Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Kaget


__ADS_3

Akhir nya Grace mengerti dengan penjelasan dari bu Maria, kini mereka sudah berkumpul di ruang makan untuk melakukan sarapan.


Sambil bercanda dan tertawa mereka berbincang di pagi hari, keluarga pak Agam ingin lebih mengenal keluarga pak Rusdi.


"Farhan ini masih kuliah atau sudah kerja?"


"Saya lagi kuliah semester akhir pak." jawab Farhan.


"Ngambil jurusan apa?"


"Management."


"Kalau kamu sudah lulus nanti, kamu datang saja kesini, kamu bisa kerja di perusahaan saya." pak Agam percaya dan yakin kalau adik-adik Raya ini punya potensi.


"Benarkah pak? Baiklah saya tidak akan membuat keluarga saya dan bapak kecewa, saya akan memberikan yang terbaik." Betapa senang nya Farhan pagi itu.


"Dan untuk kamu nak, kamu masuk saja kuliah jurusan yang kamu impikan, semua biaya biar saya yang tanggung." ucap pak Agam kepada Farah.


"Terima kasih banyak pak, entah saya harus bicara apa lagi selain terima kasih saking bahagia nya saya." Farah mencium telapak tangan pak Agam dan bu Maria.


"Pak, bu, terima kasih banyak atas semua yang telah bapak dan ibu berikan kepada anak-anak saya, kami sekeluarga tidak tahu harus membalas nya dengan apa." Pak Rusdi mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pak Agam.


"Keluarga bapak tidak perlu membalas nya dengan apa pun, saya dan istri saya ikhlas melakukan semua ini."


Mereka semua tersenyum bahagia, Grace dengan senang hati menerima suapan demi suapan dari Farah.


Sementara di dalam sebuah kamar terlihat sepasang pengantin baru masih terlelap di balik selimut tebal nya.


Tanpa sadar mereka berdua tidur saling berpelukan, memberikan kehangatan pada tubuh mereka masing-masing.

__ADS_1


Raya merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuh nya, dengan perlahan Raya membuka kedua mata nya dan yang pertama dia lihat adalah sesuatu yang menimpa tubuh nya.


Terlihat oleh Raya sebuah tangan kekar sedang memeluk nya, dan kaki yang menimpa kedua paha nya membuat Raya berteriak.


"Ah,,,,"


Steven yang mendengar teriakan Raya kaget dan langsung membuka kedua mata nya.


"Berisik, ini bukan di hutan kenapa kamu berteriak?" tanya Steven yang belum sadar dengan kelakuan nya.


"Kenapa saya tidur di sini? Terus kenapa bapak memeluk saya seperti ini?" tanya Raya sambil melihat tubuh nya di balik selimut.


"Syukurlah pakaian ku masih lengkap." bathin Raya.


Steven kaget tapi berpura-pura santai di depan Raya, "Awal nya kamu tidur di mana? di sofa kan? dan ini tempat tidur saya, jadi pikir saja sendiri kenapa kamu bisa berada di tempat tidur saya." jawab Steven sambil menyibak kan selimut nya dan pergi ke kamar mandi.


Sebenar nya jantung Steven juga berdetak tidak karuan, tapi Steven berusaha biasa saja di depan Raya, dirinya merasa tidur malam ini nyenyak sekali dan tubuh nya sedikit hangat,


"Pak Steven sekarang kerja ngga ya? Ya sudah aku siapkan dua stel saja biar nanti dia yang pilih." gumam Raya, lalu menyiapkan baju santai dan baju untuk ke kantor.


Raya duduk di sofa, sambil menunggu Steven keluar dari kamar mandi, Raya menyibuk kan diri dengan bermain game di ponsel nya.


Raya memang suka bermain game di ponsel nya di kala dirinya jenuh dan sudah capek bekerja.


Terdengar suara pintu terbuka, dengan spontan Raya menatap ke arah pintu dan terlihat wajah tampan Steven dengan rambut basah nya membuat jantung Raya berdetak lebih kencang dari biasa nya.


Raya langsung memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi sebelum Steven mengetahui kalau dirinya sedang memperhatikan nya.


Steven menatap pintu kamar mandi yang sudah di tutup Raya lalu melihat ke arah tempat tidur yang sudah tersedia dua pasang baju untuk dirinya.

__ADS_1


Bibir Steven tersenyum, "Karena bingung jadi dia menyiapkan dua setel baju." Gumam Steven dengan tangan mengambil baju santai nya.


Di kamar mandi Raya tidak langsung membersihkan tubuh nya, Raya berdiri di balik pintu sambil menyentuh dada nya.


"Kenapa jantung ku seperti ini? selama dengan mas Fajar jantungku biasa aja, tapi sekarang kenapa selalu seperti ini yang aku rasakan di kala aku melihat atau berdekatan dengan pak Steven." Raya menggelengkan kepala nya lalu memulai untuk membersihkan tubuh nya.


Steven tidak langsung keluar dari kamar, dia memilih duduk di sofa sambil melihat ponsel nya, Steven memblokir semua akses yang berhubungan dengan Fajar dan Selena, bahkan semua poto dan video yang ada di galeri nya dia hapus semua tidak menyisakan satu pun di ponsel nya, Steven sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melupakan nya dan akan memprioritaskan Grace.


Raya keluar dari kamar mandi dengan bathrobe di tubuh nya, Raya sekilas melihat ke arah Steven lalu melangkah ke arah pintu kamar.


"Mau kemana?" suara Steven menghentikan langkah Raya.


"Mau mengambil baju." jawab Raya singkat, baju Raya masih berada di dalam koper nya, dan koper tersebut ada di kamar Grace.


"Diluar itu ada pria selain aku, apa kamu mau keluar kamar hanya memakai handuk seperti itu, dimana koper kamu?" tanya Steven sambil berdiri dan menghampiri Raya.


"Di kamar Grace, ngga apa-apa pak biar saya saja yang mengambil nya." ucap Raya merasa ngga enak.


"Apa kamu mau ketika kamu ke kamar Grace ada pak Rahmat lewat dan melihat kamu dengan kondisi seperti ini? Seperti nya kamu suka sekali mengundang hasrat laki-laki." Ucapan Steven membuat Raya emosi.


Raya emosi dan menatap tajam ke arah Steven.


"Ngga usah menatap saya seperti itu, saya tidak akan takut." Steven keluar dan menutup kembali pintu kamar nya.


"Ternyata di balik ketampanan dan wibawa nya dia sangat menyebalkan, memang nya siapa yang suka mengundang hasrat laki-laki, lagian aku juga pakai handuk yang tertutup bukan pakai handuk setengah badan." Gumam Raya dengan wajah kesal nya.


"Ini kan koper kamu." Steven masuk sambil memberikan koper Raya.


Raya kaget dan membalik kan tubuh nya, "Iya ini, terima kasih." Raya langsung mengambil kope rnya dan masuk ke ruang ganti pakaian.

__ADS_1


Raya keluar dengan memakai dres warna merah sangat kontras sekali dengan kulit nya yang putih membuat mata Steven tidak berkedip menatap nya.


Raya pura-pura tidak melihat nya dan melanjutkan dengan merias wajah nya tipis-tipis karena Raya tidak suka riasan yang tebal.


__ADS_2