Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Harmonis


__ADS_3

Semenjak kehadiran Raya di rumah pak Agam, bu Maria sudah yakin kalau Raya adalah sosok seorang wanita yang bisa menjadi ibu untuk Grace, bu Maria melihat kasih sayang yang tulus dari Raya.


Bu Maria melihat nya semenjak Raya dengan sabar memberikan kasih sayang dan terapi kepada Grace di waktu Grace belum bisa bicara seperti sekarang.


Bu Maria dan Pak Agam kini bibir nya selalu tersenyum bahagia apalagi melihat keharmonisan rumah tangga anak semata wayang nya.


Terlihat Raya yang sedang memberikan suapan nya kepada Grace dan Steven yang menyuapi Raya membuat hati bu Maria dan hati pak Agam adem melihat nya.


Awal nya Raya malu karena ada pak Agam dan bu Maria, tapi Steven meyakinkan kalau orang tua nya juga sering melakukan nya, dan akhir nya Raya mau menerima suapan demi suapan dari suami nya.


Satu suap untuk dirinya dan satu suap untuk istri nya, terus saja seperti itu sampai makanan yang ada di piring nya bersih habis tak bersisa.


Raya tidak menyadari nya kalau Steven mengambil dua kali karena mereka makan berdua.


"Mas, kamu nambah lagi makan nya, yang tadi kan habis sama aku." Ucap Raya sambil terus memberikan suapan untuk Grace.


"Mas sudah kenyang, apa kamu mau nambah?" Steven balik bertanya sambil menatap istri nya.


"Ngga mas, aku sudah kenyang lagian aku mau diet, perasaan berat badanku nambah deh." Raya ngga sadar kalau makan nya tadi sudah banyak.


Bu Maria tersenyum melihat kekonyolan anak dan menantu nya, saking fokus menyuapi Grace, menantu nya sampai tidak sadar berapa banyak makanan yang dia makan.


Steven tersenyum dan melirik ke arah orang tua nya, Steven memberi kode agar orang tua nya tidak memberitahukan apa-apa kepada Raya, karena Steven takut Raya malu.


"Mau nambah lagi ngga sayang?" tanya Raya sambil memberikan gelas yang berisi susu buat GRace.


"Sudah mah, sudah kenyang." Tanpa menolak nya Grace meminum susu sampai habis.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu kita berangkat." Ucap Raya sambil mengambil tas kerja nya.


"Mas yang antar." Ucap Steven, tangan nya membersihkan mulut dengan tisu.


"Tumben." Gumam Raya menatap tak percaya.


"Asik, hari ini Grace diantar papah sama mamah." Grace sangat senang sekali karena baru kalai ini dirinya di antar sekolah oleh Steven dan Raya.


"Tapi kantor kita ngga searah mas, nanti mas kesiangan." Raya takut Steven kesiangan karena harus mengantarkan dirinya dulu.


"Tidak apa-apa, pokok nya sampai kamu mengajukan surat pengunduran diri aku yang akan mengantar dan menjemput kamu."


Raya pasrah dengan keputusan suami nya, mereka bertiga pamit kepada bu Maria dan pak Agam, setelah mencium telapak tangan pak Agam dan bu Maria, mereka pun pergi meninggalkan nya.


Pak Agam dan bu Maria menatap mereka bertiga dengan senyuman lebar nya.


"Kita do*a kan saja mah, semoga juga Raya bisa lebih sabar dalam mengurus Grace, dan kasih sayang nya tidak luntur walaupun dia sudah mempunyai anak nanti nya." Pak Agam berharap Raya tidak berat sebelah memberikan kasih sayang kepada anak nya dan Grace yang memang cuma anak sambung.


******


Seorang wanita duduk dengan gelisah menunggu orang suruhan nya memberikan bukti tentang mereka bertiga, Rokok sudah hampir satu bungkus habis, tapi orang suruhan nya belum memperlihatkan batang hidung nya.


Semenjak dirinya melihat Steven bersama seorang wanita dan seorang anak di cafe, dia langsung menyuruh seseorang untuk mengikuti nya sampai dia mendapatkan informasi semua nya tentang mereka.


"Aku tidak akan membiarkan kamu merebut Steven dan Grace dari tangan ku." Gumam wanita itu dengan tatapan yang penuh amarah.


Dia kembali ke kota ini hanya untuk Steven, karena dirinya yakin kalau Steven masih sendiri, tapi di cafe itu dia melihat ada seorang wanita yang bersama mereka membuat dirinya ingin mengetahui tentang mereka bertiga, dia masih ragu anak kecil itu Grace atau bukan, karena setahu dia Grace tidak bisa bicara.

__ADS_1


Tidak lama orang yang ditunggu nya datang dan langsung menghampiri nya, seorang pria tinggi besar dengan kaca mata hitam dan jaket kulit yang berwarna hitam di padukan celana jeans hitam menambah kegarangan pria tersebut.


Dia langsung mengeluarkan amplop besar dari balik jaket nya dan menyimpan nya di atas meja di depan wanita itu.


"Siang bos, maaf saya baru bisa memberikan laporan nya, semua yang anda inginkan ada di amplop ini." Ucap pria itu sambil menyimpan amplop besar yang dia bawa di atas meja.


Wanita itu mengambil amplop besar dan memberikan segepok uang kepada pria tersebut.


"Ini sisa nya, dan kamu tunggu perintah dari saya kembali." Pria itu menerima bayaran yang setimpal dengan kerja keras nya lalu pergi meninggalkan wanita tersebut.


Sepeninggal pria itu, si wanita membuka amplop nya, dia melihat dan membaca isi nya dengan teliti.


Tertera di sana ada poto-poto mereka bertiga dengan senyuman bahagia mereka, wanita itu melihat nya dengan penuh kebencian.


"Bajingan, aku tidak akan membiarkan kamu merebut nya, mereka berdua milik aku, tidak akan ada yang bisa mengambil nya." Wanita itu merobek poto Raya dengan penuh kebencian.


Wanita itu membaca semua berkas yang ada di amplop, di sana tertulis kalau Raya adalah istri kedua Steven, dan anak kecil yang bersama mereka adalah Grace anak nya Steven dari Brenda.


"Kalau benar dia Grace, kenapa dia bisa bicara? Bukan kah menurut informasi Grace itu tidak bisa bicara." Gumam wanita itu sambil menatap poto di depan nya.


Wanita itu mengambil berkas lain nya dan membacanya dengan sangat teliti, di sana tertulis kalau Grace setiap pagi diantar sekolah oleh Steven dan Raya setelah itu mereka meninggalkan Grace di sekolahan dan di jemput kembali sewaktu pulang sekolah.


Di sana tertulis dengan jelas alamat rumah Steven, alamat sekolah dan nama sekolah Grace dan tidak lupa orang itu menulis nama dan alamat perusahaan Steven dan tempat Raya bekerja.


"Kerjaan kamu bagus Boy, ngga sia-sia aku membayar kamu dengan mahal, aku mendapatkan semua yang aku mau tahu dan dengan mudah nya aku mendapatkan semua nya, tinggal rencana selanjut nya yang harus aku pikirkan, dan pasti nya aku akan membutuhkan kamu lagi,."wanita itu tersenyum smirk lalu menghembuskan asap rokok nya dengan kasar.


Terlihat mata yang penuh dendam dan amarah dalam dirinya, ada kebencian dan dendam yang membara.

__ADS_1


__ADS_2