Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Sah


__ADS_3

Di rumah keluarga Farah sudah ramai dengan para kerabat dan keluarga besar nya, mereka semua sibuk menghias dan menyiapkan segala yang di butuhkan untuk acara pernikahan Farah.


Farah yang memang tidak di perbolehkan untuk keluar rumah hanya diam dan mengajak main Grace dan Gustav kamar nya.


Ponsel nya di ambil oleh orang tua nya dan di simpan oleh Raya.


Selalu ada rasa kangen kepada calon suami nya, tapi Farah selalu menahan nya dan menghilangkan rasa kangen nya dengan mengajak main para keponakan nya.


Berbeda dengan dokter Farah, wajah dokter Arif seperti tidak ada semangat-semangat nya.


Dia sangat kangen sama Farah, ingin sekali dirinya langsung mendatangi rumah Farah, tapi dirinya berpikir dua kali dan menahan nya.


Sesekali dokter Arif menyuruh Asya adik nya untuk menghubungi no Farah walaupun dokter Arif tahu kalau ponsel Farah ada di tangan Raya kakak nya.


Hari demi hari mereka lalui sambil menahan rasa rindu di dalam diri mereka.


Mereka sudah ngga sabar menunggu hari dimana mereka resmi menjadi pasangan suami istri.


Waktu berjalan cepat bagi yang tidak menunggu nya, tapi bagi Farah dan dokter Arif satu minggu terasa satu tahun.


Dan kini tibalah hari dimana dokter Arif akan mengucapkan ikrar janji di depan penghulu dan para saksi.


Dokter Arif sudah terlihat tampan dengan jas yang sudah mereka pilih, bibir nya kini mengembang, dirinya sudah ngga sabar ingn segera sampai di rumah Farah.


"Duh yang sudah bisa tersenyum lagi, kemarin-kemarin udah kaya baju belum di setrika." Goda Asya.


"Apa sih dek." Ucap dokter Arif sambil merapihkan rambut nya.


"Sudah jangan menggoda kakak kamu terus, nanti dia ngga bisa mengucapkan ijab kobul lagi." Ucap bu Retno.


"Tapi memang bener lo mah, kemarin wajah kakak itu lecek banget, tapi lihat sekarang kakak semakin fresh dan tampan."


"Sudah ayo kita berangkat nanti terlambat lagi, bisa-bisa kakak kamu ngga jadi nikah hari ini." Ucap pak Bram.


"Papah, do*a in anak nya jelek." Ucap dokter Arif.


Pak Bram, bu Retno dan Asya hanya tersenyum, mereka berhasil menggoda dokter Arif.


Mobil keluarga dokter Arif mulai melaju meninggalkan kediaman nya.

__ADS_1


******


Sedangkan Farah sudah di rias dan sudah terlihat cantik hari ini, begitu pun dengan keluarga nya.


"Aunty cantik sekali." Ucap Grace yang sudah kelihatan cantik juga.


"Kamu juga sangat cantik sayang." Ucap Farah sambil tersenyum.


"Kalian berdua terlihat cantik kok, kamu sudah siap dek." Ucap Raya yang baru masuk ke kamar nya Farah.


"Sudah kok kak, iya kan mbak?" Tanya Farah kepada sang perias.


"Sudah kok mbak."


"Para tamu sudah banyak lo dek di bawah, bahkan barusan sudah datang juga pak penghulu nya." Ucap Raya.


"Terus dokter Arif nya sudah datang belum kak?" Tanya Farah.


"Sebentar lagi sampai, barusan kakak hubungi."


"Sayang kalian sudah siap belum, semua nya sudah menunggu." Ucap ibu Farah yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Sudah, ayo bawa adik kamu."


"Sayang kamu berjalan di depan mamah dan aunty ya." Ucap Raya kepada Grace.


Raya menggandeng adik nya, sedangkan Grace berjalan di depan Raya dan Farah.


Dengan perlahan Farah berjalan menghampiri calon suami nya yang sudah menanti dari tadi.


