Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Cemburu


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di salah satu mall yang ada di kota itu.


Dengan penuh semangat mereka mengambil perlengkapan bayi dan tanpa melihat harga.


Masing-masing memegang troli belanjaan membuat pak Agam dan Steven hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Kenapa ya pah wanita suka sekali belanja, mereka itu seperti ngga ada lelah nya kalau sudah belanja." Ucap Steven di kala menunggu para wanita yang sedang belanja.


"Itu sudah kodrat wanita nak, itu adalah kebahagiaan mereka, makanya kita sebagai pria harus semangat dan rajin bekerja untuk membuat para wanita yang kita sayangi bahagia.


Steven hanya mengangguk, ke dua mata nya terus menatap istri nya yang seperti nya sangat bahagia sekali, terlihat Raya seperti sedikit kelelahan, Steven langsung menghampiri nya.


"Sayang, kita istirahat dulu, belanja nya sudah cukup, kamu lihat ini sudah sebanyak ini memang nya masih ada yang kurang?" Steven heran dengan istri nya yang seperti nya lupa kalau dirinya sedang hamil besar.


"Tapi mas," Raya mau protes.


"Tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu duduk dan biarkan mereka yang memilih." Steven mengajak Raya duduk dan memberikan sebotol minuman.


Raya mengambil botol minuman dari suami nya lalu menenggak nya sampai habis.


"Aunty, nenek udah yuk, Grace capek." Ucap Grace.


"Kamu udah capek ya sayang, ya sudah ini juga sudah banyak dan lengkap kok, kita duduk sama mamah kamu ayo." Ajak bu Maria.


"Ayo nak, kita istirahat dulu." Ajak bu Maria.


"Tapi mah, belanjaan nya." Ucap Raya.


"Udah biarin aja, biar Stev yang urus." Farah mengikuti bu Maria untuk duduk bersama Raya.


"Sudah selesai mah belanja nya?" Tanya Steven.


"Sudah, sekarang giliran kamu bawa tuh semua belanjaan ke kasir." Dengan enteng nya bu Maria bicara.


"Sebanyak ini? aku yang harus antri?" Ucap Steven sambil menatap tiga troli yang penuh dengan belanjaan di depan nya.

__ADS_1


"Sudah ngga usah banyak protes, kita capek sejak tadi memilih nya, jadi sekarang giliran kamu, ini semua juga buat anak kamu." Ucap bu Maria.


"Temani aku ya pah." Ucap Steven menatap ayah nya.


"Papah mau beli minuman buat mamah, jadi kamu saja ya." Pak Agam langsung pergi dengan alasan membelikan minuman buat istri nya, padahal dirinya sudah tahu ini akan terjadi bila mengantar wanita berbelanja.


Dengan langkah gontai dan wajah sedikit di tekuk Steven melangkah mendorong ke tiga troli itu di bantu dua pelayan toko menuju kasir.


Raya hanya tersenyum melihat wajah kesal suami nya tapi masih menuruti perintah ibu nya.


Steven kini sedang berdiri di depan kasir, nunggu kasir menghitung barang belanjaan nya.


Dua pria sepantaran dengan nya sedang antri di kasir sebelah mereka asik berbincang membuat Steven menajamkan pendengaran nya.


"Bro, lo lihat wanita yang lagi duduk itu." Ucap salah satu pria itu.


"Yang mana? Yang pakai kaos putih itu." Jawab teman nya.


"Bukan, yang lagi hamil besar itu, kamu lihat baik-baik deh wanita itu cantik nya kebangetan." Ucap nya sambil menatap damba kepada Raya.


"Gue rela kok jadi suami kedua nya, atau kalau dia di sakiti sama suami nya gue dengan senang hati akan menerima dia, akan gue jadikan dia ratu di hidup gue."


Mereka berdua terus berbincang sambil sesekali melihat ke arah Raya, mereka tidak sadar kalau seorang pria di samping nya itu adalah Steven suami nya.


