Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Sandiwara Farah


__ADS_3

Karena dokter Arif meninggalkan Farah yang seperti tanpa perasaan, Farah pun memulai aksi nya dengan sebuah drama pura-pura terkilir.


Dokter Arif yang mendengar teriakan Farah langsung menghentikan langkah nya dan menghampiri Farah.


"Kamu ngga apa-apa?" Tanya dokter Arif.


"Apa dokter lupa kalau kaki aku sedang terluka, udah begitu pakai terkilir lagi." Jawab Farah sambil pura-pura kesakitan.


"Lagian kenapa harus berlari, jalan pelan juga bisa kan." Ucap dokter Arif yang masih berdiri di hadapan Farah.


"Gimana ngga lari, dokter nya berjalan udah seperti mau pergi ke tempat yang mau lahiran." Farah sedikit kesal karena dokter Arif belum peka juga dengan apa yang dia harapkan.


Dokter Arif terdiam, dirinya selalu kalah kalau berdebat dengan Farah, dan tanpa pikir panjang lagi dokter Arif pun menggendong Farah.


Bibir Farah tersenyum karena rencana nya berhasil, para suster yang kebetulan lewat melihat iri kepada nya.


Karena dokter Arif ini memang dokter termuda dan tertampan di rumah sakit itu.


"Beruntung sekali wanita itu bisa di gendong sama dokter Arif, aku saja yang selalu mengharapkan nya ngga kesampaian." Ucap salah satu suster.


"Jangan kan untuk di gendong nya, kita bertanya saja jawab nya kayak yang malas." Ucap teman nya.


Mereka terus menatap dan membicarakan dokter Arif yang sedang menggendong Farah hingga tanpa mereka sadari di belakang nya ada dokter Linda.


"Kalian sedang apa? kalau mau ngerumpi di kantin sana." Ucap dokter Linda yang belum melihat kearah dokter Arif dan Farah.


"Eh dokter Linda, maaf dok kita hanya kaget saja melihat dokter Arif yang super dingin itu menggendong seorang wanita." Ucap salah satu suster sambil menunjuk ke arah dokter Arif dan Farah.


Dokter Linda yang mendengar ucapan dari seorang suster langsung menatap ke arah yang di tunjuk suster itu.


"Berarti ucapan wanita itu benar, dengan secara tidak langsung kamu sudah menyakiti hati ini dokter, aku ngga sanggup harus terus-terusan melihat seperti ini." Gumam bathin dokter Linda dengan mata yang kembali berkaca-kaca.


Para suster merasa kasihan kepada dokter Linda, mereka sudah pada tahu kalau dokter Linda menyukai dokter Arif.


Dokter Linda langsung membalik kan tubuh nya dan kembali ke ruangan nya dan menangis sendirian di ruangan nya.

__ADS_1


Awal nya dokter Linda mau pulang karena tugas pagi nya sudah selesai, tapi dirinya harus melihat pria yang ia cintai sedang menggendong wanita lain, sakit yang Linda rasakan.


Selagi dirinya menangis, tanpa pikir panjang lagi Linda langsung menghubungi ayah nya yang memang pemilik rumah sakit tersebut.


Dokter Linda meminta kepada ayah nya untuk di pindahkan ke rumah sakit lain nya, dirinya tidak mau terus-terusan merasakan sakit ketika melihat dokter Arif bersama wanita itu.


Dengan langkah yang pasti dokter Arif terus berjalan menuju parkiran, dirinya tidak menghiraukan tatapan para suster dan yang lain nya.


Kini Farah sudah duduk di jok mobil, dokter Arif masuk dan duduk di belakang kemudi.


"Kamu bisa kan memasang sabuk pengaman sendiri." Ucap dokter Arif tanpa melirik ke arah Farah.


"Apa dokter lupa kalau tangan aku lagi sakit, dan ini semua juga akibat kelakuan dokter."


Farah yang calon pengacara selalu ada saja alasan yang di ucapkan nya.