Semua mata para tamu undangan menatap kagum kepada Farah yang terlihat sangat cantik saat ini.


Satu minggu tidak bertemu membuat dokter Arif sangat merindukan Farah, kini wanita yang ia rindukan sudah berada di depan mata.


Ke dua mata dokter Arif menatap tanpa berkedip melihat calon istri nya yang sedang berjalan mengahampiri.


Farah duduk di samping dokter Arif, sekilas ke dua mata nya melirik ke arah dokter Arif yang sedang menatap nya juga.


"Cantik." Gumam dokter Arif pelan.

__ADS_1


Farah yang sempat mendengar kata pujian dari calon suami nya tersenyum.


Dengan suara yang lantang dan sangat jelas dokter Arif mengucapkan ijab kobul di depan para saksi dan semua para tamu undangan.


Kini Farah sudah resmi menjadi istri nya, dengan wajah berbinar ke dua nya saling melempar senyum, mereka lega karena detik-detik mengangkan sudah mereka lewati.


Ijab kobul sudah di lewati dan kini para tamu undangan sedang menikmati hidangan dan pesta pernikahan ke dua mempelai.


"Sayang, kamu sangat cantik sekali hari ini, aku sangat merindukan kamu." Bisik dokter Arif sambil memeluk pinggang istri nya dengan erat.


"aku juga sangat merindukan kamu Mas." ucap parah sambil tersenyum.


Mereka berdua saling menatap dengan Tatapan yang sangat mesra, satu minggu tidak bertemu membuat mereka menahan rasa rindu yang sangat amat dalam.


"Duh mesranya pengantin baru." Ucap Farhan yang sudah berdiri di depan mereka dengan seorang wanita cantik di sampingnya.


"Terima kasih Kak, kakak sudah merestui dan mengizinkan aku untuk menikah duluan, tanpa restu dan izin dari kakak pernikahan ini tidak akan mungkin terjadi." ucap parah.


"Selamat ya dek sekarang kamu sudah ada yang menjaga dan menyayangi kamu." Ucap Farhan sambil melepaskan pelukan nya.


Farhan menatap ke arah dokter Arif, "Jaga dan sayangi selalu adik saya seperti saya menyayangi nya, jangan pernah sekali pun kamu menyakiti fisik dan hati nya, jika semua itu terjadi saya akan membuat kamu hancur." Ucap Farhan sambil menatap serius kepada dokter Arif.


"Baik kak, semua pesan kakak akan saya ingat selalu, terima kasih kakak sudah menerima aku sebagai adik ipar kakak, aku akan selalu menjaga dan menyayangi Farah." Ucap dokter Arif dengan tegas.


"Apa wanita cantik yang bersama kakak ini calon kakak ipar ku?" Tanya Farah sambil melihat kearah wanita yang masih berdiri di samping Farhan.


"Oh iya dek kenalkan ini Lusi." Farhan mengenalkan Lusi kepada Farah dan dokter Arif.


Lusi ini kekasih nya Farhan, mereka sudah lama menjalin hubungan, selama ini Farhan tidak berani memperkenalkan kepada keluarga nya sebelum Farah menikah, karena menurut Farhan dia tidak akan bisa seratus persen menjaga dan menyayangi adik nya jika dirinya sudah menikah.


Lusi dan Farah saling berjabat tangan dan saling memeluk.


"Selamat ya dek." Ucap Lusi dengan tulus.


"Terima kasih kak, maaf ya kalau hubungan kalian harus tertahan karena aku." Ucap Farah yang sudah tahu cerita nya dari Farhan.


"Ngga apa-apa kakak mengerti." Ucap Lusi sambil melepaskan pelukan nya


Mereka berempat melakukan sesi poto, terlihat ke dua pasangan tersebut sangat mesra dengan pasangan nya masing-masing.

__ADS_1


Farhan memperkenalkan Lusi kepada kedua orang tua dan Raya kakak nya, dan tidak lupa memperkenalkan kepada keluarga Steven.


__ADS_2