Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Aku Mencintai Kamu


__ADS_3

Hai bestie, kita lanjut Farah sama dokter Arif nya di sini aja ya sekalian.


Seminggu berlalu dari Raya melahirkan, kini Raya dan bayi nya sudah ada di rumah besar nya pak Agam.


Semenjak lahir nya sang adik, Grace semakin terlihat mandiri dan dewasa, Grace sangat menyayangi adik nya itu, sehingga setiap pulang sekolah Grace tidak mau jauh-jauh dari Gustav adik nya.


Raya sangat bahagia melihat kasih sayang yang di berikan Grace kepada Gustav.


Steven merasa hidup nya lengkap dengan kehadiran Gustav dalam hidup nya.


Kini Gustav sudah berusia tiga bulan, dan rencana pak Agam yang akan mengadakan resepsi besar-besaran pun akan di laksanakan minggu depan.


Semua kini sedang sibuk menyiapkan untuk acara minggu depan.


Farah ikut andil dalam persiapan acara pesta pernikahan kakak nya.


Malam ini adalah malam pertama bagi Steven semenjak Raya melahirkan Gustav, dan malam ini Steven ingin meminta jatah nya yang sudah tiga bulan ini tidak ia dapatkan.


"Sayang." Ucap Steven sambil memeluk Raya dari belakang, bibir nya langsung mengabsen setiap lekuk leher Raya yang membuat seluruh tubuh Raya langsung meremang.


"Mas, jangan begini, Gustav belum nyenyak." Ucap Raya sambil menepuk-nepuk pelan pantat Gustav.


Posisi Raya memang sedang membelakangi Steven karena Raya sambil menyusui Gustav.


Tidak ada rasa cemburu dalam diri Grace meski dirinya harus tidur sendiri sedangkan Gustav selalu dengan kedua orang tua nya.


Grace selalu di beri pengertian oleh Raya sehingga Grace mengerti dan paham dengan keadaan.


"Aku kangen Yang." Steven terus melancarkan aksi nya hingga membuat Raya harus dengan sekuat tenaga menahan nya.


Raya menggigit bibir nya agar tidak mengeluarkan suara yang akan membuat Gustav terbangun.


Tidak bisa di pungkiri, Raya juga sangat menginginkan nya, tapi dengan sabar Raya menunggu Gustav hingga terlelap.


Bibir Gustav terlepas dari tanda Gustav sudah terlelap, dengan perlahan Raya menjauhkan tubuh nya.


"Mas, minggir dulu sebentar, aku susah ini." Ucap Raya pelan.


Steven sedikit menjauh, memberi ruang untuk istri nya.

__ADS_1


Dengan perlahan Raya membalikan tubuh nya, terlihat wajah sendu suami nya yang sudah tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.


Raya menatap Steven dari atas sampai bawah, terlihat di balik ****** ***** Steven yang sudah menegang.


Tanpa basa basi lagi Steven langsung meraup bibir Raya, dia me lu mat nya dengan begitu rakus.


Raya menepuk pelan dada Steven sambil berusaha melepaskan pagutan nya.


"Mas sabar dong, Gustav baru tertidur, dan juga kita jangan melakukan nya di sini, mas mau pas kita udah di tengah-tengah terus Gustav terbangun?" Ucap Raya sambil turun dari tempat tidur nya.


"Terus kita akan melakukan nya dimana? Di sofa?" Steven balik bertanya sambil mengikuti Raya turun dari tempat tidur.


Raya menyentuh dada Steven dengan lembut lalu berkata, "Apa mas mau kita melakukan nya di dalam sana."


Tubuh Steven langsung menegang di saat bibir Raya mencium dada nya, sedangkan tangan Raya meremas adik kecil nya yang sudah menegang dari sejak tadi.


"Kamu mulai nakal ya sayang."


Raya masuk ke kamar mandi duluan dan langsung membuka semua baju yang melekat pada tubuh nya.


Steven yang melihat sinyal dari Raya pun langsung ikut masuk ke kamar mandi dengan langkah lebar nya.


