Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Makan bersama


__ADS_3

Setelah semua keperluan sudah mereka beli, kini mereka menuju sebuah restoran ternama untuk makan.


Kini mereka semua sudah duduk dengan pesanan mereka masing-masing.


Wajah Steven masih sedikit di tekuk karena masih kesal dengan istri nya.


"Halo jeng, kalian semua ada di sini? Sudah sangat lama ya kita ngga bertemu." Ucap seorang wanita yang seusia dengan bu Maria.


Bu Maria yang sedang bercengkerama dengan keluarga nya langsung membalikan tubuh nya dan menatap yang menyapa dirinya.


Farah ikut mengangkat kepala nya karena penasaran dengan orang yang sudah menyapa keluarga bu Maria.


Tatapan nya tertuju kepada seorang pria yang pernah dia temui di rumah nya bu Maria waktu itu.


"Dokter Arif, tampan sekali dia kalau lagi pakai baju casual seperti itu." Gumam bathin Farah sambil menatap dokter Arif tanpa berkedip, sedangkan dokter Arif sendiri menampilkan wajah datar dan dingin nya.


"Jeng Retno, apa kabar?" Bu Maria langsung berdiri, memeluk dan mencium pipi kiri dan pipi kanan bu Retno.


"Baik jeng, ini lagi pada kumpul rupanya, mereka berdua siapa?" Tanya bu Retno sambil mengulurkan tangan nya kepada mereka satu persatu.


"Ini anak menantu saya jeng, yang ini Raya istri nya Stev sekarang sedang hamil dan tinggal menunggu lahiran, dan yang ini Farah adik nya Raya." Bu Maria memperkenal kan kedua nya.


"Ternyata Stev sudah punya istri lagi, semoga sehat dan dilancarkan ya nak persalinan nya, kenapa aku ngga di undang jeng?" Ucap bu Retno sambil menatap Raya.


"Mereka memang belum mengadakan resepsi, mereka baru nikah biasa saja, rencana nya sih nanti sehabis lahiran baru kita akan mengadakan pesta nya, tenang saja Jeng, saya akan mengirimkan undangan spesial buat jeng Retno seorang." Ucap bu Maria sambil tersenyum.


"Oh kirain saya tidak diundang, eh, cantik-cantik ya mereka, dengerin tuh nak, Steve aja sudah punya istri lagi, masa sampai sekarang kamu masih sendiri, jangan kan istri pacar saja kamu ngga ada." Ucap bu Retno sambil melirik ke arah dokter Arif.


Dokter Arif hanya diam dan masih tetap memperlihatkan wajah datar dan dingin nya.


Mereka semua hanya tersenyum mendengar ucapan dari bu Retno, kecuali dokter Arif.


"Ini Grace kan? Kamu sudah besar cantik lagi." Ucap bu Maria memakai bahasa isyarat nya.


"Tante aku sekarang sudah bisa bicara lagi." Ucap Grace dengan bibir tersenyum.


"Ya ampun sayang, ini suatu keajaiban, Alhamdulilah ya Allah." Bu Retno memeluk dan mencium seluruh wajah Grace karena ikut bahagia.

__ADS_1


"Iya jeng, dan ini semua berkat Raya, dia yang sudah membuat Grace bisa bicara lagi."


"Sungguh kamu sangat beruntung nak mempunyai istri seperti nak Raya ini, jangan sampai kamu menyakiti dan menyia-nyiakan nya, karena wanita cantik dan sebaik dia ini banyak yang akan menampung nya dan akan menjadikan nya bak seorang ratu." Ucap bu Retno.


"Aku jamin itu tidak akan terjadi, karena saya tidak akan menyia-nyiakan nya." Ucap Seteven sambil menatap mesra istri nya.


Wajah cemburu nya seketika menghilang setelah mendengar ucapan dar bu Retno.


"Ya sudah jeng kita gabung saja gimana? tadi papah nya Stev milih meja yang besar ini, rupanya mau bertemu kalian." Ajak bu Maria.


