Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Lapar Tapi Malas Makan


__ADS_3

Dokter Linda menangis dan menghubungi ayah nya untuk meminta dirinya di pindahkan ke rumah sakit yang lain yang sangat jauh dari rumah dakit yang sekarang ia singgahi.


"Yah, aku mohon pindahkan aku dari rumah sakt ini." Ucap dokter Linda sambil menghapus air mata nya.


"Kenapa kamu ingin pindah sayang?" Tanya ayah dokter Linda.


"Pokok nya aku mau pindah ayah, kalau tidak di pindah kan aku mau melamar di rumah sakit luar negeri dan menetap di sana untuk selamanya."


Ayah dokter Linda adalah orang yang berkuasa di rumah sakit tersebut.


"Ya sudah, nanti ayah urus semua nya, tapi ayah minta kamu memberikan alasan yang tepat dengan kepindahan kamu ini."


"Iya ayah, nanti aku ceritakan kalau aku sudah di rumah."


Sambungan telepon pun terputus, Linda mengemasi barang-barang nya lalu keluar dari ruangan nya.


"Kamu tega dokter, aku sudah lama menyukai kamu dan berusaha untuk selalu mendekati kamu, tapi apa balsan kamu, kamu tidak melirik sedikit pun kepada ku, padahal aku sangat mencintai kamu, dan sekarang tiba-tiba hadir seorang perempuan yang mengaku kalau dia adalah tunangan kamu, sakit dokter sakit hati ini melihat semua yang terjadi, kurang apa aku ini sebenar nya, wajah lumayan, karir bagus, tapi kamu tidak mau melirik aku walau sedikit." Ucap dokter Linda sambil terus mengemudikan mobil nya.


Dokter Linda terus mengingat yang sudah ia lakukan buat mendekati dokter Arif, bahkan dia sampai tahu dengan semua kesukaan dan tempat pavorite nya dokter Arif.


"Lapar tapi malas makan." Gumam dokter Linda sambil menghentikan mobil nya di depan sebuah rumah makan sederhana.


"Ini kan rumah makan kesukaan kamu dokter, aku selalu tahu apa yang kamu suka, aku bahkan tahu kapan dan jam berapa saja kamu selalu berada di sini." Gumam dokter Linda lalu keluar dari mobil.


Dokter Linda tidak sadar kalau mobil dokter Arif hanya terhalang dua mobil saja dengan mobil dirinya.

__ADS_1


"Ini yang terakhir kali aku menginjak kan kaki di rumah makan kesukaan kamu, dan setelah ini aku tidak akan pernah menginjak kan kaki ku lagi di tempat-tempat kesukaan kamu dokter."


Dokter Linda melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah makan tersebut, tapi begitu dirinya masuk, kembali dirinya harus melihat kemesraan orang yang sangat ia sukai dan mendengar ucapan selamat dari pelayan rumah makan.


"Jadi, mereka benar sudah tunangan dan mau menikah." Gumam bathin dokter Linda dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Sesakit ini kah mencintai orang yang tidak mencintai nya, sesakit ini kah di kala cinta kita yang tulus tidak terbalas.


Dokter Linda sudah tidak tahan lagi, hati nya sangat terluka dan akhir nya dokter Linda memilih untuk pergi dari rumah makan itu.


Dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya, dokter Linda terus melangkah menuju mobil nya.


Dokter linda masuk dan duduk di belakang kemudi, menangis lah dokter Linda di dalam mobil nya, sungguh sangat sakit yang ia rasakan saat ini, cinta pertama nya tidak terbalaskan.


Setelah merasa tenang dokter Linda pun mulai melajukan mobil nya dnegan kecepatan sedikit kencang.


Dengan kejadian hari ini hati dokter Linda menjadi beku dan dokter Linda pun menutup rapat-rapat hati nya untuk pria mana pun.


*******


Farah yang memang sedang menghadap ke pintu masuk melihat kedatangan dokter Linda.


Farah sebagai wanita dan insting sebagai calon pengacara sungguh tajam, Farah merasa kalau dokter Linda ini memang sangat menyukai dokter Arif, dan Farah tidak mau kalau dokter Arif tergoda dengan dokter Linda, karena cinta pertama nya sudah jatuh dalam kepada dokter Arif.


"Rupanya dia tahu kalau dokter Arif suka makan di sini." Gumam bathin Farah lalu mengambil makanan dan mencoba menyuapi dokter Arif dengan tatapan mesra.

__ADS_1


"Sayang, cobain makanan aku deh." Ucap Farah sambil memberikan satu suapan kepada dokter Arif.


Dokter Arif hanya terdiam sambil menatap tajam kepada Farah, dokter Arif ingin sekali menolak nya, tapi tatapan memohon dari Farah dan juga pengunjung lain yang sedang memperhatikan nya membuat dokter Arif mau tidak mau membuka mulut nya dan menerima suapan dari Farah, dokter Arif ngga mau membuat Farah dan diri nya malu di depan umum.


"Enak kan sayang?" Tanya Farah sambil tersenyum kemenangan.


"Ya." Jawab dokter Arif singkat sambil menganggukan kepala nya.


Farah melirik dokter Linda dengan sudut mata nya, Farah melihat kalau dokter Linda menangis, ada rasa kasihan di hati Farah, tapi dirinya sudah terlanjur dengan ucapan nya yang sudah mengaku kalau dirinya adalah tunangan dokter Arif, dan memang tidak ada kerelaan di hati Farah jika dokter Arif bersama wanita lain, Farah sudah sangat menyukai dan mencintai dokter Arif, karena dokter Arif adalah cinta pertama nya.


"Maafkan saya dokter, saya sudah mematahkan hati dokter, saya sudah terlanjur mencintai dokter Arif." Gumam bathin Farah.


Farah melihat dokter Linda pergi meninggalkan rumah makan dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.


"Sebagai perempuan apa aku jahat sudah merebut pria yang dia sukai, tapi hati ini ngga bisa di bohongi kalau aku ini sangat mencintai dokter Arif." Farah terus bergejolak dengan pikiran nya.


"Kalau lapar itu makan bukan melamun, memang nya dengan melamun cacing yang ada di perut kamu akan kenyang." Ucap dokter Arif membuyarkan lamunan nya.


"Bisa ngga sih dokter kalau bicara itu yang lembut, apalagi sama seorang perempuan, pantas saja ya dokter jomblo sampai sekarang, nada bicara nya saja ngga enak di dengar, kenapa juga ya para pasien mau berobat sama dokter yang ketus dan dingin seperti ini." Ucapan Farah terhenti ketika sebuah sendok yang berisikan makanan masuk ke dalam mulut nya.


"Kalau lagi makan jangan banyak bicara." Ucap dokter Arif sambil memasukan sendok yang sudah di isi dengan makanan.


Farah terdiam sambil menikmati makanan yang di berikan dokter Arif.


"Padahal makanan na tidak jauh beda, tapi rasanya sangat enak sekali, apa karena dari tangan dokter tampan ini." Gumam bathin Farah sambil menikmati makanan nya.

__ADS_1


"Kalau begitu dokter yang suapi aku makan ya, ternyata makanan nya lebih enak dari tangan dokter dari pada dari tangan aku sendiri." Ucap Farah dengan senyum jahil nya.


__ADS_2