Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

Raya kini sudah berbaring di samping Farah, mereka memutuskan untuk istirahat dan besok akan mulai membicarakan nya lagi.


Farah yang sudah berlabuh di alam mimpi terlihat sangat nyenyak sekali, sedangkan Raya sendiri tidak bisa tidur, dia gelisah dan pikiran nya terus terlintas wajah Steven dan Grace, ada sedikit rasa menyesal karena sudah meninggalkan rumah mertua nya, tapi kalau tidak pergi dirinya akan terus merasa sakit hati. Entah kenapa Raya benci dan malas untuk melihat wajah Steven, tapi dipikiran nya wajah Steven selalu muncul.


Setelah memperlihatkan rekaman wanita itu kepada Farah, Raya mematikan ponsel nya, dia tidak mau Steven menghubungi nya.


"Dek, bangun dong dek." Raya menggoyangkan tubuh Farah.


"Apa sih kak, baru juga aku tidur masa udah di bangunkan ;lagi." Jawab Farah dengan kedua mata terpejam.


"Kakak lapar, kita beli nasi goreng yuk?" Entah kenapa tiba-tiba Raya ingin makan nasi goreng yang di jual di tenda pinggir jalan.


Semenjak Raya menikah dengan Steven, dirinya belum pernah merasakan lagi nasi goreng yang di jual di pinggir jalan.


"Kak, ini sudah larut banget, besok saja lah kak." Farah semakin erat memeluk guling nya.


"Kamu jahat dek, gimana coba kalau kakak lagi ngidam, memang nya kamu mau kalau nanti punya keponakan yang ileran?" Raya hanya memainkan drama nya agar Farah mau mengantar nya.


Karena efek ngantuk dan juga setengah sadar, yang di dengar Farah kakak nya sekarang sedang ngidam, Farah langsung membuka kedua mata nya karena dia ngga mau kalau punya keponakan ileran.


"Benarkah? Kalau begitu ayo aku antar." Teriak Farah sambil mengerjap kan kedua mata nya.


Raya tersenyum kecil, dia berhasil membuat Farah bangun dan mau mengantar nya.


Kini mereka berdua sudah di dalam mobil, Farah melanjutkan tidur nya di dalam mobil, dia ngga perduli yang penting dia menemani kakak nya dan sekaligus dirinya bisa tidur.


"Kamu itu dek, katanya mau ngantar, tapi tetep saja mata mu merem." Gumam Raya sambil melajukan mobil nya.


Sebenar nya yang dekat dengan kontrakan Farah pun ada yang menjual nasi goreng, tapi entah kenapa Raya mau muter-muter dan mencari yang jauh.


Setelah hampir satu jam Raya muter-muter, akhir nya dia memutuskan untuk membeli nasi goreng di salah satu pedagang yang berada di pinggir jalan.

__ADS_1


Raya turun sendirian dan memesan dua bungkus nasi goreng spesial, Raya tahu kalau adik nya juga pasti lapar, tapi lapar nya dia kalah sama rasa kantuk yang ia rasakan.


Raya menunggu nasi goreng di dalam mobil, kembali bayangan Steven dan Grace muncul di pikiran nya.


"Maafkan mamah nak, walaupun mamah pergi dari rumah tapi mamah tetap menyayangi kamu." Gumam bathin Raya.


"Non, ini pesanan nya." Ucap tukang nasi goreng sambil mengetuk kaca mobil.


Raya membuka kaca mobil lalu memberikan uang nya."Terima kasih pak."


"Sebentar non kembalian nya."


"Ngga usah pak, ambil saja." Raya kembali melajukan mobil nya.


"Terima kasih non." Teriak tukang nasi goreng dengan wajah berbinar.


Raya kembali ke rumah kontrakan Farah, Raya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan adik nya yang tertidur.


"Dek, ayo kita masuk." Raya menggoyangkan bahu Farah pelan-pelan.


Raya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan adik nya itu. "Ha, ha, ha kamu ini dek, sudah buruan turun, apa kamu mau tidur sampai pagi di sini?" Raya keluar dari mobil nya.


Farah dengan muka bantal dan bibir nya yang cemberut ikut turun dan masuk ke dalam rumah.


Raya langsung duduk di ruang depan dan membuka nasi goreng yang di beli nya.


Wangi aroma nasi goreng itu menyebar hingga ke dalam kamar membuat Farah yang sudah melanjutkan kembali tidur nya merasa terganggu dengan aroma nasi goreng yang menusuk hidung nya.


Farah membuka kedua mata nya lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.


Raya kira Farah bangun hanya mau ke kamar mandi saja, ternyata dugaan dia salah, sekembali nya dari kamar mandi Farah langsung mengambil satu bungkus nasi goreng dan membuka nya.

__ADS_1


"Kakak kira kamu ngga mau." Ucap Raya sambil menyantap nasi goreng nya.


"Kan kakak sudah aku antar, masa aku ngga di belikan juga, lagian ya kak mubazir kalau makanan yang sudah di beli tidak di makan." Farah langsung menyantap nya dengan begitu lahap.


"Calon pengacara yang pintar, pintar segala nya dan selalu bisa memanfaatkan waktu." Ucap Raya sambil menggelengkan kepala nya, sedangkan Farah tidak perduli dengan apa yang di ucapkan kakak nya dan terus menyantap nasi goreng nya hingga habis tak bersisa.


Berbeda dengan Farah, baru saja Raya menghabiskan setengah porsi nasi goreng nya, perut nya kembali terasa mual dan langsung pergi ke kamar mandi.


Raya memuntahkan semua isi di dalam perut nya, tubuh nya lemas dan sedikit pusing.


Farah menghampiri Raya ke kamar mandi, "Kak, kakak ngga apa-apa kan?" Teriak Farah dari luar.


Perlahan pintu kamar mandi terbuka, dan menampak kan Raya yang sudah pucat sedangkan tangan yang sebelah menyentuh kepala nya dan sebelah lagi menyentuh perut nya.


"Kak, kakak sakit?" Tanya Farah sambil menggadeng Raya dan membawa nya ke dalam kamar.


"Seperti nya kakak masuk angin dek, soalnya tadi telat makan."


"Ya sudah kalau begitu kakak sekarang istirahat saja, besok kalau masih seperti ini kita periksa ke dokter saja, atau aku telepon ibu dan ayah agar kesini dan merawat kakak."


"Jangan dek, jangan sampai mereka tahu, kakak ngga mau mereka khawatir dengan keadaan kakak."


Raya orang nya memang ngga pernah mau melihat kedua orang tua nya khawatir, maka dari itu Raya selalu menyimpan masalah nya sendiri.


Farah menyelimuti kakak nya, dia merasa kasihan dengan kondisi kakak nya saat ini, Farah berjanji di dalam hati nya akan membantu menyelesaikan masalah kakak nya itu.


******


Steven sama seperti Raya, dia tidak mau tidur atau pun hanya membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, dia masih dalam posisi sejak awal duduk dan bersandar ke lemari, bayangan Raya terus menari-nari di pikiran nya.


Dirinya ngga tahu harus mencari Raya kemana, apalagi waktu sudah tengah malam seperti sekarang.

__ADS_1


Steven mengambil ponsel dan menghubungi Raya tapi alhasil hanya operator yang menjawab nya membuat Steven semakin merasa bersalah dan bingung.


"Kamu kemana sayang, kenapa ponsel kamu matikan juga." Steven terus menatap poto Raya di ponsel nya.


__ADS_2