Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Yang Tulus Dan Yang Modus


__ADS_3

Semua orang terdiam dan menatap Selena, Selena yang di tatap semua orang hanya terdiam dan menunduk, harga dirinya di jatuhkan oleh seorang anak berusia lima tahun.


Steven menatap tidak percaya kepada Grace, ternyata Grace sudah mengetahui nya.


"Papah tahu? Hati aku sakit pah dikala aku tidak di percaya sama papah, di saat papah lebih percaya dan membela tante Selena dari pada aku, papah tahu apa yang di lakukan tante Selena di belakang papah? Dia menghina dan memarahi aku, aku hanya bisa diam dan menangis, maka dari itu aku bilang sama mamah Raya kalau aku ingin banget bisa bicara, karena apa? Karena aku ingin mengungkapkan semua nya kepada papah." Kembali terdengar suara Grace dengan linangan air mata nya.


Steven sangat sedih sekaligus emosi mendengar semua penuturan dari Grace, ternyata selama ini Selena sudah berbuat jahat kepada anak nya.


Grace memang anak berusia lima tahun, tapi entah kenapa nada bicara nya seperti anak dewasa, apa mungkin karena tekad dan impian nya ingin bisa bicara sehingga dirinya lancar berbicara seperti tadi.


"Dengan mudah nya papah percaya kalau aku yang menggoreskan pisau kepada tangan tante Selena, padahal goresan itu tante Selena yang melakukan nya sendiri, papah tahu? hati ku itu sakit pah, sakit." Grace pun menangis lalu memeluk erat Raya, dia menumpahkan semua nya di pelukan Raya.


Grace memang anak yang baru berusia lima tahun, tapi entah kenapa nada bicara nya seperti anak dewasa, apa mungkin karena tekad dan impian nya ingin bisa bicara, sehingga dirinya lancar berbicara seperti tadi.


"Menangis lah sayang jika itu akan membuat kamu tenang." Raya memeluk dan membelai lembut punggung Grace dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Farah yang mendengar penuturan seorang anak kecil merasa geram dengan kelakuan Selena, seorang anak kecil tidak akan bohong dengan segala ucapan nya.


"Berani juga adik nya Raya ini." Steven yang mau menghampiri Selena dan Fajar mengurungkan niat nya ketika melihat Farah sudah berada di antara mereka berdua.


"Oh jadi perempuan model seperti ini yang sudah menghina dan memarahi keponakan aku, dan sekarang masih berani datang dan masuk ke rumah ini?" teriak Farah dengan mata yang menatap tajam ke arah Selena.


Selena hanya diam, dirinya seperti pesakitan yang sedang di ruang persidangan, dan dirinya sebagai tersangka, Selena tidak bisa berkutik karena apa yang di ucapkan Grace memang benar adanya, melawan juga percuma, karena mereka semua pasti akan percaya dengan Grace dibanding diri nya.


"Hai kak Fajar, apa kabar? Masih ingat kan sama aku? jadi sekarang selera kak Fajar berubah ya?" Ucap Farah sambil mengelilingi Fajar dan Selena.


"Benarkah? Tapi aku kok ngga percaya ya?" Farah masih terus menatap Fajar dan Selena dengan penuh kebencian, dia tidak suka kalau ada orang yang suka membalik kan fakta apalagi yang menjadi korban nya itu anak kecil dan kakak nya.


"Buktinya dari kemarin kakak kamu menghindar dari kakak, tapi tadi kakak melihat kalau mereka berciuman, dan kakak kamu sudah lama tinggal di rumah ini bersama mereka dengan dalih kalau kakak kamu adalah pengasuh anak kecil itu." Fajar meluapkan kekesalan nya kepada Raya.


Farah paham dengan apa yang diucapkan Fajar, karena dirinya tahu sifat kakak nya yang tidak mudah memberikan tubuh nya kepada seorang pria walau itu cuma sebuah ciuman apalagi ciuman nya di bagian bibir.

__ADS_1


"Jadi hanya karena kak Raya memberikan ciuman kepada kak Stev lantas kak Fajar menduga kalau kak Raya selingkuh? Begitu sempit nya pemikiran kakak yang seorang pengusaha? dengarkan aku baik-baik, dan untuk semua yang hadir maaf kalau acara ulang tahun ini melenceng dari seharusnya, saya bukan mau membongkar aib keluarga saya atau pun saya mau merusak suasana, tapi saya hanya ingin membuktikan semua nya, saya tidak suka kalau ada anak kecil di sakiti dan orang yang suka membalikan fakta, apalagi di sini seolah-olah kakak saya lah yang bersalah.


"Sekarang kakak akan mendukung kamu melanjutkan sekolah ke jurusan hukum, kamu keren di kala berbicara di depan semua orang, apalagi kamu sangat antusias sekali selalu ingin menolong orang yang tertindas." bathin Raya yang masih memeluk Grace.


Farah memang pernah mengucapkan kalau dirinya ingin melanjutkan sekolah ke jurusan hukum, tapi dia tidak akan memaksa kan nya karena Farah sadar dengan kondisi keuangan ayah nya, tapi Farah sudah berencana dirinya akan bekerja sambil kuliah.


"Aku suka dengan keberanian anak ini, aku akan membiayai kuliah nya di jurusan hukum, dia punya bakat dan di pastikan anak ini akan menjadi pengacara ternama." Bathin pak Agam, pandangan nya tidak lepas dari Farah yang sedang membela cucu dan menantu nya.


"Dek, kenapa kamu ikut campur dalam urusan mereka, ibu takut kamu dapat masalah nak, apalagi Fajar itu seorang pengusaha." Bathin bu Nani yang belum tahu kalau besan nya lebih dari Fajar, bahkan kalau mau mereka bisa membuat perusahaan Fajar bangkrut detik ini juga, tapi mereka tidak mau melakukan nya karena mereka masih punya hati nurani.


Berbeda dengan ibu nya, Farhan malah mendukung apa yang di lakukan adik nya, "Bagus dek, lanjutkan perjuangan kamu untuk membela keponakan dan kakak kita, kalau si Fajar brengsek itu berlaku kasar, biar aku yang akan menghadapi nya." Farhan terus memperhatikan Farah dan kedua orang yang tidak tahu malu itu.


"Kak Raya ini penyayang anak kecil, dan dia juga bisa melakukan terapi untuk anak-anak yang memang membutuhkan, tapi dia tidak memperlihatkan keahlian nya itu kepada semua orang, jadi begitu bertemu dengan Grace, ada keinginan kakak untuk menolong nya, dan Grace yang memang membutuhkan kasih sayang seorang ibu dengan senang hati menerima kakak dan bahkan Grace memanggil nya dengan panggilan mamah, kalian semua pikir saja kenapa Grace bisa langsung memanggil kak Raya dengan panggilan mamah, berarti Grace mendapatkan kenyamanan dan mendapat kasih sayang yang tulus dari seorang wanita dewasa yaitu kak Raya, anak kecil akan peka terhadap hati dan perasaan orang dewasa, jadi dia akan tahu mana yang tulus dan mana yang modus, padahal dia mengenal kak Raya baru sebentar daripada wanita ini, dan untuk kak Raya dan kak Stev yang berciuman tadi menurut saya sah sah saja karena mereka pengantin baru." Ucapan Farah membuat Fajar dan Selena tersontak kaget.


"Apa!" Fajar dan Selena kaget hingga mata mereka hampir melonjak keluar.

__ADS_1


__ADS_2