Tangan Farah sebenar nya masih mampu untuk memasang sabuk pengaman itu, tapi dirinya ingin terus mengerjai dokter Arif hingga dokter Arif akan nyaman dengan kehadiran nya.


"Huh." Dokter Arif menghembuskan nafas nya lalu mendekat ke arah Farah.


Selagi memasangkan sabuk pengaman dokter Arif menatap Farah yang kebetulan Farah juga sedang menatap nya.


Dua mata saling menatap dan merasakan getaran di dalam hati ke dua nya, hingga untuk beberapa saat posisi mereka tidak berubah.


Hanya hembusan nafas dan debaran jantung yang memenuhi dalam mobil itu tanpa ada nya suara, karena mereka berdua bicara di dalam hati mereka masing-masing.


"Tampan sekali kamu dokter, aku semakin yakin kalau aku sudah jatuh hati sama dokter, dan aku berjanji kalau aku akan meluluhkan hati kamu yang keras ini." Bathin Farah.


"Cantik, mata kamu indah, bibir kamu merah, aku ingin merasakan kembali bibir kamu." Gumam bathin dokter Arif sambil terus menatap setiap inch wajah Farah.


Entah ada dorongan apa pada diri dokter Arif, sehingga wajah nya semakin mendekati wajah Farah.


Farah sudah terhipnotis oleh tatapan dari dokter Arif sehingga kedua mata nya dengan perlahan terpejam.


"Kriukkk." Suara perut Farah membuyarkan kedua nya, sehingga ke dua mata Farah langsung terbuka.

__ADS_1


Dokter Arif langsung menjauhkan wajah nya, begitu mendengar suara cacing-cacing di dalam perut Farah yang sedang meronta.


"Pantas saja tubuh kamu kurus kering seperti itu, cacing dalam perut kamu di biarkan kelaparan." Ucap dokter Arif sambil mulai melajukan mobil nya.


"Bagaimana ngga kelaparan, orang aku dari pagi di kurung di dalam ruangan dan tidak di kasih makanan apapun." Jawab Farah dengan sedikit kesal.


Dokter Arif terdiam, memang benar dengan apa yang di ucapkan Farah.


Dokter Arif terus menjalankan mobil nya dan berbelok di sebuah rumah makan sederhana tapi terjamin dengan kebersihan nya karena rumah makan tersebut adalah langganan nya.


"Ayo turun." Ucap dokter Arif tanpa ada kelembutan sedikit pun.


"Sudah tahu kaki aku lagi sakit, di suruh turun sendiri lagi." Gumam Farah dengan nada sedikit kencang dengan maksud biar dokter Arif mendengar nya.


Dokter Arif menghembuskan nafas nya, lalu keluar dari dalam mobil danmenghampiri pintu sebelah.


"Ngga usah manja harus di gendong, kamu lihat ke sana, apa kamu tidak malu kalau kita menjadi perhatian mereka semua nya." Ucap dokter Arif.


"Ya sengga nya di gandeng kek." Selalu ada jawaban dari Farah yang membuat dokter Arif terdiam dan menuruti nya.


Dokter Arif tidak mau berdebat lagi lalu menggandeng Farah dan masuk ke dalam rumah makan.


Mereka duduk saling berhadapan hingga seorang pelayan yang sudah mengenal dokter Arif menghampiri nya.


"Mau pesan apa dok? pacar nya cantik ya dok." Ucap pelayan sambil tersenyum.


"Dia_" belum juga dokter Arif menjawab, Farah sudah langsung bicara.


"Saya tunangan nya dokter Arif." Ucap Farah sambil tersenyum.


"Kamu." Ingin sekali dokter Arif berteriak, tapi dirinya masih sadar dengan keadaan disekitar nya.


Dokter Arif hanya berucap di dalam hati nya sambil menatap tajam ke arah Farah, sedangkan Farah hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa nya.


"Wah selamat ya pak dokter, kia di sini menunggu undangan dari pak dokter dan mbak nya."

__ADS_1


Mereka tidak menyadari kalau di belakang mereka ada seseorang yang mendengar percakapan mereka.


__ADS_2