Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Tidak Mau Salah Paham


__ADS_3

Dengan wajah yang penuh amarah, dan hati yang di penuhi api cemburu dokter Arif melajukan mobil nya mengikuti kemana arah motor melaju.


"Siapa laki-laki itu? Jangan bilang kalau laki-laki itu kekasih nya Farah, tidak! aku tidak mau salah paham lagi, aku akan membuktikan nya kalau mereka tidak seperti yang aku bayangkan." Gumam dokter Arif sambil terus melajukan mobil nya.


"Bu, seperti nya pacar ibu mengikuti kita deh." Ucap Risman sambil melirik kearah spion.


"Biarkan saja Man, terserah dia kamu terus saja jalan." Jawab Farah.


"Kita kemana bu, saya saja tidak tahu rumah ibu dimana."


"Kalau gitu kita makan saja dulu Man, nanti saya yang traktir."


"Mau makan dimana? Tapi pacar ibu bagaimana? Nanti dia marah lagi sama saya." Risman merasa takut dan tidak mau membuat masalah.


"Disana saja Man." Ucap Farah sambil menunjuk salah satu rumah makan sederhana.


"Baik lah bu, tapi kalau ada apa-apa ibu yang bertanggung jawab ya?"


"Iya, pokok nya kamu ikuti saja apa yang saya bilang."


Motor Risman pun berhenti di depan rumah makan sederhana, tanpa melirik ke arah belakang Farah turun dan berjalan di samping Risman, Farah sengaja mendekat kan tubuh nya ke tubuh Risman biar terlihat lebih dekat lagi.


Dokter Arif yang dari kantor mengikuti laju nya motor Risman pun ikut berhenti di kala motor Risman berhenti di salah satu rumah makan sederhana.


Dokter Arif menatap Farah dan Risman dari dalam mobil dengan tatapan yang penuh dengan api cemburu.


"Aku harus menahan rasa ini sebelum aku mengetahui hubungan diantara mereka berdua, aku tidak mau membuat kesalahan seperti kemarin lagi, pokok nya aku harus mendapatkan maaf Farah." Dokter Arif keluar dari mobil dan berusaha tenang lalu duduk di antara Farah dan Risman.


"Bolehkan saya gabung." Ucap dokter Arif yang sudah duduk di depan mereka berdua.


Farah dan Risman saling menatap canggung dengan kehadiran dokter Arif.


"Silahkan pak." Jawab Risman, ingin sekali Risman pergi dari hadapan mereka berdua, tapi sorot mata dari Farah membuat nya diam dan pasrah dengan keadaan yang sangat membuat nya tidak nyaman.


"Diam saja lah, dari pada besok di kantor ada masalah, Farah kan kesayangan nya pak Hendrik." Gumam Risman di dalam hati.

__ADS_1


Para karyawan sudah mengetahui siapa Farah, dan mereka semua tahu kalau pak Hendrik menyayangi Farah seperti anak nya sendiri.


"Jangan panggil pak lah, saya juga belum terlalu tua." Ucap dokter Arif, Risman hanya tersenyum canggung.


Risman melihat diantara mereka saling merindukan, tapi ego mereka yang membuat mereka menjaga jarak, masalah nya apa Risman pun tidak tahu tapi terlihat diantara mereka seperti lagi ada masalah.


Mereka bertiga memesan makanan, dokter Arif memesan makanan yang sama dengan Farah membuat Farah sedikit kesal.


"Ngapain coba pesan makanan nya sama dengan makanan yang aku pesan." Gumam Farah di dalam hati nya.


Dokter Arif terus menatap Farah membuat Risman merasa ngga nyaman.


"Maaf bu, pak, saya ke toilet sebentar." Ucap Risman lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari Farah dulu.


Sebenar nya Risman tidak ingin ke toilet, tapi Risman memberikan sedikit waktu buat Farah dan dokter Arif.


