Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Senyum Bu Maria


__ADS_3

Steven kini sedang berbaring di salah satu kamar rumah sakit, tangan nya di pasang jarum infus, dan mungkin efek obat yang di berikan suster hingga Steven terlelap.


Bu Maria duduk di samping Steven, sambil menunggu hasil cek lab keluar, bu Maria menghubungi suami nya.


Tidak lama bu Maria menutup panggilan dari suami nya, ada sebuah pesan yang masuk ke ponsel nya.


Bu Maria melihat pesan yang ternyata pesan dari Farah yang meminta izin untuk membawa Grace keluar untuk makan siang.


Bu Maria membalas pesan Farah mengizinkan nya, sekaligus memberikan uang sejumlah satu juta untuk membeli apa yang di inginkan Grace.


Bukan nya bu Maria tidak percaya atau bagaimana, tapi bu Maria tahu kalau Farah lagi membutuhkan uang dan belum bekerja, lain lagi kalau Farah memang sudah bekerja.


"Untung aku tadi sempat bertukar no dengan nak Farah." Gumam bu Maria.


"Oh iya, perasaan aku menyimpan no rekening nya juga." Gumam bu Maria sambil mencari no rekening Farah di ponsel nya.


Sebenar nya bu Maria bukan tidak percaya dengan Farah, tapi bu Maria tahu kalau Farah lagi membutuhkan uang apalagi Farah belum bekerja, lain lagi kalau Farah sudah bekerja.


Terdengar ketukan di pintu, terlihat seorang suster masuk.


"Siang bu, hasil lab pak Steven sudah ada dan ibu sekarang di tunggu dokter di ruangan nya."


"Oh iya sus." Bu Maria pun mengikuti langkah suster dan meninggalkan Steven sendirian di dalam ruangan.


Dengan perasaan yang sedikit khawatir bu Maria masuk ke dalam ruangan dokter setelah suster membuka pintu dan mempersilahkan dirinya masuk, bu Maria takut Steven mengidap suatu penyakit.


"Silahkan duduk bu." Ucap dokter sambil membuka hasil lab Steven.


Yang menangani nya memang bukan dokter Arif, tapi dokter lain yang kebagian bertugas di hari itu.

__ADS_1


"Bagaimana dok dengan hasil lab nya?" Tanya bu Maria yang sangat penasaran dengan kondisi anak nya.


"Setelah saya melihat dan membaca semua hasil lab nya anak ibu yang bernama Steven, ternyata kondisi anak ibu dalam keadaan baik dan tidak mengidap satu peyakit pun." Ucapan dokter paruh baya itu membuat heran bu Maria, sudah jelas-jelas dengan kondisi anak nya seperti itu, tapi dokter dengan santai nya bilang kalau Steven baik-baik saja.


"Bagaimana dokter bisa bilang kalau anak saya baik-baik saja sedangkan dokter sendiri melihat langsung kondisi Steven saat ini." Ucap bu Maria dengan sedikit menaikan nada nya.


Bu Maria sedikit kesal dengan ucapan dokter paruh baya di depan nya.


"Maaf ibu apa nak Steven ini sudah menikah?" dokter itu mengabaikan ucapan bu Maria.


"Sudah dok beberapa bulan yang lalu." Walaupun kesal dengan dokter itu, tapi bu Maria masih mau menjawab pertanyaan nya.


Terlihat bibir dokter itu tersenyum membuat bu Maria ingin sekali memaki dan menampar nya.


"Ini dokter kenapa sih, kok malah senyum-senyum sendiri, sudah tahu Steven lagi terbaring sakit sampai muka nya saja pucat, tapi malah bilang baik-baik saja." Bathin bu Maria.


Karena lagi marah dan kecewa kepada Steven, di tambah banyak kejadian-kejadian yang tidak terduga di dalam hidup nya, bu Maria sampai tidak menyadari nya dengan anak menantu nya.


Bu Maria terdiam mencerna semua ucapan dokter sampai ia menyadari semua nya.


"Jadi, menantu saya lagi hamil? Ya ampun dok, saya sampai tidak menyadari nya." Ucap bu Maria dengan wajah yang berbinar.


"Begini saja, untuk memastikan semua nya ibu bawa menantu ibu ke dokter obgyn, nanti di sana semua nya akan terjawab."


"Baik kalau begitu, terima kasih banyak dok, maaf tadi saya sempat kesal dengan jawaban dokter tentang anak saya."


"Ngga apa-apa bu, saya sudah biasa mengalami seperti ini, oh iya bu karena kondisi Steven sudah agak membaik, jadi hari ini juga sudah bisa di bawa pulang kembali."


"Terima kasih banyak dok, kalau begitu saya permisi." Ucap bu Maria sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan dokter itu, melihat kelakuan bu Maria, dokter itu hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


Dengan wajah berbinar bu Maria keluar dari ruangan dokter, dia bermaksud ingin menghubungi suami nya, tapi sebuah pesan masuk yang membuat bu Maria penasaran dengan pesan itu.


Bu Maria memutar video yang di kirim oleh Farah, bibir nya tersenyum sedangkan matanya menangis, bu Maria menangis karena bahagia.


Bu Maria bahagia melihat kebersamaan Raya dan Grace, apalagi terlihat Grace yang selalu tersenyum di dekat ibu sambung nya itu.


Bu Maria melihat video itu sampai selesai, lalu mengirim pesan kepada Farah.


"Terima kasih nak, dan tolong kamu terus kasih kabar mamah, dan mamah minta kamu menjaga mereka berdua." isi pesan dari bu Maria.


Bu Maria selalu ingin di panggil mamah oleh Farah, karena dirinya menginginkan anak perempuan.


"Baik mah." Farah membalas pesan dari bu Maria.


"Nak, bisa kan nanti malam kita bertemu, ada yang mau mamah bicarakan dengan kamu." Kembali bu Maria mengirim pesan kepada Farah.


Bu Maria ingin membicarakan kondisi anak dan menantu nya, jalan satu-satu nya yaitu dirinya harus bicara dan meminta bantuan dari Farah, karena untuk saat ini hanya Farah lah yang bisa bu Maria andalkan.


Bu Maria tidak akan langsung memberitahu Steven dengan semua ucapan dari dokter sebelum dirinya berhasil membawa Raya ke dokter kandungan dan tahu hasil nya secara jelas.


"Insya Allah bisa mah, nanti saja sewaktu saya mengantar pulang Grace kita bisa bicara."


"Baiklah, kalau begitu mamah tunggu ya nak, dan pertahan kan panggilan kamu kepada mamah."


"Iya mah." Bu Maria tersenyum lalu memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.


Bu Maria bahagia mendengar penjelasan dari dokter di tambah Farah sudah mulai memanggil nya dengan panggilan mamah, belum lagi melihat senyuman dari bibir Grace yang terus mengembang.


Dengan perlahan bu Maria masuk ke dalam ruangan , " Lo, kamu sudah bangun nak?" Tanya bu Maria ketika melihat Steven yang sedang duduk dan sudah tanpa jarum infus.

__ADS_1


"Aku sudah segeran mah, jadi kita pulang ya, tapi di jalan kita beli rujak dulu, seperti nya segar kalau makan rujak yang pedas." Permintaan dari Steven membuat bibir bu Maria tersenyum mengembang.


__ADS_2