Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Cemburu


__ADS_3

"Saya khawatir karena saya yang membawa kamu kesini, sudah jelas kamu menjadi tanggung jawab saya." Ucap dokter Arif sambil menetralkan perasaan nya.


"Kalau dokter memang mau bertanggung jawab, jadikan aku sebagai istri dokter."


Dokter Arif tercengang mendengar permintaan Farah, baru kali ini dirinya menemukan wanita unik seperti Farah.


"Saya bertanggung jawab karena saya dokter di sini dan kamu adalah pasien nya." Dokter Arif masih dengan nada datar nya.


"Dokter tampan ini masih mau mengelak nya, baiklah kalau begitu aku akan lebih membuktikan kalau kamu menyukai aku dan tidak mau kehilangan aku, jika seandainya prediksi ku salah, aku akan melupakan semua nya." Gumam bathin Farah.


"Berarti ke setiap pasien anda seperti itu dong." Terlihat dokter Arif salah tingkah dengan ucapan dari Farah.


"Kamu dari mana barusan, memang nya kamu sudah baikan? Siapa yang berani melepaskan infusan nya? Saya sebagai dokter belum mengizinkan kamu untuk melepas nya." Dokter Arif memberikan beberapa pertanyaan kepada Farah.


"Apa aku harus menjawab semua pertanyaan dari dokter?" Farah balik bertanya.


"Ya."


"Baiklah aku akan menjawab semua pertanyaan dokter." Ucap Farah sambil duduk di sofa yang memang sudah tersedia di ruangan tersebut.


"Yang melepaskan infusan adalah suster dengan permintaan saya, awal nya suster tidak mau tapi saya memaksa nya karena saya merasa saya sudah baikan, dan barusan karena saya lagi ingin sarapan bubur, jadi saya keluar untuk membeli bubur ini, dan dokter tahu kenapa saya membeli nya dua bungkus?" Kini Farah uang bertanya kepada dokter Arif.


"Tidak." Dokter Arif menggeleng.


"Karena aku perduli sama dokter yang sudah menemani aku semalaman."


Dokter Arif terdiam, dia kalah berdebat dengan Farah.


"Sudah jangan diam saja, sekarang dokter sarapan dulu, bukan kah melayani pasien juga butuh tenaga." Farah menata bubur nya di atas meja dan mengajak dokter Arif untuk sarapan bersama.


Karena merasa apa yang di ucapkan Farah benar adanya, dokter Arif pun ikut duduk dan menikmati bubur nya.


Farah tersenyum kecil melihat dokter Arif menikmati bubur yang dia siapkan, terbesit dalam pikiran nya untuk mengerjai dokter Arif dan membuktikan kalau dokter Arif punya perasaan yang sama seperti dirinya.


Farah sengaja menempelkan sedikit bubur di sudut bibir nya, dia ingin melihat reaksi sang dokter pujaan nya.


"Setelah sarapan saya akan pulang." Sengaja Farah mengajak nya bicara karena dari tadi dokter Arif fokus sama bubur nya.


"Pulang? Kamu belum bisa pulang sekarang, pulang nya nanti setelah saya selesai memeriksa semua pasien saya." Ucap dokter Arif.


Ketika menjawab ucapan Farah, dokter Arif melihat ada sisa bubur yang nempel di sudut bibir Farah, refleks tangan nya menjulur ke depan dan mengusap nya.

__ADS_1


Farah tersenyum kecil, karena misi nya berhasil.


"Ah, ternyata kamu soswite pak dokter." Gumam bathin Farah sambil menatap dokter Arif.


Dokter Arif terdiam dengan tangan masih berada di ujung bibir Farah, ke dua mata nya menatap dalam mata Farah.


"Cantik." Bathin dokter Arif.


"Maaf dok mengganggu." Ucap salah satu perawat yang membuat dokter Arif langsung menarik tangan nya kembali.


"I_iya, kenapa?" Tanya dokter Arif gugup.


"Pasien sudah menunggu."


"Baiklah sebentar lagi saya kesana." Suster itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Saya mau periksa pasien dulu, kamu ngga boleh kemana-mana kamu duduk manis di sini tunggu sampai saya selesai."


