
"Sudah dua jam mas Steven pergi, tapi kenapa sampai saat ini belum pulang juga." Raya sangat gelisah karena Steven belum pulang juga.
Raya tidak bisa tidur sebelum melihat suami dan anak nya pulang, Raya meraih ponsel yang dia simpan di atas meja rias nya lalu menghubungi no suami nya.
"Mas, kenapa kamu ngga angkat telepon ku," Dengan gelisah Raya terus menghubungi no ponsel suami nya, hingga suara seorang perempuan terdengar diujung sana.
"Halo mas, ka_mu." Raya tidak melanjutkan kalimat nya karena kaget yang menerima telepon nya seorang wanita, Raya melihat kembali layar ponsel nya takut dirinya salah memanggil.
"Benar kok ini no nya mas Steven, tapi kok."
"Halo, mencari mas Steven ya? Kamu terima panggilan video kalau kamu mau tahu mas Steven lagi apa." Wanita itu mengganti panggilan nya ke panggilan video.
Sakit hati Raya begitu mendengar suara perempuan dari ponsel suami nya, air mata nya sudah menetes, dia memberanikan diri untuk menerima panggilan video yang wanita itu alihkan.
Dengan tangan yang gemetar Raya menggulir panggilan video itu, terlihat jelas di kedua mata nya, di sana ada suami nya yang hanya terlihat bagian dada nya saja sedangkan si wanita sedang memeluk erat dengan kepala nya yang dia simpan di atas dada Steven.
Raya bukan anak kecil, Raya tahu kalau mereka sedang tidak memakai sehelai benang pun di tubuh mereka, sakit hati Raya, ingin sekali Raya berteriak kencang, tapi Raya menahan nya.
Dengan gerakan cepat dan santai Raya mengaktifkan rekam layar dan langsung membuat rekaman untuk bukti jika Steven tidak mengakui nya.
"Hai, kamu istri nya mas Steven ya? Maaf ya untuk malam ini aku pinjam suami kamu dulu, bagaimana pun aku ini adalah ibu kandung nya Grace, jadi ke depan nya kami berdua akan terus seperti ini, maaf ya kamu ngga bisa bicara sama suami kamu, soalnya dia kelelahan karena kita sudah dua kali melakukan nya." Wanita itu tersenyum kepada Raya lalu dia mencium bibir Steven dan dengan sengaja kamera ponsel nya dia arahkan.
Raya tidak sanggup lagi dengan semua ini, apalagi melihat suami nya sedang di cumbu sama seorang perempuan, meskipun itu ibu kandung Grace, tapi Steven sudah ngga ada hubungan lagi dengan nya kecuali hubungan darah antara Grace dan ibu nya.
__ADS_1
Raya langsung memutuskan panggilan nya dan melemparkan ponsel nya ke atas tempat tidur, Kasur itu menjadi saksi air mata kesedihan yang Raya keluarkan.
"Kenapa mas, kenapa kamu melakukan semua ini kepadaku di saat aku sudah sangat mencintai kamu, seandainya saja aku belum ada rasa ke kamu seperti sekarang, mungkin aku tidak akan perduli, tapi ini sakit mas, sakit." Raya menangis sambil memeluk guling hingga guling itu kini sudah basah oleh air mata nya.
"Pantas saja tadi kamu tidak memperbolehkan aku ikut, rupanya kamu masih berharap sama mbak Brenda." Sungguh Raya tidak habis pikir kenapa kejadian ini terulang lagi, dulu dirinya melihat Fajar yang sedang selingkuh dengan Selena, sekarang dirinya harus melihat perselingkuhan itu terjadi lagi.
Semalaman Raya terus menangis hingga kelelahan dan akhir nya tertidur dengan mata yang masih penuh dengan air mata.
Sementara Raya sedang menangis meratapi semua nya, berbeda dengan wanita yang kini sedang memeluk erat Steven, dia tertawa penuh dengan kemenangan.
"Aku menunggu kamu kembali kesini dengan pikiran yang kacau, dan kamu yang meminta untuk melakukan nya sendiri, aku ngga mau melakukan nya sekarang dalam keadaan kamu sedang tidur, kamu tahu mas? Rasa nya itu ngga enak, aku hanya bisa mencium dan meraba nya saja." Ucap wanita itu sambil meraba dan mengelus adik nya Steven.
"Bangun dong mas, aku lagi mau nih, masa aku harus memaksa kamu yang lagi tidur nyenyak, ah brengsek, kenapa juga aku kasih obat tidur nya banyak, jadi dia tidur nya nyenyak banget kan."
******
Pagi hari Raya membuka kedua mata nya, dia harap apa yang terjadi dan apa yang dia lihat semalam lewat ponsel nya hanya mimpi semata.
Dengan tangan sedikit gemetar Raya kembali meraih ponsel nya yang berada di samping nya, dia buka kembali rekaman yang berhasil dia rekam semalam.
Jatuh lagi air mata Raya yang sudah mulai kering, kini kedua mata nya kembali basah dengan air mata.
Raya terus menangis sampai dirinya puas dan berjanji di dalam hati nya, setelah menangis pagi ini, dia tidak akan menangis lagi.
__ADS_1
"Stop Raya, mulai pagi ini kamu tidak boleh lagi mengeluarkan air mata, kamu harus menghadapi nya dengan santai, buat suami kamu sadar dengan kesalahan nya, tenang saja mas, aku tidak akan pergi dari sisi kamu sebelum kamu menjatuhkan talak kamu untuk aku, tapi kalau kamu sudah menjatuhkan talak kamu, aku baru akan pergi dan melupakan semua nya."
Raya bangun dan turun dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.
Hampir tiga puluh menit Raya di dalam kamar mandi, dia keluar dengan wajah yang sudah sedikit segar meskipun di bagian mata terlihat sembab karena habis menangis semalaman.
Raya mencoba menutupi nya dengan riasan pun tetap saja mata nya kelihatan sembab.
"Sayang, suami dan anak kamu pulang jam berapa malam?" tanya bu Maria sambil menatap heran wajah Raya.
"Seperti nya dia habis nangis." Gumam bathin bu Maria.
"Mereka ngga pulang mah, mungkin nginap di sana karena terlalu malam." Raya tidak mau kedua mertua nya tahu dengan apa yang sudah di lakukan suami nya.
"Kenapa pula sih mereka harus menginap di sana, sebentar pah mamah ambil ponsel dulu, mamah mau memastikan apa benar Steven dan Grace tidur dengan wanita itu."
"Jangan mah, semalam mas Steven sudah menghubungi aku, jadi aku sudah melihat nya kalau mereka memang tidur di sana." Raya menahan tangan bu Maria untuk pergi ke kamar nya, Raya ngga mau bu Maria melihat apa yang sudah dia lihat semalam.
"Jelaskan sama mamah, kenapa kamu menangis?" Bu Maria sudah ngga tahan lagi dengan rasa penasaran di hati nya.
Raya memalingkan wajah nya, "Aku tidak nangis mah." Raya berusaha menutupi kesedihan nya.
"Sehabis sarapan mamah tunggu di ruang keluarga, sekarang makan lah dan jangan biarkan kamu sakit."
__ADS_1
Raya menggeleng lemah, "Aku ngga nafsu makan mah, aku hanya minum susu saja." Entah karena kepikiran dengan suami nya entah memang Raya lagi ngga enak badan, pagi ini nafsu makan Raya hilang dan sirna.