"Ayo gabung saja Bram siapa tahu suatu saat kita menjadi keluarga." Ucap pak Agam yang belum di mengerti oleh semua nya.


Tanpa di sadari semua nya pak Agam memperhatikan tatapan Farah kepada dokter Arif, pak Agam merasa kalau Farah menyukai dokter Arif.


"Gimana mah, apa kita gabung atau ngga?" Tanya pak Bram kepada istri nya.


"Boleh pah, kita gabung saja mamah juga kangen dengan jeng Maria ini." Ucap bu Retno.


"Nak, kita gabung sama keluarga pak Agam saja ya, sambil nunggu adik kamu kesini."


Dokter Arif hanya mengangguk tanda setuju lalu duduk pas di depan nya Farah.


"Oh iya adik nya sudah lulus sekolah dong ya?" Tanya bu Maria.


"Iya baru masuk ke fakultas kemarin." Ucap bu Maria.


"Pasti ngambil jurusan kedokteran." Ucap pak Agam.


"Ya anda tahu sendiri pak Agam, orang cita-cita dia dari kecil kan ingin menjadi dokter." Ucap pak Bram.


"Kuliah di kampus mana?" Tanya bu Maria.


"Di kampus xxxx." Jawab bu Retno.


"Kalau begitu sama dengan Farah dong, iya kan nak?" Tanya pak Agam membuat lamunan Farah buyar seketika.


Farah yang sedari tadi terus menatap damba kepada dokter Arif kaget oleh sebuah pertanyaan dari pak Agam.

__ADS_1


Eh, i_iya pah." Jawab Farah terbata-bata.


"Ngambil jurusan dokter juga?" Tanya pak Bram penasaran.


"Saya ngambil jurusan hukum om." Jawab Farah dengan mata masih melirik ke arah dokter Arif.


"Wow, hebat sekali, saya dulu menginginkan adik nya Arif masuk ke jurusan hukum dan jadi sarjana hebat, tapi apalah daya dia menginginkan jadi dokter, saya tidak bisa memaksa nya." Ucap pak Bram.


"Ternyata As_" belum selesai bu Maria melanjutkan kalimat nya, terdengar suara seorang wanita begitu nyaring terdengar.


"Siang om, tante." Ucap Asya yang baru masuk ke restoran yang sudah di janjikan oleh kedua orang tua nya.


Memang sebulan sekali mereka selalu mengadakan acara makan keluarga di tengah-tengah kesibukan mereka.


Semua orang yang sedang menikmati makanan nya langsung menatap kepada suara wanita yang baru datang itu.


"Asya." Teriak Farah sambil menatap nya.


"Lo, Farah?" Asya menatap Farah dengan tatapan kaget nya.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya bu Retno.


"Farah ini teman sekampus aku mah tapi kita beda jurusan." Jawab Asya lalu mencium telapak tangan semua orang kecuali tangan Farah dan Grace.


Asya kenal dengan Farah ketika di kampus lagi mengadakan acara, mereka berkenalan dan mulai dekat, jurusan mereka memang berbeda tapi mereka sangat nyaman untuk menjadi teman.


"Wah keponakan aunty sudah besar cantik lagi." Ucap Asya sambil mencubit pelan kedua pipi nya.


"Kan para aunty Grace juga pada cantik-cantik."


"Sayang, kamu bisa bicara?" Asya heran karena sudah lama dirinya tidak bertemu dengan Grace, terakhir kali bertemu sewaktu Grace berusia dua tahun.


"Iya aunty, ini semua berkat bantuan dari mamah." Ucap Grace sambil tersenyum.


"Farah jadi kamu ini?"


"Ya, aku ini adik nya kak Raya, kak Raya ini istri nya kak Steven ayah nya Grace." Ucap Farah sambil melirik ke arah dokter Arif.

__ADS_1


"Seperti nya Farah menyukai kakak deh." Gumam bathin Asya sambil melirik ke arah Arif dan Farah secara bergantian.


Sedangkan dokter Arif hanya diam dan menikmati makanan nya tanpa memperdulikan yang lain nya.


__ADS_2