Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Sama Saja


__ADS_3

Hari terus berlalu dan belum ada perubahan diantara Steven dan Raya, walaupun Raya dan Steven tidur satu ranjang, tapi mereka masih selalu menjaga jarak.


Setiap pagi Raya tidak berubah dan selalu melakukan kewajiban nya untuk menyiapkan semua kebutuhan suami dan anak nya.


Sebelum pergi ke kantor tempat Raya bekerja, Raya selalu menyempatkan diri untuk mengantar Grace ke sekolah nya.


Siang ini Raya berjanji akan menjemput dan mengajak Grace untuk makan siang di luar.


Raya mengajak Grace makan di cafe salah satu mall terdekat.


Grace terlihat senang dengan ajakan makan siang ini, dari dulu Grace selalu membayangkan kalau pulang sekolah dirinya diajak jalan-jalan sama seorang ibu, mereka bercanda, tertawa, dan hari ini semua yang di impikan Grace terlaksana juga.


Steven yang memang sedang ada meeting di cafe mall itu juga dengan santai nya berjalan dan masuk ke dalam cafe tersebut.


Sepintas telinga nya mendengar suara yang ia kenal akhir-akhir ini, dengan sedikit celingak celinguk, Steven melihat sekitar cafe, mata nya tertuju pada dua wanita yang dia kenal.


Dengan perlahan Steven duduk di kursi yang memang sudah di janjikan untuk dirinya bertemu dengan klien nya.


Untuk menghindari dari Raya dan Grace, Steven terus menunduk pura-pura sibuk dengan ponsel nya, sesekali mata nya melirik ke arah mereka, sedangkan telinga nya dia pantengin agar Steven tahu apa yang sedang mereka berdua bicarakan.


"Mamah ini enak lo, coba deh." Grace memberikan suapan kepada Raya, dan dengan senang hati Raya menerima suapan dari Grace.


"Sekarang cobain punya mamah." Raya dan Grace terus saling memberikan suapan satu sama lain nya di selingi canda dan tawa.


"Pemandangan yang indah." bathin Steven, tanpa terasa bibir Steven menyunggingkan sebuah senyuman, dia sangat bahagia sekali melihat Grace bahagia.


Sekilas bayangan Selena ketika dia memarahi Grace yang hanya minta untuk disuapi melintas di pikiran nya.


"Kamu memang beda dari wanita lain nya, kamu lembut dan penyayang." tanpa sadar Steven memuji Raya.


Diam-diam Steven mengarahkan kamera ponsel nya ke arah Grace dan Raya dan menghasilkan beberapa gambar.


Bibir nya tersenyum, sambil terus melihat hasil jepretan nya.


"Siang pak Steven, maaf saya terlambat." ucap klien nya sambil mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Siang juga, ngga apa-apa, silahkan duduk." Steven kembali duduk dan menghadap klien nya.


"Seperti nya bapak lagi bahagia hari ini." Klien Steven penasaran karena melihat bibir Steven tersenyum terus.


"Ya saya bahagia karena melihat anak saya juga bahagia sekarang." Jawab Steven.


Klien Steven ikut tersenyum bahagia melihat wajah Steven siang itu, wajah Steven mendukung banget buat menjalin hubungan kerja.


Steven dan klien nya serius dan fokus kepada pembicaraan nya dan sejenak melupakan keberadaan Raya dan Grace.


"Sayang kamu pulang sama pak Rahmat ya? Mamah mau kembali ke kantor lagi." Ucap Raya dengan tangan mengusap bibir Grace dengan tisu.


"Mah, aku mau ikut ke kantor sama mamah boleh kan?" dengan penuh harap Grace menatap Raya.


Raya yang melihat wajah Grace seperti itu menjadi tidak tega untuk menolak nya, tapi Raya bingung, dia takut di tegur sama pak Hendrik kalau bawa Grace ke kantor.