Steven menahan emosi nya, muka nya sedikit merah dan kedua tangan nya sudah terkepal.


"Ini yang aku ngga suka kalau Raya keluar rumah apalagi harus merias wajah nya." Gumam bathin Steven sambil menahan amarah nya.


"Pak, semua nya jadi empat puluh lima juta delapan ratus lima puluh enam ribu rupiah." Ucapan kasir itu membuyarkan lamunan Steven.


"Ini." Steven langsung memberikan kartu hitam nya kepada penjaga kasir, sebenar nya Steven tidak mendengar semua total belanjaan karena dirinya masih fokus sama dua pria yang sedang membicarakan istri nya itu.


Sedangkan ke dua pria itu kini sudah melakukan pembayaran dan hendak pergi dari toko tersebut, tapi salah satu teman nya nekad mendekati Raya.


"Permisi, maaf mbak mengganggu waktu nya sebentar." Ucap pria itu.

__ADS_1


Teman nya yang melihat kelakuan nya hanya menghembuskan nafas pelan sambil menggelengkan kepala nya.


Raya yang memang sedang berbincang dengan keluarga nya menatap pria itu.


"Iya kenapa? Ada yang bisa kami bantu?" Ucap Raya dengan sopan.


"Kenalkan saya Yosep, mbak_?" Tanya pria itu sambil mengulurkan tangan nya.


"Panggil saja Raya." Raya menerima uluran tangan nya tapi tidak lama melepaskan nya kembali.


"Jadi begini mbak, mantan saya itu ngejar-ngejar saya karena ingin kembali sama saya, tapi saya sudah sakit hati karena dia sudah selingkuh dan saya sudah terlanjur bilang kalau saya ini sudah punya istri dan sekarang sedang hamil, padahal itu semua hanya rekayasa dari diri saya sendiri, jadi saya mohon mbak nya mau ya poto di samping saya, bukan untuk apa-apa kok mbak, cuma untuk memperlihatkan nya kepada mantan saya itu biar dia percaya dan berhenti mengejar-ngejar saya." Ucap pria itu.


Raya melihat ke arah Farah dan bu Maria seolah-olah minta persetujuan dari mereka.


Bu Maria mengangguk sambil tersenyum.


"Ya sudah silahkan." Raya pun berdiri di samping pria itu sedangkan teman nya langsung mengambil gambar mereka, dan tanpa di sadari Raya kalau suami nya sedang menatap dirinya dengan tatapan cemburu.


Setelah melakukan pembayaran, penjaga kasir itu memberikan kartu nya kembali bersama struk belanjaan yang panjang nya melebihi kereta api.


"Ini kartu dan struk belanja nya pak, biar kami yang membantu membawakan belanjaan nya." Ucap kasir itu dengan ramah.


"Ya, terima kasih." Ucap Steven sambil mengambil kembali kartu nya.


Wajah nya semakin kesal ketika dirinya membalikan tubuh nya, Steven melihat Raya yang sedang berada di samping pria itu dan teman nya mengambil gambar mereka berdua.


Dengan wajah di tekuk dan tatapan tajam nya Steven melangkah menghampiri Raya.


Tapi sayang, belum juga Steven sampai di samping istri nya, ke dua pria itu sudah pergi dengan bibir tersenyum.


"Terima kasih mbak, kalau begitu kita berdua pamit." Ucap pria itu sambil tersenyum karena bahagia sudah bisa mengambil gambar Raya wanita idaman nya.


"Siapa dia?" Tanya Steven dengan nada dingin dan datar.


Raya menatap suami nya dengan senyuman, "Kenapa? Mas cemburu?" Bukan nya menjawab Raya malah meledek suami nya.

__ADS_1


Pak Agam, bu Maria dan Farah hanya menggelengkan kepala nya dengan sikap Steven.


__ADS_2