
Mereka kini sedang makan bersama sambil bercengkerama.
Pak Bram dan pak Agam membicarakan bisnis mereka dengan serius.
Bu Maria dan bu Retno kalau bertemu selalu membahas apapun yang ingin mereka bahas, kadang pembahasan anak-anak nya, kadang juga pembahasan tentang suami mereka.
Steven fokus dengan Raya dan Grace, momen seperti ini tidak bakalan Steven tinggalkan sedetik pun, dia ingin istri dan anak nya selalu bahagia.
Dokter Arif hanya terdiam sambil menikmati makanan nya dia tidak menghiraukan yang lain nya, dia hanya fokus dengan makanan nya saja, telinga nya mendengar segala ucapan mereka yang berada di dekat nya.
Farah dan Asya membicarakan tentang kampus dan tentang dosen-dosen yang membuat mereka berdua kagum
Selagi berbicara dengan Asya, mata Farah sesekali melirik ke arah dokter Arif, dan itu berhasil menarik perhatian Asya.
"Mas, aku mau ke toilet dulu." Ucap Raya sambil menyentuh perut nya.
"Bareng ayo sayang, tiba-tiba perut mas juga sakit ini." Ucap Steven yang memang merasakan sakit di perut nya.
"Dek, titip Grace ya, kakak mau ke toilet dulu." Ucap Raya sambil berdiri.
"Oke kak, sini sayang dekat sama aunty." Farah mengajak Grace untuk duduk dekat dengan nya.
"Kalian berdua mau pada kemana?" Tanya bu Maria yang melihat Steven dan Raya berdiri.
"Mau ke toilet dulu mah ngantar Raya." Jawab Steven yang ngga mau bilang kalau perut nya lagi sakit karena merasa ngga enak dengan yang lain nya yang belum selesai makan.
"Hati-hati nak, jaga terus istrinya." Ucap bu Retna sambil tersenyum.
"Iya tante." Raya pergi dengan di gandeng Steven.
"Kapan saya punya menantu ya jeng." Ucap bu Retno pelan.
"Sabar jeng, secepat nya jeng Retno pasti akan mempunyai menantu kok." Ucap bu Maria, sedangkan bu Retno hanya menghela nafas nya pelan.
Semenjak Arif di tinggalkan menikah oleh tunangan nya, Arif sama sekali tidak menampak kan dirinya menyukai perempuan lagi, dan itu membuat bu Retno sangat khawatir.
"Kamu jangan pergi kalau aku belum keluar ya sayang." Ucap Steven.
__ADS_1
"Iya mas, aku masuk dulu." Raya masuk ke toilet wanita sedangkan Steven masuk ke toilet pria.
Sungguh baru pertama kali ini Steven merasakan perut nya sakit yang luar biasa.
Tidak berapa lama Raya keluar dari toilet, dia mencari suami nya di depan toilet pria.
"Mas Steven udah keluar belum ya." Gumam Raya sambil terus menatap pintu toilet pria.
"Hai Raya, kita ketemu lagi ternyata, jangan-jangan kita berjodoh." Ucap seorang pria yang baru sampai di toilet.
Raya membalikan tubuh nya dan melihat pria yang menyapa nya.
"Anda." Ucap Raya sambil mengingat pria yang ada di hadapan nya kini.
"Yosep, yang tadi kita bertemu di mall." Yosep mengingatkan Raya.
"Oh iya, yang minta poto bareng tadi kan?" Raya sudah mengingat nya.
"Benar sekali, oh iya saya lihat kamu_."
Belum selesai Yosep dengan kalimat nya, Raya merasakan sakit di bawah perut nya.
"Kamu kenapa? Apa kamu mau melahirkan?" Tanya Yosep yang langsung memegang tangan Raya dan memeluk bahu nya.
Steven yang baru keluar dari toilet melihat Raya sedang di peluk seorang pria membuat hati nya terbakar, sambil menahan rasa sakit di perut nya, Steven menghampiri Raya dan memukul tangan Yosep dengan keras.
