
Grace terbangun karena perutnya terasa lapar, Grace turun dari tempat tidur nya lalu berjalan menuju kamar Steven.
"Mamah, papah buka, aku mau tidur sama kalian berdua." Teriak Grace sambil terus mengetuk pintu nya.
Steven yang lagi meberikan sentuhan-sentuhan lembut di buat sedikit kesal dengan teriakan dari Grace.
"Mas, Grace." Ucap Raya sambil menjauhkan wajah dan tangan Steven yang sudah menjelajah kemana-mana.
"Biarkan saja sayang, nanti juga dia diam." Steven tidak mau menjauhkan tangan nya dari tubuh Raya.
"Papah, mamah, cepat buka." Lagi-lagi teriakan Grace dari luar terdengar sangat jelas di telinga kedua nya.
"Mas," Raya sedikit mendorong tubuh Steven.
"Huh, ganggu saja." Steven kesal dan dengan terpaksa membuka pintu nya.
"Kenapa?" tanya Steven dengan wajah kesal nya.
"Papah kok gitu nanya nya? seperti yang tidak suka Grace kesini." Steven hanya diam karena bingung harus menjawab apa.
"Kenapa sayang?" terdengar suara Raya dari dalam kamar.
Grace menerobos masuk dan sedikit menggeser tubuh Steven yang menghalangi pintu.
"Mamah aku lapar, aku ingin di suapin sama mamah." Rengek Grace.
"Ah sayang mamah lapar ternyata, baiklah kalau begitu mamah akan menyiapkan makanan untuk anak mamah yang cantik ini." Ucap Raya sambil mencubit pelan hidung bangir Grace.
Steven menatap Raya dengan memohon, sungguh dia sudah on dari tadi, tapi semua nya harus di tahan karena kehadiran Grace.
"Sabar ya mas, aku mau menyiapkan makan buat Grace dulu." Raya tersenyum penuh arti, dirinya tahu apa yang sedang di inginkan suami nya.
Ya sudah kalau gitu kalian berdua saja ke ruang makan nya, papah mau tidur." Steven kesal lalu naik ke atas tempat tidur.
Raya tersenyum melihat suami nya yang lagi kesal, "Ayo sayang." Raya menarik pelan tangan Grace dan meninggalkan Steven yang lagi kesal.
__ADS_1
Grace duduk di kursi makan menunggu Raya yang sedang menyiapkan makanan nya.
Dengan telaten Raya menyiapkan makanan untuk Grace, Raya tidak merasa terganggu dengan keinginan Grace yang sebenar nya jam istirahat buat dia.
"Makanan sudah siap, kamu makan yang banyak ya sayang, biar tidur nya nyenyak." Raya duduk dan mulai menyuapi Grace.
Steven tidak bisa tidur, dia terus berguling ke kiri dan ke kanan, dia menunggu istri nya berasa lama dan memutuskan untuk melihat mereka di ruang makan.
"Kenapa aku sekarang ngga bisa tidur sendirian sih, padahal kan selama lima tahun ke belakang aku terbiasa sendiri." Bathin Steven sambil berjalan menuju ruang makan.
Dengan langkah perlahan Steven menghampiri ruang makan, terdengar suara istri dan anak nya yang lagi berbincang dan sesekali bercanda.
Steven berdiri di balik tembok, dia ingin melihat interaksi kedua nya.
"Sudah mah keyang." Ucap Grace sambil mengelus perut nya.
"Satu lagi sayang, kasihan masa yang lain nya sudah masuk ke dalam perut kamu, sedangkan ini belum masuk, nanti dia nangis." Raya membujuk Grace agar mau menerima suapan yang terakhir.
"Ya sudah aku makan, tapi ini suapan yang terakhir ya mah." Ucap Grace lalu membuka mulut nya.
Raya tersenyum karena Grace menurut dan makanan yang ada di piring pun habis tidak ada sisa.
