Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Penyesalan


__ADS_3

Asya mengetuk pintu kamar Farah sambil memanggil-manggil nama Farah.


"Farah ini Asya, bolehkah aku masuk?" Teriak Asya sambil mengetuk pintu nya.


"Masuk saja Sya." Teriak Farah dari dalam kamar.


Dengan perlahan Asya membuka pintu kamar nya, lalu melangkah menghampiri Farah yang sedang memeluk guling nya.


"Kamu kenapa Farah? apa kakak ku yang sudah membuat kamu marah?" Tanya Asya sambil duduk di sisi tempat tidur Farah.


Farah bangun dari tidur nya dan duduk sambil menyandarkan punggung ke kepala tempat tidur.


"Aku benci kakak kamu, baru kali ini aku di hina sampai tangan aku menampar nya." Ucap Farah dengan mata yang masih penuh dengan amarah nya.


"memang nya apa yang sudah di ucapkan kakak sampai kamu semarah ini?" Tanya Asya kaget dan sangat penasaran.


Farah menceritakan semua yang sudah terjadi antara dirinya dengan dokter Arif dengan secara detail, Farah mengatakan kalau dirinya sakit hati dengan apa yang telah di ucapkan oleh dokter Arif tentang diri nya.


"Kakak benar-benar ya." Ucap Asya sambil menahan emosi, Asya ikut merasa sakit hati setelah mendengar cerita dari Farah.


"Sudah lah Sya jangan di bahas lagi, aku minta maaf sudah berbuat lancang kepada kakak kamu."


"Tidak Farah, justru aku lah yang harus nya minta maaf, karena ini semua bukan kesalahan kamu, dan kakak pantas mendapatkan nya bahkan lebih dari sekedar sebuah tamparan." Ucap Asya.


"Kamu ngga perlu minta maaf Sya, kamu ngga salah apa-apa kok."


"Sumpah aku sangat malu sama kamu Farah, sekali lagi maafkan kakak ku ya." Asya merasa ngga enak dengan Farah atas kelakuan kakak nya.

__ADS_1


"Sudah lah Sya, kamu ngga perlu segitu nya, aku ngga akan sangkut pautkan masalah ku dengan dokter Arif sama kamu." Farah memeluk Asya.


"Kalau begitu aku pulang ya Farah, kamu selalu jaga kesehatan jangan sampai kamu pingsan lagi, dan sekali lagi maafkan kesalahan kakak ku." Ucap Asya sambil melepaskan pelukan nya.


"Iya Sya, makasih ya sudah menyempatkan waktu untuk melihat ku." Ucap Farah.


Asya keluar dari kamar Farah lalu pamit kepada orang rumah.


Dengan menahan amarah Asya keluar dari rumah pak Agam dan menghampiri dokter Arif di dalam mobil.


*******


Sepanjang perjalanan pulang Asya terdiam dengan wajah di tekuk nya, sesekali dokter Arif melirik nya.


"Dek kenapa kamu diam saja sih, kakak berasa jalan sama patung jadi nya." Ucap dokter Arif.


"Ini semua gara-gara kelakuan kakak, gara-gara mulut kakak aku jadi malu dengan farah dan keluarga nya, aku ngga nyangka kakak ternyata tidak punya etika dalam hidup." Asya yang masih emosi meluapkan semua nya.


"Dia memang bukan suami nya, tapi dia kakak kandung nya." Teriak Asya yang sangat kesal dengan kakak nya itu.


"Apa!." Teriak dokter Arif dan menghentikan mobil nya secara mendadak hingga membuat Asya kaget.


"Kakak, aku masih mau hidup, kenapa kakak berhenti mendadak, ini sangat bahaya untuk kita, bagaimana kalau ada mobil atau kendaraan yang lain yang berada di belakang kita." Teriak Asya sambil menatap tajam dokter Arif.


"Apa kamu bilang tadi dek, laki-laki itu kakak kandung nya Farah? Benarkah?" Tanya dokter Arif sambil menatap tidak percaya kepada Asya.


"Ya, dia kak Farhan kakak kandung nya Farah adik nya kak Raya, cemburu boleh tapi harus tetap waras juga kak."

__ADS_1


"Kalau begitu aku sudah bersalah kepada Farah, pantas saja Farah tadi marah besar dan menampar kakak." Ucap dokter Arif dengan wajah penuh rasa sesal.


"Baru sadar kalau kakak salah, tadi kemana saja, makanya sebelum mengambil tindakan kakak harus mencari tahu kebenaran nya dulu, kalau sudah seperti ini kakak juga yang menyesal."


"Dek, bantu kakak untuk meminta maaf kepada Farah ya?" Pinta dokter Arif dengan wajah memohon nya.


"Tidak, minta maaf sendiri saja, aku tidak mau ikut campur urusan kalian berdua, lagian ya kak, aku itu sudah malu di depan Farah dengan kelakuan kakak tadi, jadi aku tidak akan membantu kakak sama sekali, berusaha sendiri saja, itu juga kalau Farah nya mau memaafkan kakak." Ucap Asya tidak perduli.


Dokter Arif terdiam, dia sangat menyesali dengan semua yang sudah di ucapkan nya, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah terjadi dan sekarang dia harus mendapatkan kata maaf Farah bagaimana pun cara nya.


"Sudah lah kak, semua ini juga gara-gara kakak, sekarang antar aku pulang, aku mau istirahat." Ucap Asya dengan wajah yang masih di tekuk, dia masih kesal dengan kakak nya itu.


Dokter Arif kembali melajukan mobil nya dengan penuh rasa penyesalan di hati nya.


Asya sesekali melirik ke arah kakak nya, sebenarnya Asya merasa kasihan kepada kakak nya itu, baru juga membuka hati kepada wanita tapi sudah langsung patah hati kembali akibat kelakuan nya karena rasa cemburu yang sangat besar.


"Seperti nya kakak sangat mencintai Farah, kasihan juga kalau lihat kakak seperti ini, tapi mau bagaimana lagi semua nya juga karena kakak sendiri, jadi biar kakak yang menyelesaikan nya aku ngga mau ikut campur." Gumam bathin Asya.


"Aku ternyata sudah salah sangka, aku harus meminta maaf bagaimana pun cara nya, aku tidak mau kehilangan dia, aku sudah nyaman dengan nya." Gumam bathin dokter Arif.


Mobil memasuki pelataran rumah nya, Asya keluar dari dalam mobil tapi dokter Arif masih berada d dalam mobil dan tidak mematikan mesin nya.


"Kenapa kakak ngga turun?" Tanya Asya, sebenar nya Asya tidak mau perduli dengan kakak nya, tapi sebagai adik dia harus mengalah dan tetap menyapa nya.


"Kakak ada keperluan mendadak, kalau mamah tanya bilang saja kakak masih ada kerjaan." Jawab dokter Arif lalu melajukan kembali mobil nya meninggalkan rumah orang tua nya.


Dokter Arif terus melajukan mobil nya menuju rumah keluarga pak Agam dengan hati yang sangat gelisah.

__ADS_1


Kini mobil nya sudah berhenti tepat di depan rumah pak Agam, terlihat sebagian lampu rumah itu padam menandakan kalau penghuni nya sudah beristirahat.


Beberapa kali dokter Arif menghubungi no Farah, tapi Farah sama sekali tidak mau menerima nya, dokter Arif pun mengirim kan Farah pesan memberitahukan kalau dirinya sedang berada di depan rumah pak Agam.


__ADS_2