"Lepaskan tangan anda dari tubuh istri saya." Teriak Steven.
Yosep kaget dan langsung melepaskan nya, dirinya tidak menyangka kalau ada suami Raya di situ, padahal Yosep ingin sekali merasakan jadi suami Raya walaupun hanya sebentar saja.
"Maaf tadi istri anda kesakitan dan saya hanya membantu nya saja." Ucap Yosep.
"Oh ternyata kamu lagi, kamu sengaja kan mengikuti istri saya karena kamu menyukai nya." Teriak Steven dengan penuh emosi.
Rasa sakit di perut nya seakan menghilang dengan datang nya rasa cemburu di dalam hatinya, karena Steven tahu kalau pria ini menyukai Raya istri nya.
"Anda salah paham tuan." Ucap Yosep sambil menahan rasa malu yang luar biasa, karena orang yang berada di sana memperhatikan perdebatan mereka.
__ADS_1
"Anda bilang saya salah paham! Saya tidak tuli, saya mendengar pembicaraan anda dengan teman anda yang mengatakan kalau anda menyukai istri saya, dan anda membuat drama agar anda bisa berpoto dengan istri saya, sekarang sini ponsel nya." Teriak Steven sambil merebut ponsel yang sedang di pegang Yosep.
"Kembalikan ponsel nya, itu privasi saya, dan anda tidak boleh mengetahui nya." Yosep berusaha mengambil ponsel nya kembali.
Tapi sayang Steven melempar dengan keras ponsel Yosep ke lantai lalu menginjak-injak nya hingga hancur.
"Anda." Teriak Yosep sambil melayang kan tangan nya hendak memukul Steven.
"Aw, mas sakit." Teriakan Raya membuat Yosep menghentikan pukulan nya.
"Raya."
"Sayang." Teriak kedua nya bersamaan.
Yosep yang mau menghampiri Raya tubuh nya di dorong keras oleh Steven.
Steven mengeluarkan sebuah kartu nama lalu melemparkan nya ke hadapan Yosep.
"Kalau kamu mau minta ganti rugi, hubungi saya di alamat itu." Setelah melemparkan kartu nama nya, Steven langsung menggendong Raya yang lagi menahan sakit di perut bagian bawah nya.
Yosep hanya diam sambil menatap Raya yang berada di dalam gendongan Steven.
Dengan perlahan Yosep mengambil kartu nama yang di lemparkan Steven ke arah nya lalu membaca nya.
"Steven Mahardika, apa! Jadi dia itu yang punya perusahaan xxxx, mati aku." Ucap Yosep lalu pergi meninggalkan toilet dan menghampiri teman nya kembali.
Yosep adalah seorang ceo di salah satu perusahaan, baru beberapa bulan ini perusahaan nya melakukan kerja sama dengan perusahaan Steven.
Dari dulu dirinya ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan Steven, dan beberapa bulan ke belakang terlaksana tapi tanpa hadir nya Steven, karena waktu itu Steven lagi ada meeting penting dengan perusahaan dari luar negeri.
Waktu itu hanya sekertaris dan orang kepercayaan Steven lah yang mewakilkan kerja sama itu, jadi Yosep belum tahu dengan wajah pemilik asli nya.
Yosep hanya menghembuskan nafas nya, kini dirinya pasrah dengan semua nya, impian merebut Raya dari suami nya sirna seketika setelah dirinya tahu kalau suami dari Raya itu adalah seorang pria yang sangat berpengaruh sekali dalam bisnis.
"Kapok aku menyukai wanita yang sudah bersuami." Gumam Yosep lalu pergi menghampiri teman nya.
Asya melihat Steven sedang menggendong Raya yang seperti lagi menahan sakit kaget lalu berteriak.
__ADS_1
"Om, tante, lihat deh, seperti nya kak Raya sedang kesakitan." Teriak Asya sambil menunjuk ke arah Raya dan Steven.
Mereka semua langsung menghampiri dan mengikuti Steven yang sedang membawa Raya ke parkiran.