Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Seperti Resep Obat


__ADS_3

Jam sudah menunjukan di angka sepuluh, dan sepasang pengantin itu baru bangkit dari tempat tidur nya.


"Mas, ternyata udah siang, kita melewatkan jam sarapan pagi." Ucap Farah sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Sudah ngga usah di tutup juga, mas sudah melihat semua nya." Ucap dokter Arif sambil menarik selimut dari tangan Farah.


"Mas, aku ngga mau lagi ya, ini masih terasa sakit." Farah turun dari tempat tidur, tapi ketika mau melangkahkan kaki nya bagian bawah Farah terasa sakit dan sedikit perih.


"Aw." Teriak Farah sambil menahan rasa sakit.


"Sakit ya sayang?" Tanya dokter Arif dan langsung menggendong Farah dan membawa nya ke dalam kamar mandi.


Farah yang kaget hanya mengalungkan kedua tangan nya ke leher dokter Arif.


Dokter Arif menurunkan Farah dan memasukan nya ke dalam bathtube yang sudah ia isi dengan air hangat.


"Pantas saja kak Raya menyuruh aku membeli bathtube ini, rupanya berguna juga dan bisa membuat aku ngga merasakan sakit lagi." Gumam bathin Farah sambil memejamkan kedua mata nya merasakan relaksasi berendam nya.


Dokter Arif yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower tersenyum melihat istri nya yang sedang menikmati berendam nya.


Dokter Arif menyelesaikan mandi nya duluan, "Sayang, aku duluan ya." Ucap dokter Arif sambil mengenakan handuk nya.


"Aku juga sudah selesai kok mas, tinggal membersihkan nya." Ucap Farah sambil membuka kedua mata nya.


"Ya sudah ayo." Dokter Arif mengulurkan tangan nya untuk membantu Farah keluar dari bathtube.


Farah tersenyum, dia merasa bahagia sudah menjadi istri nya dokter Arif selain tampan dan mapan, dokter Arif juga sangat perhatian.


Setelah membersihkan tubuh nya Farah keluar dengan memakai jubah handuk nya.


Terlihat suami nya yang sudah rapih dengan kaos dan hanya memakai celana pendek membuat ke tampanan nya semakin bersinar.


"Mas sudah rapih aja." Ucap Farah lalu mengambil baju santai nya dari lemari.


"Sudah dong sayang." Ucap dokter Arif sambil menarik selimut dengan niat mau membereskan tempat tidur.


Dokter Arif melihat bercak berwarna merah di atas sprey putih yang mereka pakai semalam, bibir nya tersenyum bahagia.


"Mas, kenapa kamu tersenyum sendiri?" Tanya farah yang belum melihat ke arah sprey nya.


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaga nya, kamu memberikan nya kepada ku yang sekarang sudah menjadi suami kamu." Ucap dokter Arif tanpa beralih dari sprey yang sedang dia pegang.


Farah ikut melihat ke arah yang di tuju oleh mata suami nya.

__ADS_1


"Mas, biar aku saja yang membereskan nya." Ucap Farah sedikit malu.


"Sudah, kamu merias diri saja, biar ini mas yang akan beresin, tempat cucian nya itu kan." Ucap dokter Arif sambil menunjuk sebuah keranjang yang ada di dalam kamar.


"Iya mas itu, makasih ya suami tampan ku."


"Jangan menggoda lagi sayang, kalau kamu menggoda terus bisa-bisa kita ngga bakal keluar kamar sampai besok."


"Siapa yang menggoda mas, memang mas tampan kok."


Dokter Arif tersenyum karena di puji istri nya, dengan penuh semangat dokter Arif mengganti sprey dengan sprey yang baru, sementara Farah merias diri hingga dirinya kini sudah terlihat sangat cantik.


Setelah semua nya selesai dikerjakan, kedua nya keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Dengan senyum malu-malu Farah melangkah sambil di gandeng suami nya.


