
Kini semua nya sudah berkumpul di rumah sakit menunggu kelahiran anak nya dokter Arif dan Farah.
Keluarga Farah sudah berada di rumah sakit termasuk Raya dan mertua nya.
Mereka menunggu di ruang tunggu dengan perasaan yang gelisah, sedangkan dokter ARif sedang menemani istri nya di dalam.
Dokter Arif selalu memberikan kekuatan kepada istri nya.
Dokter Arif memang seorang dokter, tapi di kala istri nya yang sedang berjuang antara hidup dan mati, perasaan dokter Arif tetap saja khawatir dan gelisah.
Sudah tiga jam mereka menunggu di rumah sakit, tapi belum ada tanda-tanda kalau Farah sudah melahirkan.
Wajah mereka semua tegang karena belum mendapatkan kabar baik dari dokter dan yang lain nya.
Tidak ada satu pun diantara mereka yang mau memakan sesuatu walaupun perut mereka sangat lapar sekali, yang ada di pikiran mereka hanya Farah dan bayi nya.
Terdengar samar-samar suara bayi menangis dari dalam ruangan membuat mereka semua saling menatap.
"Apa itu bayi nya Farah? Apa itu suara cucu kita?" Tanya bu Retno sambil menitik kan air mata nya.
Bu Retno memang mertua bagi Farah, tapi dirinya sangat menyayangi Farah seperti dia menyayangi Asya dan Arif.
"Seperti nya kakak ipar sudah melahirkan." Ucap Asya.
Mereka semua saling berpelukan walaupun masih ada rasa khawatir karena belum tahu kabar Farah.
Sementara dokter Arif terus mencium seluruh wajah istri nya ketika bayi mereka sudah lahir ke dunia.
"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan aku seorang jagoan." Ucap dokter Arif sambil terus mencium wajah Farah.
Farah masih mengatur nafas nya, dia sangat bersyukur karena sudah melewati masa melahirkan nya.
Setelah melewati semua proses melahirkan, Farah dan bayi nya sudah di bersihkan kini mereka akan di pindah kan ke ruang rawat inap.
Terdengar pintu ruang bersalin terbuka membuat keluarga dokter Arif dan keluarga Farah menatap nya.
Terlihat para suster yang sedang mendorong blankar dengan Farah yang terbaring sambil memperlihatkan senyuman nya dan dokter Arif yang berjalan di belakang nya sambil menggendong seorang bayi yang masih merah.
Suster terus membawa Farah ke ruang rawat inap dan melarang keluarga nya untuk masuk dulu sebelum semua nya selesai.
Setelah semua nya selesai dan bayi nya sudah berada di dalam box bayi, mereka semua masuk.
Satu persatu mereka memberikan ucapan selamat kepada Farah dan dokter Arif, lalu mereka semua mengelilingi box bayi.
__ADS_1
Ingin sekali mereka memeluk bayi itu, tapi suster belum memperbolehkan nya.
Terlihat wajah mereka semua sangat bahagia dengan kehadiran bayi Farah dan dokter Arif.
"Tampan sekali bayi nya, ah sudah ngga sabar aku ingin menggendong nya." Ucap Asya dengan wajah berbinar.
Dia sangat bahagia sekali karena dirinya sekarang sudah menjadi seorang aunty.
Steven masuk dengan berbagai makanan di tangan nya.
"Wah, selamat ya pak dokter, sekarang anda sudah menjadi seorang papah dan punya jagoan kecil." Ucap Steven sambil menaruh semua makanan di atas meja.
"Makasih kak." Mereka berdua saling berpelukan.
"Kamu bawa apa nak?" Tanya pak Bram.
"Bawa makanan, katanya mereka tadi p[ada lapar." Jawab Steven.
"Siapa yang bilang?"
"Aku mah, aku kan melewatkan makan siang tadi, entah kenapa tadi ngga mau makan sama sekali, tapi setelah bayi nya keluar, sekarang aku merasakan lapar yang teramat lapar." Ucap Raya.
"Aku juga lapar kak." Ucap Asya lalu menghampiri Raya dan membuka semua makanan yang di bawa Steven.
Mereka semua pun makan bersama di dalam ruangan, dengan beberapa syarat dari dokter Arif.
Farah yang ikut merasa l;apar pun ikut makan dan di suapi oleh suami nya.
