Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Nasi Kuning


__ADS_3

"Ya ampun aku kesiangan, Grace kan sekolah hari ini." Raya belum sadar sepenuh nya kalau dirinya sedang berada di kontrakan nya Farah.


"Apa sih kak, pagi-pagi ribut? badan kakak udah baikan?" Tanya Farah dengan gelas cup nya yang berisi susu.


"Dek, kamu." Raya melihat ke sekitar kamar, barulah dirinya sadar kalau dia bukan lagi di kamar Steven.


"Kenapa? Belum sadar? Ini minum susu nya dulu, kalau wanita hamil itu harus minum susu dan makan makanan yang bergizi biar bayi kakak sehat." Farah memberikan susu nya.


Raya menatap Farah dengan tatapan heran nya, "Hamil? Siapa yang hamil?" Raya bertanya, tangan nya menerima susu yang di berikan Farah adik nya.


"Bukan nya semalam kakak yang bilang?"


"Ha, ha, ha, kamu ini dek, semalam kan kakak hanya membohongi kamu, biar kamu bangun dan menemani kakak beli nasi goreng." Raya tertawa renyah sambil mengingat ucapan nya semalam.


"Kakak!" Farah berteriak dengan wajah di tekuk nya, Farah kesal karena sudah di kerjain kakak nya.


Raya menenggak habis susu yang di berikan Farah kepada nya hingga tetes terakhir.


"Makasih ya adek ku sayang susu nya." Ucap Raya sambil tersenyum.


"Itu tidak gratis, jadi kakak harus membayar nya."


"Ya sudah kakak bayar dengan nasi kuning saja ya? Ayo kita beli nasi kuning."


"Nasi kuning?" Farah mengerutkan kening nya, setahu Farah kakak nya lebih menyukai bubur ayam dari pada nasi kuning.


"Iya nasi kuning, kenapa? Kamu kok seperti heran begitu sih dek." Ucap Raya sambil mengikat rambut nya.


"Bukan nya kakak ngga suka makan nasi kuning?"


"Itu dulu dek, tapi sejak kakak tidur di sini sekarang kakak pengen banget makan nasi kuning."

__ADS_1


Farah terdiam dan menelisik wajah kakak nya, dia heran banget dengan kakak nya ini, dan Farah melihat ada yang sedikit aneh pada tubuh Raya, pipi yang sedikit cuby dan buah tangan yang sedikit membesar.


"Aku harus baca tentang ciri-ciri wanita hamil, aku penasaran dengan perubahan kakak sekarang." Gumam bathin Farah.


"Dek, ayo buruan, kakak lapar." Teriakan Raya membuat Farah kaget.


"Tapi kita belum mandi kak."


"Nanti saja, sekarang kita beli nasi kuning dulu." Farah semakin yakin kalau Raya sedikit berubah, dari dulu Raya mana mungkin mau makan kalau belum mandi, tapi sekarang kelakuan kakak nya membuat Farah heran.


Akhir nya Farah pun mengikuti keinginan kakak nya itu, di dalam mobil Farah bukan mencari yang jual nasi kuning, tapi dirinya membuka situs tentang ciri-ciri wanita hamil.


Farah sangat serius sekali dengan bacaan nya, hingga Raya bertanya pun dirinya tidak mendengar sama sekali.


"Dek, kamu lagi baca apaan sih, sampai kakak nanya berkali-kali kamu ngga jawab." Raya kesal karena Farah tidak mendengarkan nya.


"Iya kak, apa?" Raya malah balik bertanya.


"Kakak ku tersayang, kan yang mau nasi kuning kakak, jadi terserah kakak mau beli nya di mana, kalau adek apa pun itu pasti adek makan yang penting adek sarapan." Farah memang tidak pernah pilih-pilih kalau soal makanan, beda dengan Raya.


Dengan wajah sedikit di tekuk Raya terus mencari penjual nasi kuning nya.


Farah kembali fokus kepada bacaan nya, "Ciri-ciri nya hampir sama dengan kakak, semalam kakak habis makan nasi goreng dia muntah, pusing, lemes terus wajah nya pucat, dan sekarang dia mau makan makanan yang tidak dia sukai, apa benar kakak hamil tapi kakak tidak menyadari nya?" Bathin Farah sambil melirik ke arah kakak nya yang memang sedang menatap tajam Farah.


"Kenapa kakak melihat adek seperti itu?" Tanya Farah yang tanpa dosa.


"Kamu tanya kenapa? Sebenar nya kamu sedang baca apa? sudah satu jam mobil ini berhenti dan kakak tanya mau ikut turun atau ngga tapi kamu malah fokus sama ponsel kamu itu." Terlihat dengan jelas di mata Farah kalau kakak nya sedang kesal.


"Satu jam? Baru juga sepuluh menit dari kita berangkat dari kontrakan, kakak ini pintar berbohong ya sekarang." Ucap Farah sambl melihat jam yang ada di ponsel nya.


"Sudah ayo buruan turun, kita makan nasi kuning nya di sini saja, ngga usah di bawa ke kontrakan." Ucap Raya sambil membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


"Yang benar saja kak, kita ini belum mandi lo." Farah ngga habis pikir dengan kelakuan kakak nya.


"Ngga usah ribut, ayo buruan kakak udah lapar." Raya menutup pintu mobil nya.


Mau ngga mau Farah mengikuti kemauan kakak nya, Farah takut dugaan nya benar kalau kakak nya itu sedang hamil.


"Aku harus beli tespack, biar semua nya jelas." Bathin Farah sambil keluar dari mobil.


Kini mereka berdua makan nasi kuning di tempat, terlhat Raya sangat menikmati sekali makanan nya, Farah sampai menatap nya heran.


Farah ingat di kala dirinya makan nasi kuning kakak nya pernah bilang, "Apaan makan nasi kuning, mendingan bubur ayam, makan nasi kuning itu membuat mual perut kakak." Farah masih ingat dengan ucapan kakak nya itu, tapi pagi ini Farah di buat kaget dan heran dengan kakak nya itu.


"Dek, kamu makan lama banget, punya kakak sudah habis lihat." Ucap Raya sambil menunjuk ke piring dia yang sudah bersih dan tidak ada satu butir nasi pun yang tertinggal.


"Kakak mau lagi? kalau mau punya adek aja ini habiskan." Ucap Farah dengan tatapan heran nya.


"Ngga ah sudah kenyang, pulang nya kita cari mangga dulu ya dek." Ucapan Raya membuat Farah tersedak.


"Uhuk,"


Raya langsung memberikan minum kepada Farah, "Makanya kalau makan itu pelan-pelan, lagian kakak jga ngga bakalan merebut nya kok." Ucap Raya sambil memberikan air minum.


Farah menenggak habis air minum nya, Farah semakin yakin kalau kakak nya ini sedang ngidam.


"Lagian kakak bikin kaget aku saja, masa pagi-pagi begini sudah mau mencari mangga." Farah menyimpan gelas nya lalu menatap kakak nya.


Farah kaget karena melihat mata kakak nya sedang berkaca-kaca, Farah mengikuti pandangan kakak nya.


Farah melihat kedua mata kakak nya sedang menatap sepasang suami istri dan juga anak nya sedang bercanda sambil menikmati nasi kuning.


"Seperti nya kakak kangen kak Steven dan Grace, aku harus mencari tahu secepat nya, untung aku mulai kerja nya besok, jadi masih ada waktu sehari ini untuk menemani kakak dan membuktikan kalau kakak sekarang sedang hamil." Gumam bathin Farah dengan kedua mata nya menatap Raya.

__ADS_1


__ADS_2