Tanpa menunggu jawaban dari Farah, dokter Arif langsung pergi menemui para pasien nya.


"Dokter, dokter, kalau suka ya bilang, masih saja menyembunyikan perasaan nya, jangan panggil nama ku kalau tidak bisa membuat dokter tergila-gila pada aku." Gumam Farah sambl tersenyum.


Ngga ada yang bisa Farah lakukan di dalam ruangan itu, setelah dirinya menghubungi pak Hendrik atasan nya selain rebahan.


Sebelum jam makan siang dokter Arif sudah menyelesaikan pemeriksaan nya, dia ingin cepat-cepat selesai karena teringat terus dengan Farah.


Dengan langkah yang sedikit cepat dokter Arif menuju ruangan Farah.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dokter Arif langsung membuka nya karena dirinya mendengar ada suara seorang pria di dalam ruangan.


Dokter Arif melihat Farah yang sedang duduk berdampingan dengan seorang pria yang sedang memeluk nya dari samping.


Dokter Arif menatap tajam ke dua nya, dada nya bergemuruh seperti gunung yang mau meledak, kedua tangan nya sudah terkepal serasa ingin menghabisi pria itu, mata nya merah seakan ada api yang membara.


"Dokter? Sudah selesai pemeriksaan nya? Oh iya kenalkan dia_"


Belum juga Farah memperkenalkan pria yang ada di samping nya, dokter Arif membalikan tubuh nya kembali.


"Kamu sudah bisa pulang, silahkan pulang." Setelah mengucapkan kalimat tersebut dokter Arif pun pergi dengan membawa amarah nya.


"Dokter itu kenapa dek?" Tanya Farhan sambil menatap heran kepada Farah.

__ADS_1


"Entah lah kak, mungkin dia baru putus dengan pacar nya kali." Jawab Farah dengan sedikit tersenyum.


Ya, pria itu adalah Farhan kakak laki-laki nya yang sengaja datang untuk menjenguk Farah.


Setelah mendapat kabar dari Raya kakak nya, Farhan langsung datang dan menemui Farah karena khawatir.


"Cemburu kan? Aku semakin yakin kalau dokter tampan menyukai aku juga." Gumam bathin Farah.


"Ya sudah sekarang kita pulang, kamu mau pulang ke rumah pak Agam atau ke rumah ibu?"


"Ke rumah pak Agam saja, kan beberapa hari lagi juga ibu sama ayah kesini mau menghadiri pesta nya kakak."


"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang, biar kakak yang bayar semua biaya rumah sakit nya." Farah mengangguk sambil tersenyum.


Farah melangkah meninggalkan ruangan nya sambil di gandeng oleh Farhan, sekilas mereka sangat serasi karena wajah mereka memang mirip.


Dengan penuh canda tawa kedua nya melangkah dan menuju meja kasir.


Sekilas Farah melihat sosok bayangan orang yang ia kenali sedang berdiri di balik tembok.


"Ngapain smebunyi di situ, ngintip ya?" Gumam bathin Farah lalu memeluk pinggang Farhan erat.


"Rasain, cemburu kan? Makanya jadi pria jangan sok jual mahal." Farah sengaja berbuat seperti Farhan ini adalah kekasih nya.


"Saya mau bayar biaya rumah sakit atas nama Farah mbak." Ucap Farhan sambil mengeluarkan dompet nya.


"Oh Farah yang di kamar vvip kan?"


"Iya mbak."


"Semua nya sudah di bayar lunas sama dokter Arif."


"Dokter Arif?" Gumam Farhan sambil menatap Farah.


"Itu dokter yang tadi masuk ruangan ku."


"Kok bisa?"


"Sudah lah nanti aku ceritakan di mobil."


"Ya sudah kalau gitu terima kasih mbak."

__ADS_1


Farah dan Farhan pun pergi meninggalkan rumah sakit setelah melihat anggukan dari seorang kasir.


Seorang pria di balik tembok hanya bisa menatap nya dengan penuh rasa cemburu di dada nya.


__ADS_2