengangkat dagu Raya hingga Raya kini menatap wajah Steven.
"Mas pikir saja sendiri, aku atau mas yang cemburu, kenapa mas melarang aku tertawa sama pria lain, mas melarang aku memanggil pria lain dengan panggilan mas, dan sekarang aku tidak di perbolehkan keluar dengan alasan harus menemani mas, apa maksud mas dengan semua itu, kenapa mas mulai mengatur hidup ku, sedangkan kemarin-kemarin mas ngga perduli sama sekali dengan apa yang aku lakukan." Raya menunggu jawaban apa yang akan diucapkan oleh Steven suami nya, dengan jantung yang berdetak lebih kencang Raya terus menatap mata Steven.
__ADS_1
Steven menatap balik mata Raya dan menjawab, "Karena aku suami kamu." Sumpah bukan jawaban yang seperti itu yang ingin Raya dengar.
Raya melepaskan tangan Steven yang masih menyentuh dagu nya dan menjauhkan tubuh nya dari tubuh Steven.
"Selalu saja kata-kata suami yang menjadi alasan kamu mas, aku sadar kalau kamu itu suami aku, dan aku juga sudah melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, hingga aku berikan semua yang ada pada diriku untuk kamu mas, jadi jangan kamu jadikan alasan lagi pangkat suami itu." Raya sangat kesal sekali dengan jawaban dari Steven.
"Tapi seorang istri harus mendengar ucapan suami nya, seorang istri harus patuh dan selalu melayani suami nya." Steven tetap masih menutupi perasaan yang sesungguh nya.
"Apa selama aku menikah dengan mas, sekali saja aku tidak melayani mas? kapan aku tidak pernah melayani mas? Kapan aku tidak patuh sama mas? bahkan sikap mas yang masih dingin sama aku pun aku tetap selalu melayani mas dan menyiapkan semua kebutuhan mas." Raya sungguh di buat kesal dengan kelakuan Steven pagi ini.
"Buktinya hari ini kamu merias wajah dengan sangat cantik dan mau keluar tanpa seizin aku, apa kamu mau bertemu dengan laki-laki kemarin?" bukan menenangkan istri nya, Steven malah membuat Raya semakin emosi hingga Raya menitikan air mata nya.
"Begitu buruk nya prasangka kamu kepada aku mas? Kamu jangan sama kan aku dengan mbak Selena yang sudah menghianati kamu di belakang kamu." Raya melempar tas nya lalu berbaring dan memeluk guling sambil menangis.
"Kenapa dia menangis, apa kata-kata aku sudah membuat hati nya sakit." bathin Steven sambil menatap Raya yang sedang memeluk guling.
Steven merasa sangat bersalah lalu menghampiri Raya dan menyentuh punggung Raya.
"Sayang, maafkan mas, bukan maksud mas menyamakan kamu dengan Selena, tapi," Steven tidak melanjutkan kalimat nya membuat Raya bangun dari tidur nya karena penasaran dengan kelanjutan ucapan Steven.
"Tapi apa mas? Apa? Aku sadar aku menikah dengan mas hanya karena kita kepergok tidur seranjang oleh papah dan mamah, jadi aku tidak terlalu banyak berharap dari pernkahan ini." Sambil berderai air mata Raya meluapkan semua nya.
"Tapi memang mas tidak mau pria lain menatap kecantikan kamu itu dan merebut nya dari mas, karena mas menyukai kamu." Ucapan Steven membuat Raya menatap tajam mata Steven, Raya melihat kejujuran di mata nya.
__ADS_1
"Apa aku tidak salah mendengar?" Raya ingin memastikan ucapan suami nya.
Steven menggenggam sebelah tangan Raya dan menyimpan di dada nya.
"Di dalam sini sekarang hanya ada nama dan wajah kamu, kamu adalah istri sekaligus ibu dari anak ku yang cantik dan penyayang, entah dari kapan aku merasakan nya, tapi yang jelas aku tidak mau ada pria lain yang memuja kamu, kamu hanya untuk aku seorang dan tidak boleh ada yang memiliki nya dan aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, karena aku sangat mencintai kamu." Akhirnya Steven mencurahkan semua nya, Steven mengakui isi hati nya kepada Raya membuat Raya menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Raya terus menelisik mata Steven mencari kejujuran nya, Steven mengusap air mata yang membasahi pipi mulus Raya lalu mencium kedua mata nya.
"Jangan menangis, aku tidak mau melihat air mata kesedihan ini keluar lagi, maafkan aku yang sudah membuat kamu mengeluarkan air mata ini, tapi sungguh aku tidak mau kehilangan kamu, aku takut apa yang sudah terjadi dulu terjadi lagi." Steven hanya takut apa yang sudah terjadi dengan Selena akan terulang lagi kepada Raya, dan Steven ngga bisa membayangkan nya kalau hal itu terjadi, karena sekarang Steven sudah sangat mencintai Raya yang memang sudah menjadi istri nya.
Raya sedikit tersenyum lalu masuk kedalam pelukan Steven. "Maafkan aku juga, aku sudah melawan kamu mas."
Steven mencium kepala Raya dengan penuh sayang, lalu memeluk erat tubuh Raya.
"Kamu belum membalas penyataan aku tadi." ucap Steven sambil melepaskan pelukan nya.,
"Pernyataan yang mana?" Raya memang belum paham dengan apa yang di maksud.
"Raya kamu itu memang tidak peka ya, aku tadi bilang kalau aku mencintai kamu, apa kamu juga mencintai aku?" Steven memperjelas nya.
"Mas, aku adalah wanita yang menjungjung tinggi pernikahan, karena dalam hidup ku menikah sekali untuk seumur hidup, dan entah dari kapan aku juga sudah mempunyai perasaan sama mas, aku juga mencintai mas.,"
Steven memeluk erat tubuh Raya, mulai saat ini mereka berdua akan memulai semua nya dan melupakan masa lalu mereka masing-masing.
__ADS_1