Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Kemarahan Raya


__ADS_3

Bu Maria pergi ke taman belakang dengan mengajak Grace, bu Maria mengerti dengan keadaan rumah tangga anaknya yang seperti nya sedang tidak baik-baik saja, sebenar nya bu Maria ingin sekali tahu permasalahan yang sedang mereka hadapi, tapi bu Maria sadar kalau itu bukan ranah nya, dia sebagai orang tua tidak boleh ikut campur dalam urusan mereka berdua, selama mereka menyembunyikan dari nya.


Untung Grace mengerti dan mau ikut dengan nya untuk sedikit menjauh dari Steven dan Raya.


Setelah kepergian Grace dan ibu mertua nya, Raya memilih pergi dan meninggalkan Steven yang masih berdiri mematung.


Steven menyadari kalau Raya memang sedang marah pada dirinya, Steven mengikuti Raya dan ikut masuk ke dalam kamar.


Terlihat Raya yang sedang duduk di sofa sambil menyalakan televisi yang ada di kamar nya, Sebenar nya Raya tidak suka melihat acara di televisi, dirinya hanya pura-pura dan mencoba menghindar dari Steven suami nya.


"Sayang, kamu marah ya sama mas? Maafkan mas semalam," Steven menggantung kalimat nya karena di potong oleh Raya.


"Semalam mas tidur sama ibu nya Grace? Semalam mas ngga langsung bawa Grace pulang karena mas menghangatkan mantan mas itu? Aku di sini sangat mengkhawatirkan kalian berdua, tapi kamu mas, kamu malah lagi asik tidur dengan mantan kamu itu." Teriak Raya dengan air mata yang kembali keluar.


Sebenar nya Raya sudah tidak mau mengeluarkan air mata nya lagi, tapi bayangan semalam terlintas kembali di pikiran nya membuat hati nya kembali terluka.


"Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan sayang." Steven meraih tangan Raya, tapi Raya menepis nya dengan kasar.


"Terus aku harus membayangkan apa mas? Kamu tidur satu ranjang dan kalian berdua tidak memakai sehelai benang pun, apa yang harus aku bayangkan hah, apa!" Menangis lah Raya di hadapan Steven.


Steven terdiam, dia sedikit kaget karena Raya mengetahui kalau dirinya tidur dengan wanita itu dalam keadaan tidak memakai baju.

__ADS_1


"Mas tahu sakit nya kita diselingkuhi? Mas tahu hancur nya hati kita saat kita melihat orang yang kita cintai sedang bermesraan dengan orang lain? Mas tahu?" Raya sudah ngga sanggup untuk melanjutkan kalimat nya, kedua tangan nya menutup wajah nya yang sedang menangis.


Steven bersimpuh di hadapan Raya, "Mas berani bersumpah kalau semalam mas juga tidak tahu kenapa, mas lelah dan ngantuk banget hingga mas tertidur di sana." Dengan wajah menunduk Steven meenjelaskan semua nya.


"Buka baju mas sekarang juga." Raya menatap tajam ke arah Steven yang masih menunduk di hadapan nya.


Steven bingung kenapa Raya yang sedang marah malah menyuruh nya untuk membuka baju nya.


"Buka! Atau aku yang akan membuka nya dengan paksa." Raya kembali berteriak hingga membuat Steven terjingkat kaget dan langsung membuka baju nya.


"Jelaskan dengan semua ini, apa ini belum bisa di jadikan bukti kalau semalam mas sudah tidur dengan mantan mas?' Teriak Raya sambil memukul keras dada Steven yang ada stempel wanita itu.


Spontan Steven menatap dada yang di pukul Raya, betapa kaget nya Steven melihat tanda merah bekas gigitan seorang wanita.


Steven bingung harus menjelaskan nya dari mana dan bagaimana, karena tanda merah ini menjadi bukti kalau dirinya memang sudah tidur dengan wanita itu, tapi dia tetap merasa kalau dirinya tidak sampai melakukan nya.


"Sekarang mas mandi dan baju ini akan aku bakar sekarang juga, buka semua nya jangan ada yang tersisa." Raya meraih kemeja dan jas yang sudah di buka oleh Steven.


Dengan perasaan yang bingung Steven membuka semua yang masih melekat di tubuh nya hingga adik kecil nya terlihat sedang bergelantung manja di bawah sana.


Kalau lagi tidak dalam keadaan marah mungkin Raya akan meremas dan menggoda nya biar adik kecil Steven bangun, tapi karena amarah dan mengingat semalam Steven sudah tidur dengan mantan istri nya, Raya tidak ada rasa sama sekali, jangan kan untuk menyentuh dan meremas nya, melihat nya pun Raya sudah tidak sudi lagi.

__ADS_1


Raya melihat ada tanda bibir di kemeja Steven membuat dia kembali murka.


"Mas lihat? Apa ini juga mas akan menyangkal; nya? Kalau mas masih mencintai ibu nya Grace, maka sekarang juga ceraikan aku." Begitu jelas di telinga Steven dengan apa yang di ucapkan Raya.


"Sayang jangan bicara seperti itu, sampai kapan pun aku tidak melakukan nya," Steven mau meraih tangan Raya tapi lagi-lagi Raya menepis nya.


"Mandi, bersihkan seluruh tubuh mas dan hilang kan bau perempuan itu." Kini Raya sudah tidak mengeluarkan air mata nya lagi, kekesalan dan amarah nya sebagian sudah ia keluarkan.


"Tapi aku sudah mandi sayang." Tanpa sadar Steven kembali membuat Raya emosi.


"Oh, jadi mas masih mau merasakan tubuh mantan mas itu, baik! Kalau memang itu yang mas ingin kan, tapi aku akan pergi dari rumah ini sekarang juga." Raya memasukan baju yang sudah di lepas oleh Steven dari tubuh nya ke sebuah paper bag, dan akan membakar nya di belakang rumah.


"Bukan, bukan begitu sayang, baiklah mas akan mandi lagi, tapi mas mohon kamu jangan pergi, mas mohon." Kembali Steven bersimpuh dengan tubuh yang tidak memakai sehelai benang pun.


Raya menatap Steven, bagaimana pun Steven adalah suami nya, dan semua nya belum jelas, Raya ingin mengetahui dulu kejadian yang sesungguh nya, kalau memang benar suami nya sudah melakukan nya, maka dari itu Raya akan benar-benar pergi dari rumah ini.


Bukan Raya tidak bisa langsung pergi dari rumah ini, tapi Raya selalu ingat pesan kedua orang tua nya, "Hidup berumah tangga pasti akan banyak cobaan nya, kamu harus bisa menyikapi nya di setiap kejadian dalam kehidupan mu, jangan mengambil keputusan di kala kamu sedang emosi, kamu cari bukti yang akurat dulu setelah itu kamu bisa memutuskan langkah apa yang akan kamu ambil." Kata-kata itu selalu terngiang di telinga Raya, hingga Raya bisa menahan nya.


"Biar aku yang memandikan kamu mas, aku ngga percaya kamu akan membersihkan nya dengan benar."


Raya menarik Steven dan membawa nya masuk ke kamar mandi, Raya menggosok kasar seluruh tubuh suami nya sampai kulit nya merah semua.

__ADS_1


Pas di bagian tanda merah dari biibir wanita itu Raya menggosok nya dengan sangat kasar karena emosi membuat kulit Steven lecet dan mengeluarkan darah, tapi Raya tidak perduli dengan semua itu, sakit yang Steven rasakan saat ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan rasa sakit di hati nya.


__ADS_2