Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Janji Steven


__ADS_3

Karena semua orang memaksa, Farah pun akhir nya nginap di rumah pak Agam.


Berbagai alasan untuk menolak nya pun sudah Farah lakukan, tapi tidak ada satu pun alasan yang di terima oleh semua nya.


Bahkan alasan nya tidak ada baju untuk pergi ke kantor besok pun tidak di terima nya, malah Raya yang akan memberikan semua baju kantor nya untuk Farah karena Raya ngga bakal bekerja kembali.


Dan mulai besok Farah harus pidah dan membawa barang-barang nya dari kontrakan dan pindah ke rumah pak Agam.


Semua nya kini sudah masuk ke kamar nya masing-masing dengan perasaan bahagia.


Kini mereka semua bisa tidur dengan nyenyak, dan berharap tidak akan ada lagi air mata kesedihan yang keluar.


Semua penghuni kamar sudah terlelap kecuali kamar Steven dan Raya, mereka berdua masih terjaga dan tidak ada rasa ngantuk menyerang mereka, mereka masih saling mencurahkan kerinduan mereka.


"Sayang, maafkan papah ya sudah membuat mamah kamu sedih dan pergi dari rumah, papah janji akan selalu menjaga mamah dan kamu, papah janji tidak akan membuat mamah merasakan sakit hati lagi, kamu sehat-sehat di dalam ya nak, kamu jangan buat mamah kesakitan, cukup kemarin saja mamah merasakan sakit nya, dan itu semua ulah papah." Steven mengusap perut Raya yang masih rata lalu mencium nya dengan waktu sedikit lama.


Raya yang sedang duduk di sofa dengan lembut mengelus kepala suami nya dengan penuh kasih sayang.


Steven mengangkat kepala nya dan menatap ke dua mata istri nya.


"Terima kasih sayang, kamu sudah kembali dan membawa kabar bahagia ini." Kedua mata Steven berkaca-kaca.


Raya membelai kedua pipi Steven, lalu mencium kening nya.


"Jangan pernah mas melakukan hal yang bodoh lagi seperti kemarin, karena kalau itu sampai terjadi lagi, tiada kata maaf lagi buat mas apapun itu alasan nya." Ucap Raya lalu mencium kening suami nya.


"Terima kasih sayang, aku janji tidak akan terjadi untuk ke dua kali nya."


"Ya sudah sekarang kita tidur." Raya bangun dari duduk nya lalu berbaring di atas kasur king size milik Steven.


Steven membaringkan tubuh nya di atas sofa, dirinya rela menerima hukuman dari Raya karena memang semua itu kesalahan dari nya.


Raya melirik suami nya yang sedang tidur di atas sofa, ada rasa kasihan di dalam hati nya, tapi bagaimana pun Raya ingin menguji kesungguhan dari suami nya itu.

__ADS_1


******


Pagi menjelang, semua penghuni rumah pak Agam sudah terbangun dan di sibuk kan dengan segala rutinitas mereka masing-masing.


Bu Maria sibuk menyiapkan segala keperluan suami nya, Farah sibuk menyiapkan untuk pergi ke kantor, karena hari ini hari pertama, jadi dirinya tidak mau terlambat.


Karena Grace sudah tahu kalau dirinya mau punya adik, kini Grace pun bangun dan mandi sendiri, Grace ingin mandiri dan tidak merepotkan mamah nya lagi.


Grace sudah rapih dengan baju sekolah nya, tapi Grace belum bisa untuk merapihkan rambut nya, sambil membawa ikatan rambut nya, Grace pergi ke kamar nya Farah.


"Aunty bangun belum." Teriak Grace sambil mengetuk pintu nya.


Farah membuka kan pintu, "Sudah dong sayang, wah Grace sudah mandi ternyata, siapa yang mandikan sayang?" Tanya Farah.


"Aku mandi sendiri aunty, aku kan sekarang ngga boleh merepotkan mamah lagi, kan di dalam perut mamah ada adik Grace.'


"Anak pintar, minggu depan Grace perpisahan kan? Dan bulan depan Grace sudah masuk sd."


"Bisa dong, apa sih yang ngga buat kembaran aunty, sini duduk sini." Farah menyuruh Grace duduk di kursi rias dan menghadap ke cermin.


"Kembar? Apa nya yang kembar aunty?" Tanya Grace menatap heran Farah dari balik cermin.


"Cantik nya." Jawab Farah sambil tertawa.


"Hu, aunty ini." Grace hanya mendengus mendengar jawaban dari Farah.


Berbeda dengan yang lain nya, Steven masih terlelap di balik selimut nya.


Raya menatap wajah damai suami nya, perlahan tangan nya menyentuh pipi Steven.


"Kasihan kamu mas harus tidur di tempat sempit seperti ini, tapi ini adalah hukuman untuk kamu, aku hanya ingin kamu menyadari kesalahan kamu dan tidak akan pernah mengulangi nya lagi." Gumam Raya pelan.


Raya mencium lembut kening Steven lalu berdiri dan hendak pergi ke kamar mandi, tapi tangan nya di tahan oleh Steven hingga Raya pun mengurungkan langkah nya dan kembali membalikan tubuh nya.

__ADS_1


"Mas udah bangun?" Tanya Raya ketika melihat kedua mata Steven sudah terbuka.


"Sayang hukuman aku hanya tidur di sofa kan?" Steven tidak menjawab pertanyaan dari istri nya, tapi dia malah bertanya balik.


"Iya mas, memang nya kenapa? Mau di tambah lagi hukuman nya?"


"Tidak sayang, maksud mas." Steven bangun dan duduk lalu menarik Raya hingga Raya duduk menyamping di pangkuan nya.


"Mas, aku mau mandi." Raya mengelak karena tahu ujung ya kemana.


"Sebentar saja, aku ingin memeluk kamu seperti ini." Steven memeluk tubuh Raya sedangkan kepala nya dia telungkupkan ke atas dada Raya.


Raya hanya terdiam sambil mengelus kepala Steven, Raya tidak menolak karena pesan dari ibu nya selalu terngiang di telinga nya, kalau seorang istri harus selalu melayani suami nya walaupun dalam keadaan marah, karena melayani suami itu ibadah dan sudah menjadi kewajiban seorang istri.


Kepala Steven beralih ke leher Raya, bibir nya menyentuh kulit putih Raya hingga membuat Raya harus menahan suara yang akan membuat Steven semakin liar lagi.


"Mas, kamu harus ke kantor nanti kesiangan, kamu kan sudah beberapa hari ini ngga ke kantor." Ucap Raya sambil menahan nafas nya.


"Sebentar saja sayang, ngga tahu kenapa mas hanya ingin mengendus wangi tubuh kamu ini." Steven terus mengendus dan mencium sekitar leher dan dada Raya.


Steven ngga sadar kalau kelakuan nya sudah membuat Raya harus menahan nafas dan menahan rasa aliran di dalam tubuh nya.


Terakhir Steven mengendus dan menghisap dua bukit Raya yang semakin padat saja.


Luruh sudah pertahanan Raya hingga dirinya hanya pasrah dengan kelakuan suami nya.


Kini piyama bagian atas Raya sudah tergeletak di lantai, Steven semakin liar mengabsen setiap inch tubuh Raya hingga membuat Raya pun menyerah dan mengeluarkan suara yang membuat gairah Steven semakin memuncak.


Steven menggendong Raya ala bridal style, "Sekalian mandi ya." Ucap Steven sambil membawa Raya ke kamar mandi.


"Mas."


"Syut, jangan protes, sekarang aku ketagihan di kamar mandi."

__ADS_1


__ADS_2