Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Manja


__ADS_3

Semenjak menikah Farah ikut dengan suaminya dan kembali meninggalkan rumah kedua orang tua nya.


Farah sudah berhenti bekerja tapi untuk kuliah nya masih berlanjut.


Farah selalu membagi waktu nya antara ngurus suami dan kuliah nya.


Dokter Arif semakin hari semakin manja kepada Farah, hingga makan pun selalu Farah yang suapi.


Terkesan memang seperti anak kecil tapi Farah sangat menyukai suami nya yang selalu bergantung kepada nya.


Walaupun dokter Arif ini manja dan selalu bergantung kepada Farah, tapi dokter Arif sangat menjaga dan sangat bertanggung jawab dengan Farah.


Dokter Arif sangat mencintai istri nya sehingga istri nya tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan rumah walaupun hanya membereskan tempat tidur mereka.


Dokter Arif meminta Farah hanya untuk melayani nya saja.


Kadang Farah ingin sekali memasak sesuatu untuk suami nya itu, tapi dokter Arif selalu melarang nya dengan alasan tidak mau telapak tangan Farah menjadi kasar.


Farah hanya bisa pasrah dengan semua keinginan suami nya.


Farah tidak mau berdebat yang akhir nya akan menimbulkan pertengkaran, Farah memilih mengikuti alur dan menikmati semua nya.


Pagi ini dokter Arif merasa badan nya ngga enak, dia merasa pusing dan lemas.


"Sayang, mas mau di peluk." Ucap dokter Arif dengan manja.


"Tapi mas, pagi ini mas harus pergi ke rumah sakit." Ucap Farah yang selalu sabar dengan sifat manja suami nya ini.


"Mas ngga masuk dulu, mas ngga enak badan sayang, mas hanya ingin rebahan sambil di peluk kamu."


"Kamu sakit mas? Apa yang mas rasakan?" Tanya Farah dengan rasa khawatir nya.


"Mas pusing sama lemas, dan mas hanya ingin rebahan saja."


"Tapi hari ini aku ada kuliah pagi mas." Ucap Farah.


"Kamu sudah ngga sayang mas lagi, kamu sudah ngga cinta mas lagi." Dokter Arif cemberut.

__ADS_1


Farah menatap suami nya, sedikit ada rasa kesal dalam diri Farah kalau suami nya sudah bersikap manja seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ya sudah aku akan izin ngga masuk dulu dan akan menemani mas di sini."


Mendengar ucapan dari Farah membuat hati dokter Arif sangat bahagia dan menyunggingkan sebuah senyuman di bibir nya.


"Tapi kita sarapan dulu ya mas, habis itu mas minum obat nya." Ucap Farah.


Mereka memang selalu menyediakan berbagai macam obat untuk persediaan.


"Tidak, mas tidak mau sarapan, mas hanya mau di peluk sama kamu."


Mau tidak mau Farah mengikuti kemauan suami nya, Farah naik ke atas tempat tidur dan tidur di samping suami nya.


Farah memeluk suami nya dengan tangan sambil mengusap lembut perut suami nya hingga membuat dokter Arif merasa nyaman.


"Perasaan dulu kamu itu dingin dan datar mas, tapi kenapa sekarang kamu jadi manja seperti ini, kalau punya anak nanti gimana? Sebentar, mengingat masalah anak perasaan semenjak menikah dengan mas Arif aku tidak pernah datang bulan, apa jangan-jangan aku sedang_," Gumam Farah di dalam hati nya.


Farah terus bergelut dengan pikiran nya, hingga dirinya punya ide untuk menyuruh bibi membeli sebuah tes pack ke apotek.


"Mas, aku mau ambil sarapan dulu ya, aku lapar." Ucap Farah.


Farah hanya menghembuskan nafas nya dengan secara perlahan, ide nya ingin menyuruh bibi membeli tespack musnah sudah kalau begini cara nya.


Farah teringat dengan Asya adik ipar nya, Farah langsung mengambil ponsel lalu menulis pesan dan mengirim nya kepada Asya.


"Kamu menghubungi siapa sayang?" Tanya dokter Arif setelah menghubungi pekerja nya.


"Dosen mas." Farah sengaja berbohong karena kalau ngga begitu suami nya pasti bakal terus bertanya dan meminta penjelasan.


"Oh, ya sudah sini peluk mas lagi, nanti bibi membawa makanan nya kesini." Ucap dokter Arif sambil merentangkan kedua tangan nya sambil berbaring.


Farah pasrah dan kembali masuk ke dalam pelukan suami nya.


Asya yang menerima pesan dari Farah bibir nya tersenyum.


"Baiklah aku akan membelikan nya." Gumam Asya yang baru selesai menghabiskan sarapan nya.

__ADS_1


"Mau di bawa kemana bi makanan nya?" Tanya Asya yang melihat pekerja nya mengambil makanan dengan nampan di tangan nya.


"Ini tadi den Arif menyuruh bibi membawakan makanan nya ke kamar."


"Dasar manja, kenapa ya bi sekarang kakak jadi manja seperti itu, apalagi sama kakak ipar." Tanya Asya.


"Bisa jadi non Farah nya lagi ngidam tapi mereka belum mengetahui nya."


"Benar kata bibi, ya sudah kalau gitu aku berangkat ya bi." Asya selalu menghormati orang yang lebih tua dari nya, apalagi selama ini kedua orang tua nya selalu keluar negeri untuk urusan bisnis, jadi dia lebih banyak berinteraksi dengan pelayan nya itu.


Terdengar pintu diketuk dari luar, dokter Arif bangun dan membawa makanan yang di berikan oleh pelayan nya.


Sebenar nya Farah yang ingin membawa nya, tapi dokter Arif melarang nya.


"Ini yang sakit aku atau dia sih, kenapa aku yang dilayani." Gumam Farah pelan.


Dokter Arif membawa makanan tersebut ke hadapan Farah.


"Ayo sayang kita makan, aku suapi kamu." Ucap dokter Arif sambil memberikan suapan nya.


Farah sering mendapat perlakukan seperti itu, tapi untuk saat ini Farah sedikit aneh, karena yang merasa pusing dan ngga enak badan kan suami nya, tapi kenapa malah dirinya yang seperti orang sakit.


Farah hanya mengikuti kemauan suami nya, mereka akhir nya makan dengan saling menyuapi.


Tapi baru juga beberapa suapan perut dokter Arif terasa mual, dokter Arif langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengeluarkan apa yang sudah dia makan.


Farah yang merasa khawatir dengan kondisi suami nya langsung mengikutinya ke kamar mandi.


Dengan sentuhan yang lembut Farah memijit tengkuk suami nya hingga suami nya sudah tidak muntah lagi.


"Aku pusing sayang." Ucap dokter Arif dengan wajah yang sudah pucat.


"Ya sudah mas tidur kembali, wajah mas juga pucat, kita panggil dokter ya." Ucap Farah sambil membawa nya ke atas tempat tidur.


"Ngga usah sayang, masa dokter di periksa." Ucap dokter Arif.


"Seorang dokter juga manusia mas, dia juga pasti mengalami sakit, kamu ini ada-ada saja, ya sudah kamu mau di periksa sama dokter siapa? Pasti ada kontak nya kan di ponsel kamu mas." Ucap Farah sambil meraih ponsel suami nya.

__ADS_1


"Dokter Hanif saja sayang." Jawab dokter Arif.


Farah mencari kontak dokter Hanif lalu menghubungi dan menyuruh nya untuk segera datang ke rumah suami nya.


__ADS_2