Malam ini malam pertama bagi mereka melakukan kembali hubungan suami istri semenjak Raya melahirkan.


Mereka mencurahkan semua kerinduan dan kasih sayang mereka lewat de sa han dan keringat hingga mereka berdua lelah.


"Terima kasih sayang, malam ini aku sangat bahagia sekali, dan mulai malam ini aku tidak akan menahan nya lagi seperti kemarin, sungguh aku tersiksa sayang." Steven mencium bahu Raya dari belakang.


"Tapi mas harus sabar kalau lagi mau, tunggu Gustav nya tidur dulu, jangan sampai Gustav melihat kelakuan kita ini."


"Baiklah, dan sekarang Gustav lagi nyenyak dan kita manfaatkan waktu yang ada." Ucap Steven sambil meremas dua bukit kembar milik Raya yang semakin hari semakin besar.


"Maksud mas?" Raya belum paham dengan apa yang di ucapkan Steven suami nya.


"Bagaimana kalau kita melakukan nya sekali lagi, adik mas sudah on lagi nih." Ucap Steven sambil menuntun tangan Raya mengarah ke adik kecil nya.


"Tapi mas, kalau Gustav bangun gimana?"


"Dia nyenyak sayang, jadi aman terkendali."

__ADS_1


Steven kembali mencium dan me nye sap setiap inch tubuh Raya yang selalu candu bagi nya.


"Oek, oek, oek." Terdengar suara Gustav yang terbangun membuat Raya langsung menjauh kan tubuh Steven.


"Mas, Gustav bangun." Ucap Raya.


"Huh, kenapa bangun sih dia, ya sudah mas tenangkan dulu, kamu tunggu di sini." Steven keluar tanpa memakai sehelai benang pun menghampiri Gustav sehingga belalai nya terlihat meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri.


Raya tersenyum melihat kelakuan suami nya itu, lalu membersihkan diri di bawah guyuran shower.


"Kenapa kamu nangis nak? Tahan dulu kenapa untuk satu jam jangan bangun dulu, papah kan baru mau mulai babak ke dua." Ucap Steven sambil menepuk pelan pantat Gustav, tapi Gustav tetap saja menangis.


Raya keluar hanya memakai handuk biasa yang hanya menutupi ke dua bukit dan inti nya saja.


Rambut panjang nya tergerai dalam keadaan basah, kulit yang putih dan mulus terlihat hingga membuat Steven menelan saliva nya.


"Mungkin dia haus mas." Raya menggendong Gustav lalu memberikan nya asi.


Yang sebelah di berikan nya kepada Gustav sedangkan yang sebelah nya lagi sedang di sentuh lembut oleh Steven.


"Plak." Raya memukul tangan Steven.


"Apa sih yang." Steven pura-pura.


"Bisa diam ngga, Gustav lagi terbangun ini." Ucap Raya pelan.


Bukan nya takut dan menuruti ucapan istri nya, tangan Steven malah masuk ke dalam handuk dan membelai rambut inti Raya hingga membuat Raya harus menggigit bibir nya kembali.


Raya menatap tajam kepada Steven, tapi Steven hanya tersenyum dan terus melakukan apa yang ingin ia lakukan.


Raya sudah ngga tahan lagi, begitu Gustav sudah kembali tertidur, Raya langsung menerkam Steven dengan liar dan buas.


Tanpa alas apa pun mereka berdua melakukan nya di atas lantai.


Rasa dingin lantai tidak mereka rasakan saat ini, yang mereka rasakan hanya kenikmatan saja.


Babak ke dua ini Raya yang memimpin dan sangat liar sehingga membuat Steven merasa kewalahan.


Mereka berdua saling menatap sambil tersenyum, "Aku suka sekali dengan yang kamu lakukan malam ini, dan malam-malam ke depan nya aku ingin lebih dari ini, aku sangat mencintai kamu." Ucap Steven lalu mencium seluruh wajah Raya dan menggendong nya ke kamar mandi, kali ini mereka benar-benar mandi lalu tidur menemani Gustav.

__ADS_1


__ADS_2