Selama Farah hamil, dokter Arif yang di suapi, tapi mulai sekarang dokter Arif lah yang akan menyuapi Farah.
********
Waktu terus berlalu, kehidupan mereka pun semakin bahagia apalagi dengan kehadiran jagoan kecil dalam hidup nya.
Kini bayi yang ia lahir kan sudah beranjak delapan bulan, farah sudah kembali masuk kuliah.
Selama dirinya masuk kuliah, baby Arkana di asuh oleh mertua nya.
Semenjak lahir nya baby Arkana, bu Retno memilih tinggal di Indonesia, dan menyerahkan bisnis nya kepada suami nya.
Bu Retno ingin menghabiskan masa tua nya bersama cucu-cucu nya, dia sudah tidak mau terjun ke bisnis lagi.
Farah lebih giat lagi dalam mengerjakan semua tugas kuliah nya, dia ingin segera menyelesaikan nya.
__ADS_1
Dengan kegigihan nya dalam belajar, akhir nya Farah lulus menjadi seorang pengacara.
Dokter Arif membangun sebuah kantor untuk istri nya di samping rumah mereka.
Dokter Arif tidak mau kalau Farah bekerja terlalu jauh dari baby Arkana.
Sebuah kantor pengacara yang dokter Arif bangun sungguh mewah sehingga membuat Farah nyaman bekerja di kantor nya.
"Selamat siang ibu pengacara cantik." Ucap Raya yang hari ini sengaja membawa suami dan anak nya datang mengunjungi kantor Farah.
"Siang kak, tumben kaka datang kesini." Ucap Farah lalu mereka saling berpelukan.
"Kakak hanya ingin melihat kantor baru mu dek, bagus dan nyaman, pantas saja kamu jarang main ke rumah kakak sekarang."
"Bukan begitu kak, tapi akhir-akhir ini aku memang lagi sibuk karena banyak klien yang harus aku tangani, eh tahu ngga kak, kebanyakan kasus sekarang suami nya pada selingkuh dan yang paling lucu ada seorang anak yang ingin menyelesaikan perceraian kedua orang tua nya karena dia sudah mempunyai calon ibu sambung yang sangat baik, dia tahu kalau ibu nya sudah melakukan kesalahan yang fatal jadi dia ingin sekali ayah nya menikah lagi dengan seorang wanita yang menurut nya wanita itu baik dan layak menjadi ibu sambung nya."
"Berarti sama seperti yang aku jalani ya aunty." Ucap Grace yang sudah mulai tumbuh dewasa.
"Persis kamu sayang, tapi kasus nya saja yang berbeda." Jawab farah.
"Pasti anak itu sangat sayang sama calon ibu sambung nya, seperti aku sangat menyayangi mamah Raya, mamah Raya ini ibu sambung yang sangat baik dan sangat aku sayangi, aku merasa kalau mamah Raya ini ibu kandung ku sendiri dan bukan ibu sambung, tanpa mamah Raya aku tidak akan seperti sekarang, i love you mom." Ucap Grace lalu memeluk erat tubuh Raya.
Raya membalas pelukan anak sambung nya itu. "Love you to sayang."
Tanpa mereka berdua sadari ternyata di sana sudah kumpul semua keluarga mereka untuk merayakan berdiri nya kantor Farah.
Semua orang bertepuk tangan sambil menitik kan air mata nya.
Mereka semua tersenyum dengan kasih sayang seorang ibu sambung seperti Raya, mereka sangat bangga sekali kepada Raya.
Mereka pun hidup bahagia semua nya dengan pasangan nya masing-masing.
"END"
"Thanks kalian semua sudah mau baca karya ku untuk ke sekian kali nya, aku mohon maaf yang sebesar-besar nya apabila cerita nya ngga asik untuk di baca, tapi setidak nya kalian sudah memberikan aku support dalam membuat cerita.
Love You Allπ₯°π₯°π₯°
Kuy lanjut ke cerita selanjut nya, cerita yang mengisahkan seorang istri yang selalu di hina karena tubuh nya yang subur, tapi dia berhasil membuat tubuh nya menjadi langsing dan seksi dan akhir nya membalas dendam kepada mantan suami nya.
Yang penasaran yuk kepoin dalam cerita
"DENDAM SEORANG ISTRI"
__ADS_1