Steven keluar dari persembunyian nya dan pura-pura mau mengambil minum.
"Mas, belum tidur?" Tanya Raya begitu melihat Steven masuk ke ruang makan.
"Mas haus, makanya mas kesini untuk mengambil minum, makan nya sudah selesai?" Ucap Steven sambil mengambil air dari dalam kulkas.
"Mas, ini sudah malam, ngga baik minum air es, mas minum air biasa saja." Raya mengambil air es yang sudah berada di tangan Steven dan menyimpan nya kembali ke dalam kulkas.
"Tapi tubuh ku lagi panas sayang, semua itu gara-gara kamu." Ucap Steven dengan nada pelan karena takut terdengar oleh Grace.
"Mas." Raya menatap Steven dengan tatapan yang sangat tajam membuat Steven diam.
"Papah, kalau mamah melarang nya papah harus menurut, berarti mamah itu sayang sama kita, betul ngga mah." Ucap Grace.
__ADS_1
"Ah, benar sayang, ya sudah kalau begitu sekarang kita kembali ke kamar, kamu harus sikat gigi, cuci kaki, cuci tangan dan ganti baju, masa tidur masih pakai baju sekolah." Raya menghampiri Grace, Raya tidak mau Grace mendengar ucapan mesum dari Steven.
"Ngga mandi mah, aku kan belum mandi sore." Dengan polos nya Grace meminta mandi.
"Tapi ini sudah malam sayang, mamah lap kamu pakai air hangat saja ya? Mandi nya besok pagi saja gimana?"
"Baiklah, ayo mah." Grace turun dari kursi dan menarik tangan Raya.
"Tunggu papah dong, masa papah di tinggal sendirian. "Steven mengikuti langkah mereka berdua.
Tangan Steven terus mencolek pinggang Raya membuat Raya kesal dan menatap nya dengan tajam.
Steven yang di tatap seperti itu hanya tersenyum jahil.
"Sayang, cepat ya ngurus Grace nya, aku sudah ngga tahan." Bisik Steven begitu mereka sudah berada di depan pintu kamar Grace.
Raya hanya mengangguk dan tersenyum lalu masuk ke dalam kamar Grace.
Steven kembali masuk ke kamar nya dan membaringkan tubuh nya di atas kasur king size nya.
Steven menatap langit-langit kamar nya yang putih, bayangan masa lalu terlintas kembali di pikiran nya.
Wanita yang sangat ia cintai meninggalkan nya hanya karena dia ngga mau punya anak dan membuat body nya lebar dan tidak seksi lagi.
Padahal Steven selalu meratukan nya dikala mereka masih bersama, masih teringat di benak Steven dikala Brenda di nyatakan positif oleh dokter.
Bukan wajah kebahagiaan yang dia lihat, tapi wajah marah yang sangat tidak berharap kehadiran seorang anak, dia selalu marah-marah dan ingin menggugurkan nya, tapi Steven selalu berusaha ada di samping nya agar dia mempertahankan bayi yang di kandung nya.
Sampai akhir nya kelakuan dia yang sudah tidak bisa di maafkan lagi oleh Steven dan keluarga nya.
Steven membandingkan nya dengan Raya, Raya yang hanya seorang ibu sambung tapi dia sangat tulus menerima dan menyayangi Grace anak nya.
Steven menatap jam dinding dan ternyata jam sudah menunjukan tengah malam, dirinya teringat dengan Raya lalu turun dari tempat tidur dan menuju kamar Grace.
"Sudah hampir tengah malam tapi belum masuk kamar juga, sedang apa sih dia." Gumam Steven.
__ADS_1
Dengan perlahan Steven membuka pintu kamar Grace, dia melihat Raya yang sedang tidur sambil memeluk tubuh Grace.
Steven tersenyum melihat pemandangan itu, tapi bagaimana pun juga malam ini dia harus menculik Raya dari Grace, dia tidak mau sampai pagi tidak bisa tidur.