Terlihat Raya, Steven dan kedua anak nya sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Jam di kamar kamu mati ya dek." Ucap Raya menggoda nya.


"Apa sih kak." Farah ngga bisa berkata-kata.


"Mas, seperti nya mereka belum puas semalam ya? Hingga mereka lupa jam sarapan pagi." Ucap Raya lagi.


"Ya biarin saja sayang, mereka kan lagi mengejar target." Ucap Steven.


"Target biar cepet punya baby."


Raya dan Steven tersenyum dan terus menggoda Farah dan dokter Arif.


"Sudah lah mas jangan dengarkan mereka, kita ke meja makan saja, aku sudah lapar." Ucap Farah dengan sedikit kesal dengan kakak nya.


"Bagaimana ngga lapar, tenaga nya sudah habis di gempur dari semalam." Raya belum puas menggoda adik nya itu.


"Kakak." Teriak Farah dengan wajah di tekuk nya.


Dokter Arif dan Steven hanya tersenyum melihat kelakuan adik kakak itu.


"Kalian sudah bangun?" Tanya bu Nani yang baru datang dari dapur.


"Sudah bu, maaf ya bu kita berdua kesiangan." Jawab dokter Arif.


"Tidak apa-apa nak, ayo sekarang kalian cepat makan, kalian pasti lapar." Ucap bu Nani.

__ADS_1


"Bukan pasti lagi bu, tapi memang sangat lapar." Ucap Raya.


"Au ah, ayo mas kita makan." Farah menarik tangan suami nya ke ruang makan, sedangkan Raya tersenyum puas melihat adik nya kesal.


Dokter Arif tersenyum sambil menatap wajah Farah yang sedang kesal.


"Mas, kenapa ngga di makan, kita ini mau makan bukan mau saling menatap." Farah masih kesal dengan kakak nya.


"Lagi marah pun kamu tetap cantik ya sayang, apalagi kalau ngga marah."


"Jangan merayu."


Dokter Arif memberikan suapan kepada Farah hingga membuat Farah terdiam.


"Makan yang banyak biar tenaga nya kembali." Ucap dokter Arif sambil terus menyuapi istri nya.


Farah yang melihat suami nya belum makan pun berinisiatif untuk memberikan suapan balik, dan akhir nya mereka saling menyuapi.


Kini wajah Farah sudah biasa lagi, dia sudah tersenyum lebar lagi ketika suami nya terus menggoda nya.


"Ngga makan pun aku kuat kok mas."


"Iya kuat, tapi ngga bisa lebih dari satu kali." Ucap dokter Arif sambil tersenyum penuh arti.


"Maksud mas?" Tanya Farah yang belum paham kemana arah pembicaraan suami nya.


"Mas mau nya tiga ronde tiap hari sayang, kalau satu ronde serasa belum puas."


"Mas, kamu jadi mesum ya sekarang, jangan samakan dengan resep obat kamu ya mas." Ucap Farah.


"Lo kok jadi membicarakan resep." Sekarang dokter Arif yang ngga paham dengan ucapan Farah.


"Itu tadi mas bilang tiga ronde setiap hari, memang nya minum obat tiga kali sehari."


"Ha, ha, ha, kamu bisa saja sayang." Ucap dokter Arif sambil tertawa.


"Wah pengantin baru sangat bahagia ya sampai tertawa terus, pasti lagi membicarakan tentang semalam, hayo ngaku." Ucap Raya yang sudah berdiri di belakang mereka berdua.


"Kakak ganggu kita saja." Ucap Farah sambil memberikan suapan yang terakhir kepada suami nya begitu pun juga dengan dokter Arif.


"Wah ternyata saling suap, kalian berdua bikin iri saja." Ucap Raya sambil melihat kedua nya.


Farah dan dokter Arif tidak memperdulikan ucapan dari Raya lagi.

__ADS_1


"Sayang, aku ke kak Stev dulu ya." Ucap dokter Arif.


"Iya mas, aku mau beresin meja dulu." Ucap Farah.


__ADS_2