"Farah, aku mohon maaf kan aku, aku tahu aku salah sudah membuat hati kamu terluka, aku akan melakukan apapun asal kamu meaafkan aku." Ucap dokter Arif sambil memegang kedua tangan Farah.


Farah hanya terdiam seolah-olah dia tidak mendengar apapun di dekat nya.


"Benarkan mereka berdua itu lagi ada masalah, baiklah aku akan pergi biar bu Farah bisa menyelesaikan masalah nya." Gumam Risman yang sedang melihat Farah dan dokter Arif dari balik tembok.


Dokter Arif terpaksa melepaskan genggaman nya ketika melihat seorang pelayan datang dan menata makanan nya di meja.


"Maaf pak, pesanan saya di bungkus saja." Ucap Risman yang sudah ada diantara mereka.


"Kok di bungkus Man?" Tanya Farah sambil menatap Risman.


"Maaf bu, barusan teman saya menghubungi saya kalau dia minta di jemput." Jawab Risman pura-pura.


"Jangan bohong kamu Man." Ucap Farah dengan tatapan tajam nya.


"Saya tidak bohong bu," Suara ponsel Risman berdering dan menyelmatkan nya dari Farah.


"Tuh kan bu, dia sudah menghubungi saya lagi." Ucap Risman sambil memperlihat kan ponsel nya.

__ADS_1


"Ya sudah, tapi antar saya pulang dulu." Ucap Farah.


"Tidak, kamu pulang sama saya." Ucap dokter Arif sambil memegang tangan Farah yang hendak berdiri.


"Maaf bu, bukan saya ngga mau mengantarkan ibu pulang, tapi teman saya ini sedang menunggu saya, dia sendirian di sana."


"Pak tolong makanan nya di bungkus." Teriak dokter Arif kepada pelayan.


"Ngga usah pak, biar saya nanti makan di sana saja." Ucap Risman merasa ngga enak dnegan dokter Arif.


"Ngga apa-apa, kamu bawa saja." Ucap dokter Arif dan menyuruh membungkus makanan nya lagi satu porsi.


"Terima kasih pak, bu, kalau begitu saya permisi, sekali lagi saya minta maaf karena tidak bisa mengantar ibu sampai rumah." Risman pun pamit kepada Farah dan dokter Arif.


"Ya, hati-hati." Ucap dokter Arif.


Farah hanya diam dengan wajah di tekuk nya, dokter Arif menatap Farah.


"Kamu makan dulu, jangan di biasakan telat makan, nanti kamu sakit dan pingsan lagi seperti kemarin-kemarin." Ucap dokter Arif dengan penuh kelembutan.


Dokter Arif berusaha bersabar karena dirinya tidak mau kalau Farah tidak mau memaafkan nya dan semakin marah pada dirinya.


Karena melihat Farah yang diam saja dan tidak mau menjawab nya, dokter Arif mengambil makanan nya lalu berusaha menyuapi Farah dengan segala rayuan nya.


Farah seperti anak kecil yang sedang merajuk dan tidak mau makan.


"Aku makan sendiri, memang nya aku ini anak kecil apa yang harus di suapin segala." Ucap Farah sambil mengambil makanan nya.


Dokter Arif tersenyum melihat Farah yang sedang menikmati makanan nya.


Dokter Arif dan Farah menikmati makanan nya dalam diam.


Dokter Arif membayar semua makanan nya termasuk makanan yang di bawa oleh Risman.


Terlihat Farah yang sudah keluar dari rumah makan dan berdiri seperti yang lagi nunggu taxi.

__ADS_1


"Dasar keras kepala, sudah di bilang aku yang akan mengantar nya." Gumam dokter Arif sambil menghampiri Farah dengan langkah sedikit cepat.


"Kamu pulang dengan aku dan jangan coba-coba berteriak kalau tidak, aku akan membungkam mulut mu dengan bibir ini." Ucap dokter Arif sambil menggendong Farah dengan ala bridal style, sedangkan Farah yang kaget dengan kelakuan dokter Arif hanya diam sambil menatap wajah tampan dokter Arif.


__ADS_2