
Semua nya terdiam sambil melihat ke arah sekeliling karena sangat penasaran dengan seorang wanita yang di panggil oleh dokter Ricard.
"Aunty, di panggil sama om dokter, buruan kesana aunty." Ucap Grace yang memang sedang bersama Farah.
Farah menatap Grace lalu menatap ke arah Raya, terlihat Raya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.
Farhan yang memang suka jahil kepada adik nya langsung menggandeng Farah dan membawa nya ke hadapan dokter Arif.
"Biar kakak yang ngantar, kali aja kamu malu untuk berjalan sendirian ke sana." Bisik Farhan sambil menggandeng adik nya.
"Apa sih kak." Ucap Farah dengan wajah sedikit kesal.
Terdengar kembali suara mc yang memanggil Farah untuk segera menghampiri dokter Arif.
"Sekali lagi saya panggil atas nama nona Farah segera ke depan karena ada seorang pangeran sedang menunggu anda." Teriak seorang mc.
"Tuh kan udah di panggil lagi, ayo buruan." Ucap Farhan lalu membawa Farah dengan sedikit paksaan.
Mereka berdua berjalan menghampiri dokter Arif yang sedang berdiri di samping mc.
Para tamu undangan langsung heboh ketika melihat seorang wanita cantik menghampiri dokter tampan itu.
"Apa kamu memanggil wanita ini?" Tanya Farhan sambil menatap dokter Arif.
"Iya dia yang saya panggil." Jawab dokter Arif, mata nya tidak lepas dari wajah Farah yang terlihat sangat cantik hari ini.
"Baiklah silahkan di lanjutkan, tapi setelah ini anda berurusan dengan saya." Ucap Farhan dengan nada pelan karena para tamu undangan yang lain takut akan mendengar nya.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab dokter Arif sambil mengangguk kan kepala nya.
Farah hanya diam, hati nya sudah tidak karuan, dia tidak tahu apa yang akan di lakukan dokter Arif kepada diri nya.
"Selesai ini kamu harus traktir kakak." Ucap Farhan lalu pergi kembali menghampiri Grace.
Dokter Arif menatap Farah dan meyakinkan hati nya, sebenar nya dokter Arif sedikit grogi karena harus mengucapkan semua ini di depan banyak orang, tapi mau bagaimana dirinya juga sudah tidak bisa melepaskan Farah begitu saja apalagi saat ini Farah masih sangat marah kepada dirinya.
Sebenar nya semua ini ide dari Asya, karena Asya yakin kalau Farah juga menyukai kakak nya.
Sebelum dokter Arif berbicara, kedua mata nya melirik ke arah Asya.
"Semangat." Ucap Asya sambil mengangkat sebelah tangan nya ke atas.
Asya tahu kalau ucapan nya tidak bakal terdengar oleh kakak nya, tapi dari gerakan bibir dan tangan Asya yakin kalau kakak nya mengerti dengan apa yang di ucapkan.
Dokter Arif memberanikan diri menatap kedua mata Farah lalu menggenggam tangan nya.
"Farah, aku tahu kesalahan aku terlalu besar hingga menyakiti hati kamu, hati kamu terluka karena ucapan ku yang tidak sepantas nya aku ucapkan, maafkan lah aku jika aku tak sempurna, maafkan aku jika kamu terluka, mungkin kamu tersiksa dengan semua yang telah aku ucapkan, namun tolong mengertilah caraku memang tidak biasa, tiada hal yang sempurna di dunia ini termasuk aku, tiada manusia yang tak pernah salah dan tiada orang yang suci di dunia ini, aku minta maaf padamu dan aku berjanji aku tak akan mengulangi nya lagi, maukah kamu memaafkan aku." Ucap dokter Arif, pandangan nya tidak lepas dari wajah cantik Farah.
Farah memberanikan diri menatap dokter Arif, ada kesungguhan dan kejujuran di mata dokter Arif.
"Terima kasih telah meminta maaf, saya akan memaafkan kesalahan anda, maafkan saya juga jika ada kesalahan yang membuat anda sakit hati, saya sangat menghargai permintaan maaf anda dan saya memaafkan anda." Jawab Farah dengan sangat jelas karena seorang mc mendekatkan mik nya ke bibir Farah.
"Terima kasih Farah, karena maaf mu sangat berarti buat saya." Ucap dokter Arif lalu bersimpuh di depan Farah.
Mc yang sudah paham dengan apa yang akan terjadi langsung memberikan bunga kepada dokter Arif.
__ADS_1
Kini di tangan dokter Arif ada bunga dan cincin putih yang cantik.
"Anda apa-apa an, kan sudah saya maafkan, sekarang anda berdiri malu di lihat semua orang." Bisik Farah sambil melihat ke arah sekitar, sedangkan dokter Arif hanya menyunggingkan sebuah senyuman yang manis.
Mc dengan setia memegang mik nya di samping dokter Arif.
"Farah, mungkin dari awal aku tidak punya kesan yang baik di mata kamu, dan aku yang sudah membuat hati kamu terluka membuat aku semakin yakin kalau aku ini menyukai kamu, hati ini tidak bisa di bohongi, setiap aku berdekatan dengan kamu ada perasaan yang tidak biasa dan melihat kamu dengan pria lain membuat sakit hati aku, maka di kesempatan ini dan di saksikan oleh semua nya termasuk kedua orang tua kita, hari ini dan detik ini aku melamar kamu, mau kah kamu menikah dengan ku?" Ucapan dokter Arif membuat semua nya kagum dengan keberanian nya.
Farah kaget dengan permintaan dari dokter Arif yang tidak tanggung-tanggung langsung mengajak nya menikah.
Ada sedikit rasa terharu dalam diri Farah karena dirinya juga menyukai bahkan mencintai dokter Arif dari awal, tapi dirinya tidak menyangka akan langsung di lamar oleh nya.
"Terima, terima, terima." Teriak mc lalu di ikuti para tamu undangan lain nya hingga acara pesta pernikahan Steven dan Raya pun semakin ramai dibuat nya.
"Apa saya akan kehilangan pekerja terbaik saya lagi." Ucap pak Hendrik sambil menatap Farah dan dokter Arif.
"Sabar Hen, nanti akan saya carikan lagi." Ucap pak Agam sambil tersenyum.
"Ngga usah deh biar saya yang mencari nya sendiri, nanti ujung-ujung nya kamu nikah kan juga sama kerabat kamu Gam." Pak Hendrik ngga habis pikir setiap dirinya punya sekertaris pasti ujung-ujung nya menikah dengan keluarga pak Agam.
"Kamu peka amat sih Hen, tapi ada benar nya juga sih, kamu lihat pria yang berada di samping nya Grace." Ucap pak Agam sambil menunjuk ke arah Farhan.
"Dia kan kakak nya Farah kalau ngga salah."
"Ya, kamu benar, dia adalah Farhan kakak nya Farah, jadi seandainya kamu mempunyai sekertaris cantik dan pintar pasti akan aku jodohkan mereka." Ucap pak Agam sambil tertawa, dirinya merasa puas karena menggoda teman nya itu.
Pak Hendrik hanya diam dengan wajah kesal nya karena sudah di goda oleh pak Agam.
__ADS_1
Para istri-istri mereka yang ikut mendengarkan obrolan para suami nya hanya tersenyum.
Kini Farah dan dokter Arif menjadi sorotan tatapan mereka yang sedang menunggu jawaban dari Farah.