
Raya dan Steven semakin gelisah karena sudah hampir sore Grace belum ada kabar.
Bu Maria belum tahu dengan kabar Grace, karena beliau lagi ada acara arisan bersama ibu-ibu lain nya.
"Mas, apa kita lapor polisi aja." Raya sungguh sangat khawatir dengan keadaan Grace, walaupun Raya sadar kalau Grace bersama ibu kandung nya, tapi mendengar cerita Grace yang sampai tidak bisa bicara membuat nya gelisah dan khawatir takut terjadi apa-apa pada Grace.
"Belum bisa lapor sayang, soalnya kan belum dua kali dua puluh empat jam, kita tunggu sampai malam ya, siapa tahu Grace masih jalan-jalan." Steven terus menenangkan hati Raya.
Steven akui hati nya pun lagi gelisah dan takut terjadi apa-apa sama Grace, tapi dirinya harus kelihatan tenang dan bisa menenangkan istri nya.
Tanpa sepengetahuan istri nya Steven menghubungi para anak buah nya untuk mencari Grace dengan bayaran yang tinggi jika mereka menemukan nya.
"Kamu dimana nak? Kalau sampai terjadi apa-apa sama Grace, aku tidak akan membiarkan kamu hidup." Gumam bathin Steven sambil menahan emosi nya.
"Terus gimana dong mas, masa kita hanya duduk diam seperti ini, aku takut terjadi apa-apa sama Grace mas." Raya menangis dalam pelukan Steven.
"Tenang sayang, kalau sampai malam Grace tidak pulang, mas akan mencari nya." Steven membelai sayang rambut Raya.
Sungguh Steven ingin sekali pergi mencari Grace dan membunuh wanita yang sudah membuat Grace dan dirinya menderita sejak dulu, tapi Steven memikirkan Raya, Steven takut Raya melihat Grace bersama Brenda dan membuat sakit hati nya, maka Steven menahan nya sampai ibu nya pulang.
Kepala Raya terkulai lemas membuat Steven langsung melihat nya.
"Sayang, kamu kenapa? Bangun sayang aku mohon, bi tolong saya bi." teriak Steven hingga suara nya sangat menggema di rumah besar itu.
Bu Maria dan pak Agam yang baru keluar dari mobil kaget mendengar teriakan Steven.
"Pah, ada apa Steven berteriak?" tanya bu Maria sambil menatap heran suami nya.
"Ya sudah ayo bu cepat kita masuk." Pajk Agam dan bu Maria setengah berlari masuk ke dalam rumah nya.
"Iya den, ada yang bisa bibi bantu." ucap bi Siti dengan sedikit berlari menghampiri Steven yang lagi membaringkan Raya di sofa ruang keluarga.
__ADS_1
"Bi, istri saya pingsan, tolong ambil kan kayu putih." bi Siti langsung berlari pergi mengambil kayu putih.
"Ada apa, kenapa kamu teriak-teriak?" tanya bu Maria sambil menghampiri Steven.
"Mah, pah, Raya pingsan." teriak Steven dengan wajah khawatir nya.
"Kenapa bisa? Apa yang sudah kamu lakukan sama menantu papah." Pak Agam menatap tajam ke arah Steven, pak Agam takut kalau Steven sudah berbuat kasar pada Raya.
"Mungkin Raya kepikiran Grace, mana dari siang dia juga belum makan." jawab Steven dengan wajah sedih nya.
"Grace?" ucap pak Agam dan bu Maria secara bersamaan sambil saling menatap.
"Tuan ini kayu putih nya." bi Siti memberikan katu putih nya kepada Steven, dan Steven mengambil nya.
Karena merasa ini adalah masalah keluarga, bi Siti pun kembali ke dapur dan menyiapkan makanan untuk makan malam.
"Memang nya Grace kenapa? Sekarang Grace nya dimana?" bu Maria langsung memperlihatkan wajah khawatir nya.
"Cerita yang jelas, jangan setengah-setengah biar semua nya jelas." pak Agam kesal dengan Steven yang bercerita setengah-setengah.
"Brenda menjemput Grace pah, mah, dan sampai sekarang Grace belum pulang." Steven terus berusaha membangunkan Raya dengan mengoles kayu putih di bawah hidung nya.
"Apa! Kenapa wanita itu bisa tahu kalau Grace sekolah di sana, apa selama ini dia mengintai kita?" bu Maria kaget dengan apa yang di ucapkan Steven.
"Wanita itu mau main-main rupanya." gumam pak Agam dengan wajah marah nya.
"Pah, kita cari Grace pah, mamah takut kenapa-kenapa dengan Grace, wanita itu kan jahat sewaktu Grace bayi saja sudah tega menganiaya Grace." Bu Maria menangis dalam pelukan pak Agam.
"Sabar mah, tenang dulu, papah tidak akan tinggal diam." pak Agam menenangkan istri nya.
Terlihat Raya menggerak-gerakan ke dua mata nya, dengan perlahan dia membuka kedua mata nya.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Steven sambil membelai pipi Raya.
"Mas, aku ingin bertemu Grace, cepat cari Grace mas." Raya kembali histeris membuat Steven sedih melihat nya.
Raya yang hanya seorang ibu sambung terlihat sedih karena sampai sore begini Grace belum pulang, padahal mereka sudah tahu kalau Grace lagi bersama ibu kandung nya, tapi karena ibu kandung nya yang dari semenjak Grace bayi sudah tega menganiaya Grace, jadi mereka khawatir Grace di aniaya lagi oleh ibu kandung nya.
"Iya sayang, mas akan mencari nya, asal kamu makan dulu, dari siang kamu belum makan, nanti kamu sakit gimana." Steven terus membujuk Raya agar mau makan.
"Aku tidak mau makan mas, aku mau GRace." Raya kalut, dirinya sangat mengkhawatirkan Grace.
"Sayang, dengarkan mamah, kita serahkan sama Steven untuk mencari Grace, kamu makan dulu ya nak? Kalau kamu ngga makan nanti pas Grace pulang melihat kamu sakit, Grace pasti akan sedih." Bu Maria ikut membujuk Raya sambil meneteskan air mata nya, dirinya ikut sedih melihat Raya yang seperti itu, kasih sayang Raya terlihat sangat besar kepada cucu nya.
Raya hanya diam dan masih menangis di dalam pelukan Steven.
Bu Maria pergi ke dapur dan mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh bi Siti.
"Bi, tolong ambilkan minum ke ruang keluarga."
"Baik nyonya." Bi Siti mengikuti bu Maria dengan beberapa minuman di tangan nya, setelah menata nya bi Siti kembali ke dapur.
"Biar mas suapin ya sayang, ayo kalau kamu ngga makan mas ngga akan mencari Grace." Steven terpaksa mengancam Raya agar mau makan.
Dengan malas Raya mulai membuka mulut nya, satu suap saja susah banget Raya untuk menelan makanan yang ada di mulut nya.
Raya mengunyah makanan dengan air mata yang terus menetes di pipi nya.
Dengan penuh kesabaran dan ancaman yang terus dilontarkan Steven akhir nya makanan yang ada di piring sudah hampir habis.
Selagi Steven memberikan minum kepada Raya, suara ponsel nya berdering dan dengan cepat Steven mengangkat nya.
"Halo sayang, bagaimana kabarmu? Aku kangen kamu." suara wanita itu sangat jelas di telinga Steven membuat Steven sedikit menjauh dari Raya.
__ADS_1
"Di mana Grace, jangan macam-macam kamu." ucap Steven dengan nada pelan, takut terdengar Raya.