Setelah beberapa saat berpikir, Raya pun menyetujui nya asal dengan syarat Grace tidak nakal.


"Baiklah, asal Grace janji kalau Grace tidak nakal di sana." Ucap Raya sambil mengulurkan jari kelingking nya.


Raya tersenyum, "Baiklah, ayo." Raya berdiri dan memegang tangan Grace lalu pergi meninggalkan cafe itu.


Tanpa Raya dan Grace sadari kalau mereka melewati meja yang sedang di pakai oleh Steven.


Raya dan Grace berjalan tanpa melihat ke arah sekitar atau ke arah kaki mereka melangkah hingga mereka tidak melihat adanya Steven.


Steven melirik ke arah mereka yang sedang melewati meja nya, Steven terus menatap nya.


"Sudah selesai rupanya." Bathin Steven sambil terus menatap mereka.


Karena Grace tidak fokus ke depan tanpa sengaja Grace menyenggol salah satu meja dan membuat minuman nya tumpah di atas meja.


Raya yang melihat itu langsung meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi.


"Maafkan anak saya tuan, mungkin anak saya tidak melihat nya." ucap Raya dengan nada yang sopan.

__ADS_1


"Raya? kamu Raya kan?" seorang pria yang minuman nya tumpah.


Grace yang awal nya takut kena marah lelaki itu merasa tenang karena kelihatan nya pria tersebut mengenal Raya.


"Iya? Anda siapa?" Raya balik tanya karena memang tidak ingat sama sekali.


"Aku Gio Ya? Masa ngga ingat." ucap Gio yang punya nama asli Giova.


Raya berpikir sejenak hingga Raya mengingat sesuatu.


"Gio? kamu Gio yang pernah aku tolak kan?" ucapan Raya membuat Gio sedikit kesal.


Gio ini teman Raya sewaktu kuliah dulu, dan Gio ini salah satu pria yang Raya tolak.


"Ngga usah di sebut juga lah yang pernah di tolak nya." Ucap Gio dengan wajah kesal.


"Ha, ha, ha tapi kan memang iya." tertawa Raya membuat Steven menatap nya dengan kagum.


"Enak sekali tertawa nya, tapi kenapa di rumah jarang tertawa seperti itu." Bathin Steven dengan mata yang terus menatap Raya yang sedang berbincang asik dengan teman pria itu.


"Ya iya, tapi ngga usah kenceng juga ngomong nya, aku kan malu Ya." Ucap Gio.


"Iya deh aku ngga bakalan kenceng lagi ngomong nya, bagaimana kabar kamu sekarang?" tanya Gio.


"Kabar aku baik Gio, oh iya kenalkan ini anak aku." ucap Raya memperkenalkan Grace kepada Gio.


"Seriusly ini anak kamu Ya? Wah cantik banget seperti mamah nya." Gio mengusap kepala Grace, Raya hanya menyunggingkan sebuah senyuman.


"Iya dia anak aku, sory ya Gio minuman kamu jadi tumpah." Raya merasa bersalah karena Grace sudah menumpahkan minuman nya.


"Sudah lupakan, cuma segelas minuman saja, bagaimana kalau kapan-kapan kita bertemu lagi, ini kartu nama aku." Gio memberikan sebuah kartu nama kepada Raya.


Raya mengambil dan membaca nya, "Baiklah nanti aku hubungi kamu." Raya menyimpan kartu nama Gio ke dalam tas kerja nya.


Steven yang dari tadi melihat mereka sedikit panas hati nya melihat Raya tersenyum kepada pria asing yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


"Benar kan kalau semua wanita itu sama saja, kerjaan nya hanya selingkuh dan selingkuh, bisa-bisa nya dia kenalan dengan pria itu di depan Grace, aku tidak akan membiarkan Raya mengantar Grace ke sekolah lagi." Bathin Steven dengan wajah yang menahan emosi nya.


__ADS_2